Home AGENDA Lukisan dan Tarian Lena Guslina, Estetisme dari Eksplorasi Kehidupan

Lukisan dan Tarian Lena Guslina, Estetisme dari Eksplorasi Kehidupan

0
Menikmati lukisan karya dari seorang penari ini kita melintang waktu dan hasrat individu lebih tinggi. Didalamnya ada gairah membangkitkan estetisme apalagi yang keluar dari gerak tangan dan tubuh yang bereksplorasi. Semoga pelukis yang juga penari perempuan ini masuk dalam kehidupan yang bukan mitos, tapi dalam lingkaran eksistensi yang hakiki.
SENIIndonesia–  Ia adalah seorang perempuan yang sudah malang-melintang dalam dunia seni tari dan kini ia masuk dalam seni rupa yang tak sederhana.
Adalah Lena Guslina yang sedang menggelar karya lukisannya di Orbital Dago Contemporary Art Gallery yang berlangsung pada 26 Juni sampai 14 Juli 2024.
Pameran bertajuk, “Titian Tubir mengandung dua kata, penuh makna tergantung dari penggunaan makna itu. Inilah kali kedua ia pameran tunggal lukisan, yang pertama pada 2022 ia berpameran lukisan tunggal di YPK Bandung dan inilah yang kedua di Orbital Dago.
Lena Guslina lahir di Bandung pada 1977, ia dikenal sebagai penari dan sejak kecil sudah bergabung  tari tradisi di Sanggar Raden Oni Martsuta. selepas SMA melanjutkan ke Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) kini Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, tahun 1995.
Sebagai penari ia kerap untuk menari pada sejumlah event besar dan membuat tari sendiri di alam dan panggung-panggu, bahkan acara – acara seni rupa ia sempat menjadi model para pelukis maestro seperti  Jeihan (Alm.), pelukis Sunaryo yang pada pembukaan pameran tunggalnya kedua Lena dibuka oleh seniman ternama  itu.
Menurut tuan rumah galeri Rifky “goro” Effedy bahwa Lena Guslina memperlihatkan bahwa medium seni lukis yang kemudian digabung dengan disiplin seni pertunjukan (tari) menyodorkan tawaran lain didalam praktek seni lukis khususnya seni lukis abstrak di Bandung.
Jika kita melihat karya Lena diidentifikasikan sebagai abstrak yang penuh hasrat individu lebih tinggi yang diejawantahkan dari tari melalui karya-karya lukisnya. 
Dalam pameran ini merupakan sebuah bukan sekadar bahasa metafor dari tari saja tapi perkembangan ‘estetisme tubuh’ Lena olah penuh pendewasaan.
Dalam karya ia telah jadikan bahwa, tangan tubuh memberikan inspirasi yang sangat kuat di dalam kanvas iru dan inilah dimensi pengalaman yang langsung.
Ada pengalaman ketubuhan dirinya yang multi dimesional   sebagai hasrat’ diri dan inilah estetisme karya Lena.
Secara umum permasalahan estetisme bukan soal tangan dan tubuh yang harus dipahami dari cari fisik inilah jiwa dari ruang yang sesungguhnya tersirat untuk disampaikan pada pada lukisannya.
Karya Lena menghiasi dinding dan bergantung di Orbital dengan lukisan yang penuh tafsir. Pada karya-karya Lena ada dua tantangan untuk kemudian bisa diapresiasi, selain kita menghadapi olahan teknis yang kompleks, yaitu tari dan ruang gerak dia harus melukiskan warna-warna pilihannya, ia mainkan dimensi,
Kekaryaan Lena Guslina juga memberikan jalan lain bagi seni lukisan abstrak khususnya di Bandung yang sedang mendapat perhatian. Walaupun baru menggeluti dunia seni lukis, ia seperti sedang menunjukan bagaimana ia berupaya mendapat ruang spasial dalam praktek seni lukis tulisan Asmujo J. Irianto dalam e-katalog pameran “Bandung Painting Today “ , di Grey Art Gallery , Bandung, bulan April 2024 lalu. on Canvas 2022
​​Pada gaya lukisan Lena ada identik dengan tangan tubuh sebagai penari, dalam perkembangannya melukis dengan tampak nyata, sehingga melihat karya Lena agak berbeda dengan yang lain.
Ekspresi karyanya memberikan karakter nyata Lena yang kuat. Jelas sekali di sini Lena dengan berani melihat dan menjalani pada lukisan kehidupannya.
Pada karya “Meniti Mimpi” (A) dan (B) dengan dua karya lukis bermediakan acrylic on Nylon Threads , Lena melukiskan alamiah dengan bermotif cenderung blue seolah Lena ingin menyatakan segala persoalan yang ada dalam kehidupannya.
Melihat karya lainnya juga mialnya pada Ambang Tubir (A) dan (B) on Nylon Threads ini memberikan satu makna akan “Bahasa tari”. dan karya lainnya. Lena yang punya daya imaji yang tersirat tapi penuh makna adalah bagian dari perjalanan hidupnya.***

AND-RON

Sponsor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here