Home AGENDA Ujang Hidayat, Sang Fotografer Juara dan Kolektor Ratusan Kamera Analog

Ujang Hidayat, Sang Fotografer Juara dan Kolektor Ratusan Kamera Analog

857
0
Ujang Hidayat sang fotogrfer dan juga kolektor kamera analog/andi s

SENI.CO.ID – Sangat langka kalau sang Fotografer juga sekaligus kolektor. Kali ini kami melakukan wawancara khusus dengan yang punya status dirinya ini.

Adalah Ujang Hidayat sang Fotograefer Bandung. Ia yang paling banyak menjadi juara lomba dan juga kolektor kamera yang mengoleksi kamera analog lebih dari 100 kamera sejak 1993. Uniknya lagi dari 100 kamera dominan merk nikon.

Kunjungan khusus ke tempat tinggal Ujang Hidayat yang tinggal di kawaan Pagarsih Maskardi Kota Bandung ini berlangsung hikmat pada Kamis (31/3/2022).

Di kalangan fotografer Ujang Hidayat yang lahir di Bandung 10 Februari 1969 ini dikenal , dengan panggilan Kang Ubed seorang seniman fotografi handal.

Soal sering menjuarai lomba foto ini tak diragukan lagi, sejumlah lomba ia sabet juara satu paling banyak. Ratusan kali menjuarai lomba fotografi juga pernah terseleksi
difoto internasional 1x.com yang dikurasi 5 kurator internasional. Bagi Kang Ubed menggeluti dunia fotografi yang dimulai sejak tahun 1993 hingga sekarang adalah satu kekuatan jiwanya.

Karya Ujang Hidayat Juara 1 Umum PINDAD 2019

“Yang paling berkesan bagi saya ikuti lomba foto di Perhutani tingkat nasional, dikirim saat malam terakhir pengumpulan foto (deadline), besoknya diumumkan dan juara ke 1,” ujarnya kepada Redaksi SENI.CO.ID

Karyanya Juara I  “Perhutani Green Lens 2019” objek dari karya Kang Ubed adalah “Jembatan akar Baduy” Di suku Baduy Luar di kabupaten Lebak Banten.

Anda akan menemukan jembatan akar yang tetap terjaga kelestariannya yang berumur ratusan tahun lamanya. Penduduk atau warga suku Baduy selain menjaga tradisi atau adat mereka juga selalu menjaga kelestarian alamnya. Keberadaan Jembatan Akar tersebut juga menyambungkan dua desa di Baduy Luar yakni Panyelarangan dan Nungkulan. Jalan menuju Jembatan Akar ini merupakan rute ketika ingin kembali dari Baduy Dalam perjalanan menuju Ciboleger atau sebaliknya. Menurut keterangan warga setempat bahwa umur jembatan ini berusia sekitar 100 tahun. Baduy terdiri dari dua suku yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam, Baduy Dalam sendiri punya tiga kampung adat, yaitu Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Nama desanya Kanekes di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ada dua rute aksesnya yaitu Ciboleger dan Cijahe.

Bagi Kang Ubed kiat sering menjuarai lomba adalah “foto harus kreatif, inovatif & berberbeda dengan yang lain,” tambahnya.

Kang Ubed juga terlibat  beberapa organisasi yaitu: Perhimpunan Amatir Foto, Komunitas Photograper Bandung, Forum Fotografi Bandung, Ketua Penggemar Lomba Foto (Ploto), The Legend, Paguyuban Motret Landscape (PbMLansdcape) , Macro Phone Photography, Lensa Manual Net yang anggotanya se-Indonesia, Komunitas Lensa Manual Bandung (Kolam), Bandung Bird Photograper, dll.

Di kalangan fotografer selain dikenal seorang seniman fotografi handal.  Kang Ubed juga ahli di bidang lensa analog. Lensa analog dibongkar pasang untuk jenis kamera yang berbeda dengan cara eksperimen yang menghasilkan gambar yang optimal.

Sampai ini ia punya banyak kamera analog.  Salah satu koleksi kamera andalannya Leitz tahun 1925 yang masih berfungsi, bahkan pernah ada yang jual di online kisaran 60 juta. Namun Ujang sampaikini tak berminat menjualnya. “Masih akan dikoleksi tak minat dijual,” ungkap kang Ubed. Wow salut. (ANDI SOPIANDI/SN)

Previous articlePAMERAN PUPUHU #2, BANDUNG LAUTAN ART, Sebuah Estetika Rupa
Next articleGelisah Iwan Koeswanna dari Tasikmalaya yang Mendunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here