Home AGENDA Adhie Massardi Luncurkan Antologi Puisi “Pengantar Pergantian Kekuasaan”

Adhie Massardi Luncurkan Antologi Puisi “Pengantar Pergantian Kekuasaan”

215
0
Adhi Marsadi dalam pembacaan Puisi "Pengantar Pergantian Kekuasaan"

SENI.CO.ID — Adhie Massardi mantan juru bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gusdur) meluncurkan Antologi puisi  “Pengantar Pergantian Kekuasaan”. Acara berlangsung  di  Gedung Jaya Suprana School of Performing Art, Jakarta.

Dipandu langsung oleh Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono Direktur  rekor MURI menjadi moderator di acara tersebut. Acara yang berlangsung Kamis (10/11/22) malam diawali dengan persembahan jarijarin indah dari sajian piano Michael Anthony dengan menampilkan lagu karya Ismail Marzuki.

“Hari ini tanggal 10 November merupakan hari pahlawan. Kita jangan melupakan hari bersejarah ini. Untuk itu kita mendengarkan lagu karya Ismail Marzuki ini,” ungkap Jaya Suprana.

Sementara itu penyair Adhie Massardi dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Jaya Suprana dan Ayla yang memberikan kesempatan kepadanya untuk meluncurkan buku kumpulan puisinya di Jaya Suprana School of Performing Arts.

“Isi buku puisi Pengantar Pergantian Kekuasaan ini kental dengan kemarahan rakyat Indonesia tentang para penguasa di Indonesia,” jelas Adhi.

Selanjutnya Adhie pun membacakan puisi yang berjudul:

Takdir Penyair

SAJAK ADHIE M MASSARDI

Jika politik kotor
Kekuasaan akan jadi horor

Jika kekuasaan horor
Masa depan bangsa bakal tekor
Karena bagi diktator yang No 1 itu sohor
Sedang APBN dibiarkan tetap bocor

Jika politik kotor dan kekuasaan horor
Maka setiap kritik akan dianggap intrik
Mimbar demokrasi bukan sarana untuk menata
agar republik jadi lebih baik

Beda pendapat?
“Sikat!”

Mereka akan kirim petir lewat Pegasus
Mahluk setengah dewa setengah iblis
Dewanya untuk melindungi kekuasaan
Iblisnya dihadapkan kepada yang beda pendapat

(Pegasus ini memang mirip-mirip Satgasus)

Kekuasaan tak punya perasaan
Dan nafsu kekuasaan tak ngenal aturan
Setiap saat bisa menerabas ambang batas

Maka jika politik mulai ngotori kehidupan
Dan orang ingin bicara diancam penjara
Itulah saat penyair menjemput takdir
Merangkai kata demi kata dari alam semesta
Lalu ditaburkan di sentra-sentra kekuasaan
Seperti kumbang dan kupu-kupu
Menjemput tepung sari dan menaruhnya di kepala putik
Menjadi buah pengetahuan akan kebenaran

Sebab jika lebih banyak puisi di pasar nurani
Seperti sering dibilang para pemikir
Bisa meluruskan kekuasaan yang bengkok
Puisi adalah ayam jago di kampung halaman
Setia ngingatkan matahari dengan kokok
Agar lekas menyingsing dan ngusir kegelapan

Kekuasaan memang tak memiliki perasaan
Tak pernah mengalirkan airmata
Tapi bisa nenggelamkan lapangan sepakbola
Dengan lautan airmata

Jika lebih banyak politisi tahu puisi
Dan lebih banyak penyair tahu politik
Dunia akan jadi tempat
Yang sedikit lebih baik untuk ditinggali

(Ini kata pemimpin dari negara berperadaban!)

Itu sebabnya jika boleh memilih
Akan aku pilih jalan yang ini lagi
Jalan para penyair
Satu-satunya profesi
Yang dapat kehormatan dalam Kitab Suci
Menjadi judul Kalam Ilahi
Asy-Syu’ara’

(Surah ke-26 dalam Al Qur’anul Karim)

Bekasi, November 2022

Gatot Nurmantyo
Amien Rais
Refly Harun
Isti Nugroho

Yang menarik dari peluncuran Antologi Puisi ini hadirnya sejumlah tokoh politik nasional seperti Amien Rais, Gatot Nurmantyo, Priyo Budi Santoso, Jumhur Hidayat, Ubeidillah Badrun, Arief Puyouno, Suryo Prabowo, Refly Harun, Bambang Tomo, Isti Nugroho, Kak Seto, Sandyawan, dan Teguh Santosa pimpinan RMOL Network yang menaungi Penerbit Booknesia sebagai penerbit buku Adhie Massardi.

Sejumlah tokoh bangsa juga membaca puisi yang dituliskan Adhie Massardi yakni Refly Harun yang membaca bait puisi berjudul Ayat Ayat Reviolusi, Amien Rais membacakan puisi berjudul Sajak Pengantar Pergantian Kekuasaan.

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo membacakan pusi Catatan Para Pahlawan. Dia mengatakan bahwa “Dalam syair tersebut ada makna filosofi mendalam tentang persatuan dan ketaatan kepada ulama dalam revolusi jihad yang mampu mengantar bangsa Indonesia meraih kejayaan.”

Selain Gatot Nurmantyo, Suryo Prabowo juga membacakan puisi Percakapan dengan John Lennon. Pembacaan puisi ditutup oleh pembacaan puisi dari Isti Nugroho. Selamat untuk Adhie Massardi pisau bedah dari penyair akan membuka cara pandang yang lebih sublimasi. Tabik…!! (Laporan dan Foto YOS) 

Previous articleArt Moments Jakarta Hadir Lebih Besar dari Sebelumnya
Next articleIde-ide Baru Bagi Industri Kreatif akan Muncul di Jakarta Content Week Creative International

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here