Home AGENDA Seniman “de Dada” Jakarta & Seniman Bandung Meriahkan Asia International Friendship Exhibition...

Seniman “de Dada” Jakarta & Seniman Bandung Meriahkan Asia International Friendship Exhibition 2017 di Tokyo Jepang

2093
0

SENI.CO.ID – Pameran seni rupa Asia International Freindship Exhibition, tahun 2017 kali ini telah selesai dilaksanakan di Eco Gallery Shinjuku, Tokyo, Jepang pada 22-23 Juli 2017 lalu.

Pameran ini di kuratori oleh Agus Cahyana (Indonesia) dan Izumi Mizuta (Jepang). Pameran berskala Internasional ini merupakan kerjasama antara Kelompok Seni Rupa ARTLINC (Artpreneur Learning Incubator) Jurusan Seni Murni ISBI Bandung dan ASUMU GALLERY JAPAN.

jp7“The Diversity Of Indonesian Contemporary Art” merupakan tema kegiatan pamerannya. Tema ini relevan dengan misi dan kondisi seni rupa, untuk melihat dan membandingkan kedua kebudayaan yang sangat luas diranah seni rupa kontemporer Indonesia saat ini.

Dalam paparan kurator Agus Cahyana Sabtu (22/07/2017) lalu, “Diversity berarti keberagaman merupakan sebuah perpaduan dua kebudayaan Indonesia dan Jepang yang sangat luas tetapi bisa saling bersinergi, mengangkat sebuah opini dan konsep mengenai sebuah fenomena kebudayaan Indonesia dan Jepang”.

jp6Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang hanya memamerkan karya seni rupa dari dosen dan mahasiswa jurusan seni murni ISBI Bandung. Pada tahun ini kegiatan Asia International Friendship Exhibition 2017 dimeriahkan oleh keikutsertaan seniman-seniman profesional Chandra Maulana, Yeni Fatmawati, Fifi Rahmi Oktini, dan Edwin Makarim Yanuar yang tergabung dalam Kelompok Seni Rupa de Dada Jakarta.

jp4Chandra Maulana dengan dua karya lukisnya yang berjudul “Golden Rain” yang menceritakan tentang Hujan yang membawa keberkahan dan “Silat” menceritakan tentang kebudayaan tradisi Indonesia dimana silat bukan ajang untuk Agresi tapi untuk kedamaian.

jp1Yeni Fatmawati menampilkan tiga karya lukis series berjudul “Puspa Bangsa”, “Puspa Pesona”, “Puspa Langka” mengangkat karakteristik bangsa Indonesia melalui bunga dan satu karya patung berjudul “Illegal Logging” merupakan kritik terhadap maraknya penebangan liar yang menyebabkan kerusakan hutan sehingga hewan-hewan tidak punya tempat untuk tinggal.

jp2Fifi Rahmi Oktini dengan karya lukis yang berjudul “Kinasih” dan tiga karya patung Series “Kinasih 01,02,03” merupakan ungkapan dan rasa kasih yang tiga terbatas. Serta karya “Bertamu” mengungkapkan persahabatan Indonesia dan Jepang yang secara sederhana tergambar melalui “bakiak” dan “selop”.

Edwin Makarim Yanuar dengan satu karya instalasi berjudul “Kopi & Kue Lapis” menceritakan representasi dari sebuah konsep ala Indonesia untuk mempererat silaturahmi. Serta satu karya patung berjudul “Secangkir Kopi Persahabatan” merupakan refleksi dari persahabatan dan keakraban lebih khusunya persahabatan Indonesia dan Jepang.

Selain dari beberapa seniman-seniman de Dada pameran ini juga di meriahkan oleh beberapa seniman Bandung yang ikut serta yaitu Andi Sopiandi dan Tjutju Widjaja.

Andi Sopiandi menampilkan satu karya lukis berjudul “Java Mountains” menceritakan tentang keindahan pemandangan Indonesia yang diwakili oleh keindahan kawasan Jawa Barat dan Tjutju Widjaja dengan satu karya lukis berjudul “Menanti” menceritakan sosok pigur anak yang diam dalam sebuah penantian dan harapan.

Dalam paparan terakhir dari Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Ben Perkasa Drajat, dalam sambutan kegiatan Asia International Friendship Exhibition 2017 sekaligus meresmikan pembukaan pameran tersebut Sabtu (22/07/2017) lalu. “Saya selaku perwakilan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang mengapresiasi kegitan ini.

Kegiatan ini sangat bagus untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang terutama dibidang kebudayaan. Saya berharap kegiatan ini akan terus rutin dilaksanakan dan semakin besar lagi. Di tahun depan akan ada peringatan 60 tahun hubungan Indonesia dengan Jepang, diharapkan Pak Agus Cahyana dan Tim ARTLINC bisa ikut memeriahkan dan mengisi kegitan-kegitan exhibition yang akan dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang”. |OM/SN

Previous articleAnanda Sukarlan Konser Kemerdekaan 17 Agustus di Padma Bali
Next articleLOMBA PENULISAN KRITIK FILM, AFI 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here