Home AGENDA Sendratari Pendekar Dari Gunung Bohong, Kisah Kolonial Cimahi

Sendratari Pendekar Dari Gunung Bohong, Kisah Kolonial Cimahi

199
0

SENI.CO.ID – Hajatan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbuparpora) Kota Cimahi bersama Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) menggelar pertunjukan Sendratari Pendekar Dari Gunung Bohong pada malam puncak acara hari jadi Kota Cimahi ke 21, Sabtu (18/6/ 2022) di lapangan Rajawali, Jalan Gatot Subroto Kota Cimahi.

Sendratari ini merupakan karya ke 2 DKKC dalam upaya mengangkat sepenggal sejarah perjuangan masyarakat Kota Cimahi pada masa tahun terakhir Perang Dunia ke II, 6 Agustus 1945 Amerika Serikat menjatuhkan bom-bom uranium di Hirosima. Tiga hari kemudian 9 Agustus 1945 Amerika Serikat menjatuhkan bom-bom plutonium di Nagasaki. Enam hari setelah pengeboman Nagasaki, 15 Agustus 1945 Jepang menyatakan menyerah pada Sekutu.

“Kesempatan itu tidak disiakan oleh para pemuda dan pejuang Indonesia untuk segera menyatakan kemerdekaannya pada masyarakat dunia. Ditengah kekuasaan kekuasaan Jepang dan bangsa asing lainnya, tepat tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno – Hatta memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar pembuat ide cerita “Pendekar Gunung Bohong” ” , “Hermana HMT.

Tapi perang belum usai, Jepang pulang, Sekutu datang, pasukan Belanda (NICA) mendompleng, rakyat Cimahi terus berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan senjata rampasan dan tangan kosong.

NICA ingin Cimahi kembali menjadi kawasan militernya. Tapi rakyat Cimahi tidak berpangku tangan. Demi Kepemilikan bangsa, api perjuangan rakyat Cimahi terus menyala. Pekik kemerdekaan terus bergemuruh digaris depan medan pertempuran. Meski kekuatan lawan lebih hebat, para pejuang Cimahi tak gentar menghadapi maut, demi mengusir musuh di bumi pertiwi.

Dari sekian banyak para pejuang Cimahi yang bergabung di PETA, TKR, BKR, BARA, AMI, TRI dan lainnya, ada satu pasukan pejuang kemerdekaan dari kawasan kaki Gunung Bohong (sekarang Padasuka Kota Cimahi) yang dipimpim oleh seorang kiyai bernama RH. Usman Domiri.

RH. Usman Domiri bersama murid-murid pengajian Gunung Bohong membentuk badan perjuangan dengan sebutan pasukan Fisabilillah.Tempat pengajian sekaligus dijadikan markas perjuangan. “Mereka ditanyai oleh salah seorang penseunan Sersan murid pengajian KNIL Kiyai Usman,”jelas Hermana.

Pasukan Fisabilillah, pasukan Hizbullah dan pasukan pejuang lainnya di berbagai penjuru kawasan Cimahi terus bertumpur, melakukan perlawanan dan menyerang NICA sehingga tidak sedikit korban berjatuhan, baik dari pejuang kemerdekaan maupun tentara NICA.

kekuatan lawan sulit ditandingi. Tak ada jalan lain, Tentara Republik Indonesia (TRI) memerintahkan objek-objek vital kawasan Bandung termasuk Cimahi dan sekitarnya mesti dibumihanguskan dengan cara dibakar agar tentara mereka Sekutu dan NICA tidak dapat menggunakan sebagai markas strategi militer. Penduduk Bandung termasuk Cimahi diperintahkan untuk meninggalkan kampung halamannya, sementara waktu ke wilayah lain yang dianggap lebih aman, dan tepat tanggal 24 Maret 1946 Bandung menjadi lautan api.

Pendekar Gunung Bohong ide cerita oleh Hermana HMT, Koreografer Agus Kandiwan dan Panglipur Cimahi adalah sebuah kisah heroik, simbol perjuangan masyarakat Kota Cimahi dalam mengusir penjajahan di tanah air, khusunya di Kota Cimahi pada tahun 1945-1946. Pergelaran ini melibatkan 20 sanggar tari dan 10 perguruan pencak silat Kota Cimahi.

Selain pergelaran Sendratari , DKKC bersama Disbudparpora di hari yang sama dari siang hingga sore, juga suguhkan musik Awi Sampurasun, Calung De’Fikram, Reog Trijaya Mustika, Band New Line, Seniman Keybordis Cimahi (SKC), Cimahi Gitar Community (CGC), Bulldog Brothers, Sumber Mahmur jaya, D’Gur, dan melukis bersama. (RL)

 

Previous articlePAMERAN SENIRUPA Remaja Jakarta Angkatan Tahun 70/80-an, Silaturahmi Konsistensi
Next articleWarna Esai Pelangi Langit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here