Home AGENDA Warna Esai Pelangi Langit

Warna Esai Pelangi Langit

69
0

Oleh: Taufan S. Chandranegara, praktisi seni.

Latar belakang kreatif, ada, di berbagai teori komunikasi, penjualan-penawaran, visual-verbal. Juga, sekaligus, seabrek ketakutan pada pasar. “Wah! Kalau begini kagak laku neh”. Kalau tak mengikuti selera pasar, ada, kekhawatiran-apapun itu, seumpama, dari kue hingga desain, mode, film, susastra, ataupun segala hal kebutuhan hidup.

Apabila tak sesuai selera konsumen-pasar, takkan laku dijual, misalnya. Nah loh! Gawat. Berpusing tujuh keliling, singkatnya, kemudian, marak deh! Klise-isme serupa plagiat-isme, mungkin. Warna serupa laku dipasaran. Ramailah lubang hitam jebakan buatan sendiri. Mungkin pula, sebab sesuatu terlupakan.

Semakin banyak serupa, nilai estetika selera berangsur-angsur menipis, kejenuhan memuncak, bosen deh, akibat perilaku tangan sendiri. Publik, hidup dinamis, bernapas seiring detak jantung, ber-intelegensi teramat luas berbeda-beda, perubahan seiring waktu zaman-teknologi, budaya pikir makin mumpuni, sekaligus musim perubahan sangat cepat, setara waktu.
Publik, senantiasa ingin melihat, perkembangan terkini, apa berikutnya, bagaimana selanjutnya-imajinatif, keren, cerdas. Itu sebabnya pula, tugas-kewajiban kreator, senantiasa mencipta-kebaruan, di segala lini sektor, susastra, film, desain, hal-hal sehubungan dengan gayahidup, akulturasi seluas langit.

Bagaikan warna cuaca cakrawala, berbaris indah pencapaian ide, trans-informasi, sampailah kabar kreatif, kepada publik. Mungkin pula di sana, interpolasi komunikasi intelegensi sang kreator dengan intelegensi sang publik berpadu komposisi. Bekerja pula dinamika intelegensi imajinatif mencapai kumparan edukasi setara.
Sumber mata air baru, segar, saling menemukan, kehidupan, keilmuan-kebudayaan. Seperti ibunda di rumah, beliau, menciptakan selera, untuk rasa pedas atau gurih balado petai atau jengkol, plus ikan teri, nasi hangat. Wow! Banget! Takkan, terlupakan sepanjang kala mentari zaman.
Salam Indonesia Kreatif, selalu indah. ***

Previous articleSendratari Pendekar Dari Gunung Bohong, Kisah Kolonial Cimahi
Next articleWow…ITDC Bangun Stage Pementasan Seni di Pulau Peninsula Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here