Home BERITA Sekitar 300 Orang Pelajar Terlibat Festival Longser ke 9 Komunitas Toneel Bandung

Sekitar 300 Orang Pelajar Terlibat Festival Longser ke 9 Komunitas Toneel Bandung

0

SENI.CO.ID – Komunitas Toneel Bandung selenggarakan Festival Longser ke 9 tingkat SMA/SMK/MA se – Jawa Barat dan Banten. Kegiatan dengan tema “Ngindung Kawatu Mibapa ka Jaman” ini digelar  tanggal 14,15, dan 16  September 2023 di gedung kesenian Sunan Ambu Jl. Buah Batu 212  ISBI Bandung.

Ketua Pleaksana Festival Longser ke- 9, M. Rifa Fachrezi Wahid, mengatakan, peserta festival longser ini kali diikuti oleh 11 komunitas , diantaranya; SMAN 1 Dayeuhkolot, SMAN 1 Cicalengka, SMAN 22 Bandung, SMAN 1 Rancaekek, SMAN 5 Cimahi, SMK Radita Yudha Subang, SMA PGRI Parakanmuncang, SMA Bina Muda Cicalengka, SMA BPPI Baleendah, SMK Ma’arif Terpadu Cicalengka, dan SMAN 1 Nagreg.

“Festival Longser memberi penghargaan pada peserta meliputi Juara Umum, Juara 1, Juara 2, Juara 3, Aktor terbaik, Aktris terbaik, Naskah terbaik, Sutradara terbaik, Musik terbaik, Tari terbaik dan Juara Favorit,” ujarnya.

Jelasnya, dalam Seni Longser terdapat nilai-nilai budaya Sunda dari segi bahasa, pakaian, musik,tari, maupun sikap perilakunya. Namun Perkembangan zaman menyebabkan penyebaran informasi dan aspek edukasi sejarah, tradisi dan budaya telah banyak dilupakan bagi kaum muda.

“Bagaimanapun ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi, khususnya media informasi begitu kuat pengaruhnya pada pergeseran perilaku masyarakat dalam berbahasa. Permasalahan ini salah satunya muncul dari kurangnya pelestarian,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk itu komunitas Toneel Bandung senantiasa menjaga agar budaya Sunda khususnya seni Longser tetap lestari dan mampu beradaftasi sesuai perkembangan zaman dengan konsisten menyelenggarakan festival longser yang pesrtanya anak muda (pelajar).

“Tema Ngindung ka Waktu Mibapa ka Zaman pada Festival Longser ke 9 adalah sebuah dorongan agar seni Longser dan para pelakunya mampu beradaftasi sepanjang jaman tetapi tetap menjaga nilai-nilai keseundaannya,”tandasnya.

Sementara itu, pendiri dan pangaping Toneel Bandung, Giri Mustika Roekmana  mengatakan, festival 2 tahunan ini merupakan program Komunitas TonGeel Bandung yang kami dirikan 15 Maret 2003 silam. Tujuannya tiada lain untuk memperkenalkan sekaligus menjadi wadah kaum muda dalam menuangkan ide dan gagasan kreatif ke dalam bentuk seni teater tradisional longser.

“Melalui festival longser diharapkan lahir pelaku, komunitas, dan aprseiator  Longser sesuai dengan perkebangan zaman, tapi tidak melupakan akarnya,” kata Giri.

Hermana HMT, juri Festival Longser ke 9 menguatkan, melalu ajang festival ini muncul bibit-bibit baru yang harus terus dibina agar kelak mereka menjadi generasi penurus dalam mengembangkan seni longser kearah yang lebih maju.

“Sekitar 300 orang anak muda teribat langsung menjadi pelaku longser diajang festival ini. Modal sumber daya manusia seni Longser yang patu diapresiasi, dijaga dan diarahkan agar mereka terus hadir baik menjadi pelaku maupun sebagai apresiator seni Longser,” ungkapnya.

Maka menjadi penting melakukan tindak lanjut setelah festival Longser selesai, yakni mengikat mereka dengan memberi peluang bukan semata hanya tampil di ajang festival, tapi dilibatkan dalam berbagai perhelatan budaya lainnya.

“Lebih khus bagi para juara, agar difasilitasi untuk bisa tampil kembali diruang publik dan diapresiasi oleh masyarakat umum. Sedangkan bagi kumunitas dan pelaku lainnya terus dibina melalui workshop yang berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kualitasnya,” harap Hermana, yang juga aktivis seni Longser dan Pembina/sutradara Longser Bandoengmooi. (SENI.CO.ID)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here