Home BERITA Longser Bandoengmooi Kritisi Pahlawan Kesiangan

Longser Bandoengmooi Kritisi Pahlawan Kesiangan

0

SENI.CO.ID – Komunitas budaya Bandoengmooi Kota Cimahi gelar pertunjukan seni Longser berjudul Pahlawan Kabeurangan (Pahlawan Kesiangan). Kegiatan dalam rangka peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republuk Indonesia ke – 78 ini dilaksankan, Jumat, 1 September 2023 pukul 19.30 wib. di halaman Bengkel Kreatif Bandoengmooi, Jl. Babakan Loa No. 3B Jl. Babakan Loa RT 02 RW 07 Kel. Pasirkaliki Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi.

Ketua Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi juga pembina Longser Bandoengmooi, Hermana HMT mengatakan, kegaitan ini sepenuhnya melibatkan siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Bandung yang melakukan residensi di Bandoengmooi.

“Selain peringatan HUT RI ke – 78, pertunjukan seni Longser ini merupakan ajang evaluasi bagi 10 orang siswa/siswi  SMKN 10 Bandung yang melakukan residensi selama 3 bulan, dimulai tanggal 24 Juli  dan berakhir  17 Oktober 2023,” ujar Hermana pada seni.co.id, Kamis (31/8/23).

Menurutnya, mereka yang melakukan residensi diarahkan agar bisa mepresentasikan hasil proses kreatif bersama di Bandoengmooi dalam bentuk pertunjukan seni Longser.

“Melalu arahan dari para tutor, mereka dibina mengembangkan kemampuan kognetif dan nonkognetifnya. Setelah 6 minggu berproses kami melakukan evaluasi tahap pertama melalui diagnotik kognetif dan diagnotik nonkognetif, dengan menampil pertunjukan seni Longser dan wawancara atau tes tertulis,” ungkapnya.

Diagnotik kognetif melingkupi indentifikasi capaian kompetensi mereka salama residensi dan diagnotik nonkognetif meliputi analisa permasalahan psikologi dan sosial yang mereka dihadapi. ” Kami coba memahami dan membatu memecahkan permasalahan mereka secara bersama-sama,” katanya.

Pada kesempatan ini Longser Bandoengmooi juga memperkenalkan generasi muda sebagai pengemas pertunjukan. Hafidz Permana didapuk sebagai sutradara dan asistennya Dio Hardiyanto, penata tari Redja Hikmat Gumeral, pengarah musik Toha Saprudin dan Selamet Oki, pengarah produksi Mohammad Fikri dan Roby Gunawan. Sedangkan para pemain diantaranya; Adika, Anjar, Atira, Daniswara, Gingin, Larashati, Melodia, Siti, syifa dan Yesha.

Bicara pertunjukan Longser Pahlawan Kesiangan, Hermana menjelaskan bahwa dewasa ini semakin nampak orang-orang yang mengaku punya andil besar atau sangat berjasa atas berdiri tegak dan majunya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun nyatanya mereka adalah penumpang gelap yang hanya ingin mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.

“Pahlawan sesunguhnya banyak yang terlupakan dan diantara mereka memilih diam dalam sunyi. Mereka berkorban tanpa pamrih, tanpa harus berteriak merasa paling memiliki NKRI,” tandasnya.

Lanjut Hermana, pahlawan kesiangan  seperti tong kosong nyaring bunyinya. Berteriak dijalanan, di institusi-institusi dan di parlemen tentang kejayaan, keadilan, kemajuan dan kemakmuran, bahkan merasa paling berbangsa dan bernegara.Tetapi dibalik itu mereka menghianati bangsa dan negaranya dengan melakukan korupsi besar-besaran, meracuni anak bangsa dengan narkoba, hingga menjual kehormatan bangsa dan negara demi kebesaran dan kehormatan dirinya.

“Melalui pertunjukan seni Longser kami mengkritisi dan mengingatkan persoalan tersebut agar kita mawas diri dan tidak terjebak masuk perangkap mulut manisnya mereka. Seperti pada tahun politik atau musim kampanye pileg dan pilpres sekarang ini pasti ada yang menjadi pahlawan kesiangan. Merasa membela kaum lemah tapi hanya dengan sebungkus mie instan. Setelah medapatkan kehormatan mereka mendadak lupa pada janjinya, dan melupakan kaum yang hanya diberi mie instan,” pungkasnya.*(Seni.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here