Home AGENDA Bentuk Keragaman Seni Akhir Tahun Ala Galeri Nasional Indonesia

Bentuk Keragaman Seni Akhir Tahun Ala Galeri Nasional Indonesia

0

Bentuk Keragaman Seni Akhir Tahun

SENI.CO.ID — Keragaman praktik  dan latar para perupa yang menunjukkan berbagai gejala lintas disiplin, transdisipliner, interdisipliner sebagai wajah dari perkembangan seni rupa Indonesia terkini. gapat disaksikan pada pameran “Seni Rupa Indonesia Kini: Pascamasa” dapat dikunjungi publik mulai 21 Desember 2023 hingga 20 Januari 2024, setiap hari pukul 09.00 – 19.00 WIB. Pembukaan pameran ini berlangsung pada Rabu, 20 Desember 2023 di Plaza Gedung A Galeri Nasional Indonesia, dengan penampilan spesial dari Goodnight Electric.

Selaku kurator pameran, Rizki A. Zaelani, A. Rikrik Kusmara, Sudjud Dartanto, dan Bayu Genia Krishbie memilih tema “Pascamasa” untuk merespons perkembangan terkini dari wacana kebudayaan yang bertaut pada isu tentang ‘pasca’ yang menjelaskan masalah-masalah era kesudahan, seperti pascaindustrial, pascamodernisme, pascakebenaran, dan lainnya.

Selain menampilkan praktik interdisipliner, “Pascamasa” juga menampilkan karya-karya perupa muda yang bergulat pada persoalan bentuk atau form seperti Irfan Hendrian yang memamerkan karya dari material kertas yang disusun menjadi trimatra layaknya patung. Sementara itu Iwan Yusuf, perupa asal Gorontalo ini mengangkat isu mengenai alam dan narasi pesisir dengan karya berukuran gigantik dari material jaring. Ungkapan artistik dari seniman peserta juga muncul dalam tema-tema lainnya seperti identitas, keseharian, domestik, serta isu lingkungan.

Tomy Herseta dengan latar belakang akademis desain interior, ia berfokus pada suara dan cahaya dalam karya yang dibawanya di pameran kali ini. Kemudian Arafura yang digawangi anak-anak muda berlatar Desain Komunikasi Visual justru mengeksplorasi motion graphic dan proyeksi cahaya. Serta Arkiv Vilmansa yang menempuh pendidikan arsitektur, kemudian menekuni penciptaan karya seni rupa yang identik dengan produk mainan atau toys art. Irisan antara seni dan teknologi juga dapat dilihat pada karya Nona Yoanishara yang mengembangkan hubungan antara kesadaran manusia dan memori melalui Brain Computer Interfaces (BCI).

“Pameran Pascamasa penting bagi mendukung pencapaian perupa muda Indonesia, terutama dengan identitas Galeri Nasional Indonesia sebagai etalase seni rupa nasional, sehingga keterlibatan para perupa muda di pameran ini akan meneguhkan eksistensi mereka di dunia seni rupa nasional,” kata Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan, dalam sambutannya. *** (FRIGIANTO AGUNG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here