Home AGENDA Reka Kreasi atau Reka Mereka

Reka Kreasi atau Reka Mereka

0
Oleh: Taufan S. Chandranegara, praktisi seni-penulis
Daya cipta, ada di intelegensi makhluk hidup-manusia. Konon begitu kata ilmu tentang tubuh manusia hingga anatomi konstruksi syaraf. Mungkin itu bisa disebut ‘the science of humans races’, ini carangan menurut prosa ini. Entah menurut keilmuan lainnya.   
Tak perlu pula berkerut kening, atau mengelus kepala sebab akibat dari pusing tujuh keliling karena tekanan darah naik, oleh akibat kurang tidur atau lemak dalam tubuh berlebihan. Konon, katanya lagi, segala sesuatu kalau berlebihan kurang baik untuk kesehatan diri orang pribadi ataupun lingkungan-polusi, misalnya.
Apakah itu disebabkan oleh akibat polusi limbah plastik, melanda bumi disebabkan perilaku, gayahidup manusia. Polusi kepulan asap emisi berlebihan. Agak betul memang kalau mau di-ibarat-kan, segala sesuatu berlebihan, berakibat buruk. Pesawat tak kuat naik terbang jika beban berlebihan, kapal laut konon juga begitu, tak laik berlayar.
Jadi bagaimana dong. Ya. Pas saja. Cukup saja. Bisa jadi cukup atau pas saja, untuk kelas nuklir mungkin ledakannya tak mampu menggelegar peradaban, barangkali komposisi nilai dosis per-miligram wajib dilebihkan untuk menghasilkan gelegar menggelegar. Katanya begitu. Wah! Tapi itupun kalau benar.
Nah loh! Katanya, lagi. Kalimat ‘katanya’ ini berakibat pada benar atau tidak benar. Mengapa begitu? ‘Kan katanya’. Waduh! Nyaris serupa meski beda dengan ‘sambil menyelam minum air’. Hampir tak sama pula dengan pertanyaan ini ‘apakah oksigen mampu melawan polusi?’.
Lah! Konotasinya kejauhan dong. Jauh ataupun dekat tarif angkutan umum menyesuaikan jarak, untuk keseimbangan pendapatan publik secara umum. Kalau jarak dekat disamakan dengan jarak jauh, atau sebaliknya, tak akan mencapai keseimbangan tujuan, inipun katanya.
Jadi ingat arus deras. Apakah arus deras mampu dilawan oleh arus balik, mungkin ya, mungkin juga tidak mungkin. Karena arus deras bukan arus balik-rasional. Jelas-kan?
Kalau kurang jelas, silakan menggambar, penggambaran arus deras versus arus balik. Akan tetapi, tolong, jangan serupa lukisan bunga matahari milik Vincent van Gogh-maestro seni, milik sejarah dunia-nya.
Salam Indonesia Merdeka, anti polusi korupsi.
***
Untuk seni.co.id
Jakarta, Indonesia, Februari 21, 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here