Home AGENDA Panjang Kali Lebar

Panjang Kali Lebar

0

Panjang Kali Lebar

Oleh Taufan S. Chandranegara, praktisi seni-penulis
Menembus waktu melihat berjuta jendela beterbangan. Tak mudah menentukan jendela satu dengan lainnya, persis presisi sekalipun lukisan tiruan dari rekayasa karya asli. Salah masuk jendela kemungkinan bisa fatal atau sebaliknya. Logika belum tentu serupa benar di sebaliknya canvas, bisa jadi akal-akalan tergantung akal bulus.
Kalau secara acak menentukan jendelanya, bagai kehilangan akal. Menentukan setara mata terpejam, alamak, terlihat keledai dari pada gajah. Wow! Ogah. Tak pernah terpikir jadi begog-kan. Bikin asap tanpa api cara mudah ketujuan. Enggak punya malu tinggal beli di obralan, setelahnya ngeloyor cuci muka lupa melepas topeng.
Berhentilah memalsu apapun, berdosa loh, neraka loh. Dilarang geblek okelah gaiss sekalipun tutup mata, pura-pura tak tahu pasar sasaran, kalau ketahuan bersegera berkacamata kuda, lantas lari lintang pukang. Menyoal satu jendela asli pindah kelain waktu natural saja. Enggak boleh akal-akalan; you can do it, just do it.
Dilarang memutar panci jadi wajan; lompat jadi headline ini itu, jadinya bukan itu tapi ini. Loh! kok bisa. Padahal harga swalayan tak bisa ditawar-panjang jadi pendek atau sebaliknya. Hahaha, itu kan kalau adu boksen. Ini soal logika sehat, bukan adu panco di arena manipulasi, salah arah dikeroyok setan, salah belok nyasar ke laut.
Ke neraka tidak bisa ditawar jadi ke surga. Ke surga bisa belok ke neraka kalau oknumnya geblek kuy. Balik lagi menyoal tawar menawar, bisa ditawar di pasar bebas, tergantung berat kantong belanjaannya. Musiman atau takdir habitatnya. Cinta palsu, kostum palsu, podium palsu. Nah itu dia. Jangan dibolak balik, ranah fakta akan bias.
Jangan pura-pura kaget cuy. Tahu sama tahu, hari gini masih pura-pura kagak tahu. Sssst! Ngobrolnya bisik-bisik aja. Ngakak boleh, tapi jangan keterlaluan. Kalau tak ada back up amunisi bisa konyol jadi badut. Hah! Enggak usah pura-pura kaget deh. You know me and I know you, hehehe. Ssst! Bisik-bisik aja.
Itu dia perkaranya dari zaman perang Kurusetra, awal mula kejadiannya menyoal hakikat hak ini itu sampai menyoal ingkar janji campur aduk. Ingkar janji termasuk jurnal materialisme logika. Siluman simbolis bimsalabim seolah-olah es doger, padahal es campur. Lukisan palsu bisa abstrak atau realis dung dang dut. Gawat.
***
Jakarta SENI, November 20, 2023.
Salam seni berseni cerita prosa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here