Home AGENDA “Rumaksa Miara Pakaya” dalam ISBI Bandung Arts Festival 2022

“Rumaksa Miara Pakaya” dalam ISBI Bandung Arts Festival 2022

70
0
Dr. Retno Dwimawarti, S.Sen., M.Hum. dalam sebuah performance /ist

SENI.CO.ID — Penyelenggaraan ISBI Bandung Arts Festival tahun 2022 berbeda dibandingkan dengan kegiatan festival pada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan pada tahun ini kita berada dalam suasana penuh keprihatinan dengan adanya dampak bencana gempa bumi yang dialami masyarakat Cianjur.

Oleh karena itu, ISBI Bandung berinisiatif memanfaatkan momentum ISBI Arts Festival ini untuk membangun empati dan kepedulian masyarakat dengan tetap menjalankan fungsi sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tugas konservasi, rekonstruksi dan inovasi seni budaya, khususnya di Jawa Barat. Merespon situasi itu, festival ini dirancang menjadihe-art festival” sebuah aktivitas yang bertujuan untuk menyentuh hatidan naluri kemanusiaan kita membantu sesama yang tengahditimpa musibah, melalui aktivitas seni budaya.

Adapun tema festival yang diusung adalah Rumaksa Miara Pakaya” yang artinya menjaga, melestarikan, dan memelihara kekayaan budaya yang merupakan jati diri bangsa sebagai bagian dari implementasi UU no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Adapun rangkaian acaranya, sebagai berikut:

1. Trauma Healing untuk korban Gempa Cianjur, pada tanggal 16 Desember 2022 di Desa Rancagoong, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Cianjur.
2. Lomba Cosplay Wayang Orang Tingkat SMA dan sederajat, sekaligus apresiasi Wayang Orang Cirebon dan Fragmen Tari WayangPatrem Sang Dewi Sinta”, pada tanggal 21 Desember 2022.
3. Pameran dan live-painting pada tanggal 21 Desember 2022.
4. Malam Amal Pertunjukan Wayang Orang yang merupakanpuncak acara, dilaksanakan tanggal 30 Desember 2022.  

Pada tanggal 16 Desember 2022 telah dilaksanakan trauma healing dengan beragam bentuk kesenian yang sifatnya partisipatif, yakni bermain angklung bersama, ragam permainan tradisional, membuat tie dye bersama ibu-ibu serta menggambar bersama anak-anak, dengan instruktur para mahasiswa ISBI Bandung.

“Selain itu, telah dilaksanakan penyerahan alat musik angklung dan alat menggambar yang dilakukan oleh Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimawarti, S.Sen., M.Hum. kepada Kepala Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, untuk dimanfaatkan sebagai media trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Trauma healing ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Jabar Bergerak,” ujar Dr. Zaini Alif, M.Ds dalam rilis acara yang digelar sejak 16, 21, dan 30 Desember 2021 ini

Pada tanggal 21 Desember 2022 akan dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni flashmob tari wayang dan lomba CosplayWayang untuk pelajar SMA dan sederajat se-Bandung Raya, bekerjasama dengan Kantor Cabang Dinas Wilayah 7 dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Pada kegiatan ini, selain untuk mengajak anak-anak pelajar SMA/SMK se-Bandung Raya dalam peningkatan pengetahuan budaya, juga bertujuan untukm embangun kepekaan dan berempati dengan mengumpulkan barang-barang yang bermanfaat untuk teman-teman pelajar di Cianjur. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk profilPelajar Pancasila melalui penguatan karakter berbasis kearifan lokal dengan mengapresiasi Wayang Orang Cirebon dan Fragmen Tari Wayang Patrem Sang Dewi Sinta” pimpinanProf. Dr. Endang Caturwati.

Sementara itu, di selasar Sunan Ambu dilaksanakan live painting oleh para seniman Bandung yang menjadikan Wayang Orang sebagai objek lukisan. Lukisan-lukisan yang dihasilkan akan dilelang untuk korban gempa Cianjur pada tanggal 30 Desember 2022.

Acara puncak ISBI Arts Festival dilaksanakan tanggal 30 Desember 2022 berupa malam amal dalam bentuk pertunjukan Wayang Orang Jawa Barat dengan lakonJabang Tutukadi bawah pimpinan Prof. Een Herdiani, M.Hum di Gedung SunanAmbu ISBI Bandung. Kegiatan ini selain memiliki nilai edukasidan konservasi wayang orang juga sebagai bentuk empati para seniman dan menumbuhkan semangat berkesenian dalamsuasana duka. Pada kesempatan ini, panitia mengundang Ibuibu pimpinan daerah, seperti ibu Gubernur Jawa Barat, Ibu walikota dan Ibu bupati di wilayah Bandung Raya, untuk terlibat dalam tari wayang sebagai simbol pentingnya peran ibu-ibu dalam pelestarian tradisi seni budaya di Jawa Barat, sebagai bagian dari perayaan Hari Ibu. (RLS/Aen).

 

Previous articleSENI Mengkoleksi Adalah Bagian dari Pendataan Hakiki
Next articleWayang Orang Priangan “Jabang Tutuka” Tutup ISBI Bandung Arts Festival Tahun 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here