Home Bahasa Kegetiran Pandemik Membuka Ruang Ekspresi Non Rupa dalam Seni Rupa

Kegetiran Pandemik Membuka Ruang Ekspresi Non Rupa dalam Seni Rupa

343
0
SENI.CO.ID — Bandung, senja itu begitu cerahnya seolah turut berbahagia menyambut sebuah pameran yang ditunggu lama oleh seorang seniman yang lama tidak bisa mengunjungi kota kelahiran tercintanya ini.
Senja itu, Senin, 1 Agustus 2022, seorang pelukis Raden Syarief Hidayat kembali kotanya. Membawa kegundahan yang selama dua tahun tersimpan dalam situasi hidup penuh kegetiran. Bukan kegetiran yang hanya dialaminya sendiri tapi bersama ummat manusia.
Setelah melalui masa-masa yang mencekam seperti Kudeta Militer di Myanmar pada awal tahun 2021, dan merebaknya wabah virus covid-19 di sana.
Membuat Syarief Hidayat terkungkung nyaris tidak berdaya di negara junta Militer yang tertutup itu. Terlebih pandemi global sistemik ini tentu sangat mempengaruhi suasa bathin seorang Syarief Hidayat
Pameran ini cukup unik karena menampilkan dua bentuk karya yang berbeda secara teknis namun dituangkan dalam media kanvas lukis secara bersamaan. Satu bentuk karya berupa lukisan sebagaimana umumnya dibuat, dan satu lagi berupa karya pemikiran dalam bentuk tulisan yang dicetak secara dijital di atas kanvas lukisan.
Rd. Syarief Hidayat, Perupa Indonesia saat pembukaan pameran/LLH
Seolah-olah Syarief Hidayat ingin mengajak para sahabatnya untuk bisa bersama-sama mengekspresikan segala keresahan dan mungkin ketakutan yang dialami selama pandemi ini dalam medium kanvas lukisan yang biasa dia pakai, dalam sebuah pameran bersama. Tak peduli dengan latar belakang bahwa sahabatnya itu bukanlah pelukis seperti dia. Dia mengekspresikan via lukisannya, sedangkan sahabat-sahabatnya yang selama dua tahun terpisah jauh juga untuk mengekspresikan rasa gundah itu dalam bentuk kata-kata.
Peristiwa pandemi yang membuat ummat manusia mengurung diri di tempat-tempatnya masing-masing. Komunikasi, setidak pertemuan fisik menjadi sangat terbatas. Syarief yang benar-benar terpisah jauh dari keluarga dan sahabatnya berada di tanah air. Timbul rasa keinginan tahu yang kuat, tentang suasana bathin dari para sahabatnya saat peradaban manusia yang sedang terancam karena ada wabah yang mengancam semua sendi kehidupan di semua pelosok bumi.
Ini seperti sebuah sikap terbuka yang berbeda terhadap konvensi pameran seni lukis, di mana dalam sebuah pameran seni lukis, dia memberi ruang ekspresi dalam format teks dalam bingkai kanvas lukisan.
Suasana Pameran di Thee Huis Gallery Bandung/LLH
Saat manusia secara serentak di setiap penjuru mengalami kejadian menyedihkan karena pandemi ini, Syarief bertekad ini mewujudkan bentuk ekspresi keresahan dalam sebuah bentuk pameran di ruang terbuka bersama sahabat-sahabatnyasahabat-sahabatnya, yang bukan pelukis.
Pameran ini dibuka oleh Brigjen TNI Kuat Budiman, Kapoksahli (Kepala Kelompok Staf Ahli) Kodam III Siliwangi, yang mewakili Pangdam III Siliwangi yang berhalangan hadir.
Menarik apa yang disampaikan Brigjen TNI Kuat Budiman  tentang pentingnya relijiusitas dlm semua fenomena kehidupan di dunia, lebih khusus dalam ekspresi kesenian
Menurutnya kita harus memiliki spirit yang besar untuk menghadapi tantangan hidup ke depan. Karena itu dengan ilmu, kehidupan menjadi mudah. Dengan Agama, hidup kita akan terarah. Dan dengan seni, kehidupan akan menjadi indah.

Rd. Syarief Hidayat Kartaamidjaja

Tempat Lahir               :    Bandung

Tanggal Lahir              :    15 Mei 1968

Alamat                         :    #100 Lower Kyimyindine Road, Ahlone Township Yangon,

Myanmar

HP                               :    +95 9966.4045.79

E-mail                          :    kikipjago@yahoo.comsyarief911@gmail.com

Pendidikan                  :

–    belajar seni rupa pada ayah Rd. Tohny Joesoef (alm) di Sanggar Ligar Sari ’64 (SLS ’64) Bandung

–    kuliah di STBA (Sekolah Tinggi Bahasa Asing) Yapari-ABA Bandung

–    11 tahun eksplorasi rupa di Bali

Pengalaman Organisasi  :

2010 – 2011    : Koordinator Seni Rupa. Syair Untuk Sahabat. Jakarta.

Koordinator Seni Rupa. Syair Untuk Sahabat. Bandung.

2008 – 2011    : Ketua Sanggar Olah Seni (SOS) Siliwangi. Bandung.

2004 – 2008    :  Kurator. Galeri Winart. Bandung.

Art Programmer. Galeri Winart. Bandung.

2001 – 2008    : Koordinator Seni Rupa. Sanggar Olah Seni (SOS) Siliwangi. Bandung.

1989 – 1995    : Sie. Kesenian Senat Mahasiswa STBA Yapari-ABA. Bandung.

Bagi yang ingin menyaksikan karya dari Pameran yang bertajuk The Prayer ini bisa datang langsung ke Thee Huis Gallery Dago, Bandung. dari mulai 2 Agustus sampai 7 Agustus 2022. Bravo!!!

(penulis dan foto-foto LLH/ editor am-SN)
Previous articlePrayers: Human HIStory 202122, Rd. Syarief Hidayat
Next articleJohann Wolfgang von Goethe dan Faust

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here