Home AGENDA Antonius Kho, Melampaui Gering Agung

Antonius Kho, Melampaui Gering Agung

98
0

PANDEMI Covid-19, di Bali disebut Gering Agung, demikian berat dampaknya bagi masyarakat pulau ini yang 80% kehidupannya tergantung pada pariwisata nasional dan internasional. Bukan saja dirundung kecemasan akan bahaya penyakit, tapi juga guncangan sosial ekonomi menimbulkan keprihatinan tersendiri yang secara nyata mengubah lanskap keseharian kehidupan penduduk Bali. Sejumlah lukisan Antonius Kho kali ini, baik secara tematik maupun stilistik, adalah sebentuk kesaksian yang mencerminkan perenungan mendalam upaya pribadi maupun masyarakat untuk tidak terkungkung kemurungan dan kesedihan serta keputusasaan.

Menarik untuk diamati, karya-karyanya kali ini justru mengemuka dengan pilihan warna yang lebih cerah serta sosok-sosok rupa yang menyiratkan optimisme; refleksi dari ketangguhan homo sapiens (baca: pribadi individual maupun komunal) dalam menjalani, menghadapi, serta melampaui pandemi. Hal mana dapat juga dirujuk pada tajuk dan capaian kreativitas lukisan-lukisannya, semisal seri “We Want to be Free”, seri “Save Our New Generation”, dan “We All Hope”.

Karya-karyanya terkininya ini sekaligus bukan hanya menunjukkan pandangan dan pengalaman perupa yang universal berikut pergaulan seni lintas bangsanya selama ini, melainkan juga menyadarkan kita bahwa pandemi Covid-19 adalah problematik masyarakat global.

Melalui perenungan mendalam atas pandemi tersebut, Antonius Kho mengungkapkan sosok-sosok dalam kanvasnya yang menggunakan masker sebagai gambaran akan wujud kesadaran bahwa kita, manusia, adalah makhluk sosial yang hidup bersama di bumi, di mana nilai-nilai solidaritas dan toleransi terdepankan daripada batasan identitas etnis, agama, atau ideologi.

Dengan kata lain, pandemi Covid-19 sejagat ini mengingatkan kita semua sebagai umat manusia yang hidup dalam kesatuan ruang dan waktu bersama. Nilai-nilai universal yang mesti dijunjung tersebut seturut pengalaman menghadapi virus ini, semisal toleransi dan solidaritas; memancar dalam pandangan mata sosok-sosok pada kanvas Antonius Kho; gambaran optimisme akan masa depan yang damai penuh pengharapan.

Warih Wisatsana—Kurator, Penyair

Previous articleCatatan Untuk Ide
Next articlePuisi Taufan S. Chandranegara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here