![]()
Teater Rakyat untuk Kaum Remaja Menjaga Asa danDaya Cipta Diera Digital
Oleh Hermana HMT*)
Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri. Di masa ini, pembentukan karakter yang kuat dan positif sangat penting, termasuk nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri. Sayangnya, banyak remaja saat ini yang cenderung terpengaruh oleh budaya luar, dan mulai menjauh dari akar budaya sendiri, termasuk seni tradisi seperti teater Rakyat (tradisional) Sunda.
Teater rakyat Sunda, seperti Longser, Sandiwara Sunda dan lainnya bukan hanya hiburan semata. Ia juga merupakan medium edukatif yang mengandung nilai-nilai luhur, filosofi kehidupan, dan pesan-pesan moral yang relevan dengan kondisi sosial saat ini. Melalui kegiatan teater, remaja tidak hanya belajar memainkan peran, tetapi juga mengasah empati, ekspresi diri, dan kemampuan berpikir kreatif.
Kegiatan teater rakyat dapat menjadi wadah positif bagi kaum remaja untuk mengeksplorasi diri, memperkuat jalinan sosial, serta membangkitkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal. Dengan melibatkan mereka dalam proses kreatif akan tercipta ruang ekspresi yang memperkuat karakter dan menggugah daya cipta.
Namun saat ini minat remaja pada teater rakyat terbilang rendah. Mereka lebih tertarik pada budaya populer dan hiburan digital, sehingga seni tradisional dianggap kuno atau tidak relevan. Arus budaya asing yang masif membuat budaya lokal tersisih, termasuk dalam pilihan hiburan dan ekspresi seni. Hal seperti itu terjadi karena kurangnya eksposur dan edukasi. Teater rakyat jarang diperkenalkan di sekolah atau media arus utama, membuat kaum remaja tidak mengenal bentuk dan nilai-nilainya.
Selain itu, buku atau sumber pembelajaran tentang teater rakyat sangat minim. Jumlah seniman atau pelatih teater rakyat yang aktif membimbing remaja terbilang kurang. Sisi lainnya, kegiatan teater rakyat sering kali tidak mendapat perhatian dalam mempromisikan dan alokasi anggaran dari pemerintah daerah. Demikian juga di institusi pendidikan dasar, menengah dan tinggi, teater rakyat tidak diperlakukan sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang bermanfaat bagi penguatan minat, bakat, dan identitas budaya bangsa bagi peserta didik.
Untuk membangun kesadaran dan menumbuhkan minat kaumremaja terhadap teater rakyat, tentu perlu ada upaya yang berkesinambungan dan keterlibatan berbagai pihak dengan melakukan workshop atau pleatihan teater rakyat di sekolah atau komunitas remaja. Membuat konten digital seperti video pendek, reels, atau podcast tentang teater rakyat. Bekerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, sanggar seni, pemerintah daerah, dan media lokal, untuk mempublikasikan, memfasilitasi pertunjukan, serta mengadakan festival teater rakyat tingkat pelajar.
Teater rakyat memiliki nilai-nilai luhur yang mencerminkan budaya, etika, dan filosofi hidup masyarakat. Oleh karena itu, upaya di atas menjadi sangat penting karena kaum remaja membutuhkan ruang untuk mengenal dan mencintai budaya lokal agar tidak kehilangan jati diri di tengah pengaruh budaya asing. Teater rakyat mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, empati, dan disiplin melalui proses kreatif dan kolaboratif. Pertunjukan teater rakyatmemberi ruang bagi remaja untuk mengekspresikan ide, emosi, dan gagasan secara bebas dan bermakna. Remaja diajak untuk memahami struktur pertunjukan, nilai estetika, dan makna simbolik dalam seni tradisional. Teater rakyat pun dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menyenangkan dan berdampak langsung pada perilaku remaja.
Toneel Bandung adalah komunitas teater yang senantian mengajak kaum remaja untuk terlibat langsung menjadi pelaku teater rakyat Longser. Sejak 2005 Komunitas Toneel Bandung menyelenggarakan Festival Longser Remaja. Walau tanpa sokongan dari dari pemerintah daerah, komunitas ini tidak bosan mengajak kolempok teater pelajar SMA/MA/SMK se Jawa Barat dan Banten menjadi bagian dari perhelatan budaya yang digelar tiap dua tahun sekali.
Tahun 2025 Festival Longser Remaja tingkat Jawa Barat dan Banten sekitar tanggal 5-7 September 2025 kembali digelar. Terhitung dari tahun 2005 artinya sudah 20 tahun komunitas Toneel Bandung menjaga asa teater rakyat ini menjadi bagian dari kehidupan para remaja. Sebuah kunsistensi yang patut dihargai dan dapat perhatian khusus dari pemerintah daerah Jawa Barat.
Disamping Komunitas Toneel Bandung, beberapa kelompok Longser di kawasan Bandung Raya juga sering menyelenggarakan pertunjukan secara mandiri. Seperti Longser Bandoengmooi setidaknya dalam satu tahun menyelenggarakan 3 kali pertunjukan dan melakukan pewerisan Longser di Cimahi untuk pelajar, mahasiwa dan umum. Sedangkan kelompok Longser Sawarna kerjasamadengan televisi lokal di Kota Cimahi senantiasa menayangkan pertunjukan Longser satu kali dalam satu pekan.
Mengingat teater rakyat Longser sudah ditetapkan kementerian Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda dari Jawa Barat. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota yang menjadi lokus Longser lahir dan berkembang berkewajiban untuk menjaga keberadaan dan kelestarian Longser sebagai upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan agar warisan budaya ini tidak punah.
Melalui pengembangan, pemerintah daerah mesti bekerjasama dengan komunitas dan institusi pendidikan agar teater rakyatini tetap relevel dan berkelanjutan, dengan melakukan berbagai cara, diantaranya; 1. Menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan pada generasi muda (kususnya kaum remaja), baik secara teori maupun praktek. 2. Menyelenggarakan pertunjukan, lokakarya atau festival. 3. Mendorong inovasi dengan mengembangkan bentuk-bentuk baru yang tetap mempertahan esensi teater rakyat. 4. Pemerintah daerah berkewajiban mempromosikan teater rakyat kepada masyarakat luas, baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional. 5. Melakukan pendataan dan dokumentasi yang koprehensif mengenai teatetr rakyat termasuk sejarah, Teknik (bentuk), pelaku dan pertunjukan. 6. Pemerintah daerah mesti mendorong dan memberdayakan komunitas untuk berpatisipasi akatif dalam forum-forum terkait warisan budaya, juga memberi dukungan fasilitasi berupa tempat, finansial dan akses sumber daya.
Dengan demikian pemerintah daerah dapat memastikan bahwa teater rakyat seperti Longser tetap lestari dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat penyangganya serta menjadi bagian penting dan pemajuan kebudayaan Indonesia. Langser tidak sekadar tercatat, didaftarkan dan dikukuhkan menjadi warisan budaya tak benda.
Sebagai bagian dari jawaban di atas, Masyarakat Teater Cimahi (Masteci), difasilitasi Pemkot Cimahi, Minggu 3 Agustus 2025 kemarin di Gedung B Pemkota Cimahi, Jl. Raden Demang Hardjakusukah gelar worksop Pengemasan Seni Pertunjukan Teater Rakyat. Sebuah pembekalan bagi kelompok teater, tari, dan musik yang hidup sebagai ekstrakulikuler di SMP/MTs dan SMA/MA.SMK di Kota Cimahi untuk persiapan Festival TERACI (Teater Rakyat Cimahi) yang berlangsun pada kegitan Pekan Kedayaan Daerah (PKD) Kota Cimahi yang siap digelar pada bulan September 2025.
Upaya ini diharapkan berkelanjutan bukan saja dilakukan di Cimahi dan di Bandung oleh Komunitas Toneel Bandung, tapi sekalanya lebih besar, baik tingkat Jawa Barat maupun nasional dilakukan bersama atau kolaborasi antar komunitas, Lembaga Pendidikan, pemerintah daerah juga pusat, media dan dunia usaha, sehingga teater rakyat Indonesia diera digital ini lebih berdaya dan dapat diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat. Didorong menjadi seni pertunjukan yang menghibur, mendidik, menjadi benteng ketahanan budaya, membentuk jati diri anak bangsa dan dapat meningkatkan kesejahteran para pelakunya.***
*)Hermana HMT adalah Pelaku Budaya Kota Cimahi, Ketua Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi, Dewan Pakar/Penasihat/Pembina (DP3) DKKC, dan anggota Dewan Cimahi Smart City.







