Home AGENDA CONSTELLATIONS: GLOBAL REFLECTIONS Seni Unik di Ruang Terbuka

CONSTELLATIONS: GLOBAL REFLECTIONS Seni Unik di Ruang Terbuka

48
0
SENIINDONESIA — United in Diversity bekerja sama dengan Tri Hita Karana Forum mempersembahkan 20 karya seni dalam bentuk Rotating Sculptures yang akan dipamerkan di Kura-Kura, Bali.
Constellations: Global Reflections (CGR), adalah sebuah ajang pameran seni unik di ruang terbuka yang menampilkan karya 21 seniman kontemporer internasional di tiga lokasi di dalam pulau Kura Kura Bali dari November 2022 hingga November 2023. Menggandeng Lance Fung dari Fung Collaboratives sebagai kurator, CGR diperkenalkan pertama kali pada ajang B20 (13-14 November 2022) kemudian dilanjutkan pada pertemuan tingkat tinggi Tri Hita Karana Forum pada 13-18 November 2022 yang mengundang para delegasi acara Konferensi Tingkat Tinggi G20.
Para seniman yang tergabung dalam kelompok G20 for Arts berasal dari berbagai
usia mulai dari 30 hingga 90 tahun, yaitu: Tony Albert (Australia), Arahmaiani
(Indonesia), Dana Awartani (Saudi Arabia), Xu Bing (China), Berkay Bugdan (Turki), Genevieve Cadieux (Kanada), Minerva Cuevas (Meksiko), N. S. Harsha (India), Kota Hirakawa (Jepang), Ilya & Emilia Kabakov (Rusia/Ukraina), Naledi Tshegofatso Modupi (Afrika Selatan), A.D Pirous (Indonesia), Paola Pivi (Italia), Liliana Porter (Argentina), Caio Reisewitz (Brasil), Thomas Ruff (Jerman), Yinka Shonibare CBE (Inggris), Kiki Smith (Amerika Serikat), Kimsooja (Korea Selatan), dan Ben Vautier (Prancis).
Pameran tersebut dapat dikunjungi publik dengan pendaftaran terlebih dahulu.
Digagas oleh pengusaha, filantropis, dan anggota MoMA International Council, Cherie Nursalim, CGR dilangsungkan di Kura Kura Bali, pulau dengan fokus
lingkungan miliknya.
Fung, sosok yang terkenal akan projek-projek seni publik, diundang oleh Cherie untuk mengkurasi pameran ini. Mereka sepakat bahwa instalasi-instalasi seni tersebut harus menyoroti isu perubahan iklim, kesetaraan hidup, dan kolaborasi global dengan menggunakan sejarah kain Bali, proses pembuatan lampion, dan pertunjukan wayang sebagai benang merah konsepnya.
“Constellations: Global Reflections bertujuan untuk mempertegas filosofi hidup
khas Bali yaitu Tri Hita Karana,” ujar Lance Fung. “Diartikan secara harfiah sebagai
‘tiga cara mencapai kebahagian atau harmoni,’ filosofi ini mencakup tiga aspek
kehidupan di Bali, yakni Tuhan, manusia, dan alam, dengan menempatkan ketiganya sebagai dasar pengembangan di Kura Kura dengan fokus utama kebahagiaan dan sistem berkelanjutan,” imbuhnya.
Dibuat di Bali, ke-20 karya tersebut dicetak secara digital di atas kain yang terbuat
dari plastik daur ulang kemudian diaplikasikan pada 10 instalasi menyerupai drum
yang digerakkan oleh energi matahari.
Dirancang untuk dapat dinikmati di siang atau malam hari, instalasi-instalasi seni ini mengeksplorasi suasana yang tenang dan syahdu, serta melambangkan mercu suar yang mengundang orang dari seluruh dunia untuk bersama melihat karya seni tersebut dan berdiskusi mengenai cara untuk menciptakan masa depan yang lebih kuat dan lebih baik. (SUN/Aen/RED)
Previous articleIde-ide Baru Bagi Industri Kreatif akan Muncul di Jakarta Content Week Creative International
Next articlePERMISI! (Road Trip Exhibition) 2022: Kontes Berhohong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here