Home AGENDA Eksplorasi TITIAN TUBIR Karya Lukis Sang Penari

Eksplorasi TITIAN TUBIR Karya Lukis Sang Penari

0
SENI.CO.ID — Pameran Tunggal Lukisan TITIAN TUBIR dari Lena Guslina selain penari juga pelukis adalah satu gelisah abstrak jiwa dengan permainan warna-warna dan menerawang yang digarap bagian dari kehidupannya.
Pembukaan pameran dibuka seniman Sunaryo pada 26 Juni dan akan berakhir pameran pada 14 Juli 2024 di Orbital Dago Jl. Rancakendal Luhur No.7 Bandung.
Pada pameran tunggalnya kedua ini, penari Lena Guslina menghadirkan karya-karya lukisan yang mengeksplorasi teknik lukisannya lebih lanjut, yang didasari dengan teknik menciprat cat dengan jari tangan, namun kali ini bukan diatas hamparan kanvas, tetapi diantara jalinan pola dari benang-benang nilon yang diregang pada pigura-pigura kayu.
Melalui jemarinya, cipratan-cipratan cat akrilik yang diatur sedemikan rupa, membentuk seperti serat atau benang-benang, menumpuk dan menempel pada pola benang sehingga cat akrilik membentuk pola-pola abstrak dengan permainan warna-warna dan menerawang. Tak berhenti disitu, Lena juga kemudian menggarap bagian sisi dibaliknya, sehingga “lukisan” menjadi dua sisi.
Keterangan foto tidak tersedia.
Lena dalam sebuah tarian/ist
Melukis langsung dari jari-jemari mungkin mengingatkan kita pada cara melukis maestro ekspresionis seni lukis Indonesia Affandi, selain melukis dengan cara “plototan” yang langsung dari tube cat. Atau mengingatkan pada maestro abstrak ekspresionis pelukis dunia, Jackson Pollock yang dikenal dengan cipratan-cipratan dan lelehan-lelehan cat dari kuas ke kanvasnya. Lena sebagai penari, mampu menciptakan lukisan abstrak dengan cipratan-cipratan melalui jemarinya, yang diatur sedemikian rupa dan penuh kendali sehingga menghasilkan pola-pola abstrak yang berlapis dan berongga.
Istilah Gestural Abstraction (Gestur abstrak) mengacu pada bagaimana membuat karya, sebagai sebuah proses, bukan sebuah gerakan. Dengan lukisan gestur abstrak, intinya bukanlah apa yang dilukis, melainkan bagaimana hal itu dilukis.
Daripada mengaplikasikan cat ke permukaan dengan cara yang terkontrol dan terencana, pelukis gestur biasanya mengaplikasikan cat secara intuitif, fisik, dengan menetes, menuangkan, memerciki, menyeka, membuang, menyemprot, atau apa pun. Jenis cat tidak menjadi masalah, dan tidak menjadi masalah apa lagi selain cat yang menempel di permukaan. Hal ini justru bertolak belakang dengan cara Lena yang penuh kendali, mengatur intensitas ketebalan, warna ketika mencipratkan catnya.
Pameran berjudul Titian Tubir, Lena mengungkapkan “ada Titi diantara tubir (jurang). Titi artinya jembatan, Menyiapkan titian untuk melintasi tubir (jurang) kehidupan. Benang nilon berarti juga Realita, warna- warna itu mewakili pikiran dan perasaan untuk menemukan misteri. Tubir itu tebing yang berada di paling pinggir, seperti rongga dalam karya ini membentuk rongga-rongga yang ringkih dan menerawang“, demikian tulisan Lena. (AR/RED)
Sponsor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here