![]()
Seminar Nasional “Sumbangsih Seni dan Budaya untuk Bangsa” pada 17 Januari 2026 di HB Jassin-TIM
SENI.CO.ID — Portal berita KBA News menggelar seminar nasional bertajuk “Sumbangsih Seni dan Budaya untuk Bangsa” dalam rangka merayakan perjalanan rubrik Seni & Budaya yang telah genap berusia satu tahun sejak terbit perdana pada Ahad, 5 Januari 2025.
Seminar ini bukan saja menjadi perayaan perjalanan setahun rubrik Seni & Budaya KBA News, tetapi juga sekaligus wujud penghargaan terhadap semangat berkarya para pekerja budaya. KBA adalah singkatan dari Kantor Berita Alternatif.
Seminar akan digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 13.30-17.00 WIB bertempat di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Adapun para pembicara adalah Prof Dr Ricardi S Adnan (sosiolog), Dr Maman S Mahayana (kritikus sastra), dan Dr Ade Solihat (dosen dan peneliti FIB UI). Seminar menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Dr Fadli Zon sebagai keynote speaker.
Ketua Panitia Seminar Nasional Samari mengatakan kegiatan ini berakar dari keyakinan mendalam akan peran transformatif seni dan budaya. Tidak hanya sebagai hiburan atau warisan masa lalu, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang kuat di tengah masyarakat.
“Seni dan budaya adalah cerminan jiwa bangsa, media ekspresi, serta sarana komunikasi efektif yang mampu menembus batas-batas sosial, ekonomi, dan politik,” ujarnya dakam rilis yang diterima redaksi SENI.CO.ID Rabu, 7 Januari 2026.
Dikatakannya, tujuan diadakannya seminar adalah untuk menyoroti dan mengaktifkan potensi tersebut.
“Fokus utama kami adalah mendorong digunakannya seni dan budaya sebagai medium untuk menyuarakan isu-isu penting, mengedukasi publik, dan memicu dialog kritis mengenai tantangan kontemporer,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Samari, juga menciptakan ruang interaksi yang inklusif di mana perbedaan diapresiasi, dan melalui partisipasi kreatif bersama, rasa persatuan dan identitas nasional diperkuat.
“Dan menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menjadi penikmat pasif, tetapi menjadi kontributor aktif dalam pembangunan sosial melalui karya seni dan kegiatan budaya,” tambahnya.
Samari berharap inisiatif ini dapat menjadi katalisator bagi gerakan perubahan positif, di mana apresiasi terhadap seni dan budaya berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia.
“Semoga upaya kita bersama dapat memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa melalui jalur seni dan budaya,” harapnya.
Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang pesat, jelas Samari, seni dan budaya memiliki peran krusial yang melampaui fungsi estetika atau hiburan semata.
Keduanya merupakan medium refleksi, komunikasi, edukasi, dan yang terpenting, katalisator untuk perubahan sosial yang positif.
Saat ini, imbuhnya, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan kompleks, seperti isu intoleransi, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, dan minimnya ruang dialog publik yang konstruktif.
“Dalam konteks inilah peran seni dan budaya menjadi sangat relevan,” pungkasnya.
Seni menawarkan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan, membuka perspektif baru, dan menyentuh sisi emosional manusia yang seringkali sulit dijangkau oleh pendekatan konvensional.
Sebuah pementasan teater, pameran seni rupa, atau festival musik tradisional dapat menjadi platform yang kuat untuk menyuarakan aspirasi, mengkritisi realitas sosial, dan menginspirasi tindakan kolektif.
“Melihat potensi transformatif tersebut, kami merasa terdorong untuk menginisiasi sebuah seminar yang secara khusus menempatkan seni dan budaya di garda depan upaya pembangunan sosial,” lanjutnya.
Seminar bertajuk “Sumbangsih Seni dan Budaya untuk Bangsa” ini dirancang sebagai wadah untuk mendorong kolaborasi para seniman, budayawan, akademisi, dan masyarakat umum untuk tujuan yang lebih besar dan penuh manfaat.
Dijelaskannya, fokus utama acara ini adalah untuk membahas dan mendemonstrasikan secara nyata bagaimana ekspresi kreatif dapat digunakan sebagai alat advokasi dan edukasi.
“Kami ingin membuktikan bahwa dengan mengapresiasi dan terlibat aktif dalam seni dan budaya, masyarakat dapat menjadi lebih empatik, kritis, dan termotivasi untuk berkontribusi pada solusi atas permasalahan sosial yang ada,” tegasnya.
Samari menambahkan acara ini diharapkan dapat membangun ruang interaksi yang mendorong kohesi sosial di tengah keberagaman dan menginspirasi generasi muda untuk menggunakan bakat kreatif mereka sebagai kekuatan penggerak perubahan di komunitas masing-masing.
“Latar belakang ini mendasari keyakinan kami bahwa investasi dalam seni dan budaya adalah investasi pada masa depan bangsa yang lebih harmonis, berdaya, dan berkarakter,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, manfaat utama dari seminar ini, sebut Samari, adalah mendorong gagasan dan terciptanya ekosistem budaya yang lebih hidup, inklusif, dan berdaya.
“Seni tidak hanya dinikmati secara pasif, tetapi juga dimanfaatkan secara aktif sebagai pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik,” demikian Samari.
Kilas Balik
Pada Januari 2026 rubrik Seni & Budaya memasuki tahun kedua setelah pada tahun pertama yaitu tahun 2025 menerbitkan 52 edisi pada setiap Ahad pagi jam 5.30.
KBA News setia menyapa pembaca yang budiman dengan empat subrubrik unggulan bernama Cerpen, Puisi, Teras Budaya, dan Agenda Budaya.
Dalam rubrik ini redaksi menyajikan artikel-artikel yang berkenaan dengan kebudayaan seperti sastra, seni lukis, seni musik, seni tari, pameran, festival, dan lain sebagainya. Wilayah pembahasannya sangat luas menyangkut semua bidang kebudayaan.
Subrubrik Puisi memuat karya berupa puisi. Subrubrik Cerpen memuat karya berupa cerpen atau cerita pendek. Subrubrik Teras Budaya berisi ulasan, berita, kritik, esai, dan berbagai macam tulisan mengenai peristiwa budaya yang sudah terjadi.
Yang terakhir, subrubrik Agenda Budaya, berisi mengenai peristiwa budaya yang belum terjadi sepekan ke depan.
Rubrik Seni & Budaya KBA News mendapat sambutan luas dari para pembaca, pelaku, dan pemerhati seni budaya dari berbagai daerah di tanah air. Mereka ikut memberikan pencerahan melalui puisi, cerpen, ulasan atau esai budaya, dan agenda budaya.
Ide awal rubrik Seni & Budaya muncul dari obrolan redaksi pada akhir tahun 2024 setelah melihat perkembangan KBA News selama tiga tahun. Dengan rubrik ini KBA News berharap memberikan warna tersendiri bagi perkembangan seni dan budaya di Indonesia. (rls/kba.SENI)







