![]()
Ananda Sukarlan Rilis Rekaman Dengan Komponis India
SENI.CO.ID — Jika kita bicara tentang musik klasik di India dan Sri Lanka, ada tiga nama dari abad 20 yang melegenda : Dirigen orkes Zubin Mehta, komponis Naresh Sohal dan pemain cello Rohan de Saram. Dari tiga tokoh musik legendaris ini, dua yang terakhir telah meninggalkan kita, dan dua tokoh ini pernah bekerjasama dengan komponis & pianis Ananda Sukarlan. Kini hasil kerjasama mereka, yaitu rekaman konser mereka akan dirilis dalam bentuk Compact Disc oleh label Heritage Records (Inggris) dan dapat diunduh melalui YouTube dan Spotify bulan Desember depan.
CD ini dirilis dengan booklet berisi semua keterangan lengkap karya Naresh Sohal yang ditulis oleh komponis muda kelahiran Calcutta tahun 2001, Utsyo Chakraborty.
Naresh Sohal (18 September 1939 – 30 April 2018) adalah komponis India pertama dalam tradisi “klasik Barat” yang pernah membuat musik dari teks dalam bahasa Punjabi dan Bengali (meskipun ia juga membuat banyak karya berdasarkan karya sastra bahasa Inggris). Lahir di Punjab (India) dan kuliah di Leeds University tahun 1962 untuk kemudian menetap di Inggris dan menjadi komponis non pribumi pertama yang pernah menerima beasiswa tahunan dari Arts Council dari Kerajaan Inggris, sebaliknya ia juga adalah orang India Non-Residen (NRI) pertama yang pernah dianugerahi Padma Shri (Order of the Lotus, penghargaan sipil tertinggi oleh Pemerintah India.
Naresh Sohal sering menghadiri konser Ananda Sukarlan dan Rohan de Saram setiap kali konser di London. Selama 9 tahun sejak tahun 2002-an Ananda & Rohan bergabung sebagai duo cello & piano, walaupun jarak umur mereka terpaut jauh (Rohan lebih senior 29 tahun), yang menjadikan duo ini kombinasi dari kematangan artistik seorang maestro dan energi pemuda Indonesia yang baru lulus dari Royal Conservatoire Den Haag dengan predikat summa cum laude. Duo ini tur ke berbagai negara dan festival dan telah menginspirasi terciptanya berbagai karya baru yang ditulis untuk mereka oleh komponis terkemuka dunia seperti Santiago Lanchares dan Jesus Rueda.
Naresh Sohal kemudian terinspirasi untuk menciptakan “Foray” bagi Ananda Sukarlan dan Rohan de Saram. Karya ini kini diakui sebagai mahakarya untuk piano dan cello, telah dibawakan oleh banyak duo lain—terutama setelah kepergian Rohan de Saram pada 2024. “Foray” dipesan oleh BBC Spitalfields Festival untuk diperdanakan oleh Sukarlan dan de Saram pada 6 Juni 2006, lalu ditampilkan oleh keduanya di berbagai negara Eropa. Rekaman yang akan tayang ini adalah dari BBC, dan akan menjadi dokumentasi sejarah hubungan India dan Indonesia melalui musik klasik.
Rohan de Saram adalah salah seorang pemain cello terkemuka, dan musikus klasik paling mendunia dari Sri Lanka. Lahir tahun 1939, ia telah bekerja dengan ratusan komponis, antara lain Benjamin Britten untuk memainkan dan merekam semua karyanya untuk cello solo. Rohan de Saram adalah anggota dari Arditti Quartet sejak didirikan oleh pemain biola Irvine Arditti tahun 1974, dan bertemu dengan Ananda Sukarlan saat Ananda bekerjasama dengan Arditti Quartet dalam merekam dan tur konser dengan program seluruh karya Jesus Rueda untuk piano dan instrumen gesek.
Meskipun Naresh Sohal menulis dalam gaya Barat, cakupan komposisinya yang luas menunjukkan komitmen terhadap wawasan filsafat Hindu.







