Home Bahasa Penyair Soni Farid Maulana Mangkat, Karyamu Abadi Selamanya

Penyair Soni Farid Maulana Mangkat, Karyamu Abadi Selamanya

119
0
Soni Farid Maulana/ist
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un Khusnul Khotimah Sang Penyair Soni Farid Maulana.
SENI.CO.ID Soni Farid Maulana (SFM) adalah kating (kakak tingkat) jurusan Teater di kampus ASTI/STSI kini Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. SFM adalah penyair dan wartawan di Harian Pikiran Rakyat (PR), di group WAG kampus kabar SFM tersiar bahwa  berpulang ke Yang Maha Kuasa Allah SWT.
SFM lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 19 Februari 1962 dari pasangan R Sarah Solihati dan R Yuyu Yuhana. SFM dalam usia 60 tahun pergi selamanya. Saya berujar Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un Khusnul Khotimah kang SFM.
Dan saya hanya bisa mengantar lewat tulisan ini. Saya memang sudah lama tak jumpa Kang penyair SFM dulu sering sekali jumpa saat saya masih Freelance untuk media sisipan Pikiran Rakyat Khasanah yang kendalinya di guru saya Pak Suyatna Anirun. Namun saat saya ke Jakarta dan bermukim di Jakarta saya juga dapat info bahwa Kang SFM tinggal di Ciamis setelah pensiun di PR.
SFM telah lama sakit diabetes. Kawan baik saya yang juga senior Edi Purnawadi di Kampus juga sempat memposting –saat kurang lebih 10an harian– menjenguknya SFM yang sedang sakit di Ciamis.
SFM adalah penyair Indonesia yang sangat produktif. Karyanya sangat luar biasa. dari laman ensklopedia sastra Indonesia Kemendikbud disebutkan bahwa SFM, seorang penulis puisi religius yang mengarah pada sufistik.
Soni dikenal juga sebagai pencetus puisi empat baris dengan patron 6-5-4-3 yang dikemudian dikenal sebagai puisi Sonian. Enam suku kata di baris pertama, lima suku kata di baris kedua, empat suku kata di baris ketiga, dan tiga suku kata di baris keempat.
Guru SFM dalam bersastra adalah WS Rendra. Ia juga berguru pada tokoh-tokoh penyair lainnya yang senior, pergaulan SFM dengan seniman diluar sastra sangat kuat dan kuat jaringannya, misalnya ia dekat dengan peupa Sunaryo, dan sejumlah seniman rupa lainnya. SFM juga dekat dengan musisi Indonesia Harry Roesli dan salah satu puisinya  berjudul “Tusuk Gigi” pernah dipakai pentas karya opera Harry Roesli berjudul “Opera Tusuk Gigi” tahun 1997 dipentaskan dan sukses.
Dalam sastra Indonesia karya puisi SFM sering saya jumpai dipakai sebagai karya yang dibacakan dalam sejumlah lomba baca puisi.
Soni selain seorang penyair produktif dalam karya bahasa Indonesia ia juga menulis karya puisi dalam bahasa Sunda. Soni menikah dengan Heni Hendrayani pada 19 Februari 1990 dan dikaruniai tiga anak.
Selamat jalan sang penyair…Insya Allah tempatmu di sisiNYA, dan karyamu akan abadi selamanya. Tabik…!! (aendra)

 

Previous articlePERMISI! (Road Trip Exhibition) 2022: Kontes Berhohong
Next articleThe Apurva Kempinski Bali Luncurkan ‘Galeri Seni dan Musik’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here