Home AGENDA Kini “The Scream” Terpajang di Edvard Munch Museum Oslo Norwegia

Kini “The Scream” Terpajang di Edvard Munch Museum Oslo Norwegia

179
0
Seorang pria memotret ikonik Edvard Munch "The Scream" dengan pastel (1895) selama pratinjau pers pameran karya Munch di Museum of Modern Art (MoMA) New York City 24 Oktober 2012. REUTERS/Mike Segar
SENIINDONESIA – WOW! Lukisan “The Scream” yang merupakan lukisan fenomena dunia dan bisa dikatakan gambar paling ikonik dalam seni kini terpajang apik di Museum. Karya Edvard Munch itu kini ada di pusat kota Oslo sebuah museum baru yang didedikasikan untuk penciptanya pelukis modernis Edvard Munch. Museum ini baru dibuka di Oslo Norwegia 19 Oktober 2021.Edvard Munch (1863-1944), karyanya paling terkenal adalah “The Scream” Jumat, 222 Oktober 2021 reuters.com menuliskan bahwa pengunjung tidak akan tahu versi mana yang akan mereka lihat sampai mereka  masuk museum.

Lukisan sosok yang memegang kepalanya di matahari terbenam merah yang berputar-putar terinspirasi oleh tinggal di Berlin pada tahun 1892 ketika orang Norwegia, yang saat itu berusia 28 tahun, adalah pemimpin gerakan Simbolis.

Antara tahun 1893 dan 1910, Munch melukis “The Scream” berkali-kali menggunakan teknik yang berbeda. Museum tepi laut akan memiliki akses ke tiga kanvas itu tetapi hanya menunjukkan satu per satu karena sangat rapuh, kata direktur Museum Munch, Stein Olav Henrichsen.

Sejak kematian Munch pada tahun 1944, gambar tersebut telah berulang kali direplikasi dalam budaya pop, pada T-shirt, dan terakhir sebagai emoji.

“Siapa pun bisa melihat diri mereka dalam karakter itu,” kata kurator museum Trine Otte Bak Nielsen dalam lama reuters.com 22 Oktober 2021

Sebuah museum baru yang didedikasikan untuk seni pelukis modernis Norwegia Edvard Munch (1863-1944), yang karyanya paling terkenal adalah “The Scream” dibuka di Oslo, Norwegia, 19 Oktober 2021. Stian Lysberg Solum/NTB/via REUTERS

“Tidak jelas apakah itu pria atau wanita, dan ada sesuatu dengan keterusterangan itu dan warna serta garis yang kuat, semuanya menunjukkan sosok dan lanskap yang menyatu menjadi simbol yang sangat kuat.”

Sementara motif Munch yang paling terkenal lainnya, termasuk “Pubertas” dan “Madonna”, juga berasal dari tahun 1890-an, ia bekerja di luar rumahnya di pinggiran Oslo dari tahun 1916 dan akhirnya menyimpan dua pertiga dari karya seni yang dihasilkan di sana.

Dia meninggalkan warisan itu ke kota, yang kemudian diduduki oleh pasukan Jerman, dalam wasiatnya ketika dia meninggal, kata Henrichsen. “Dia takut apa yang akan dilakukan Nazi padanya sebagai seniman dan koleksinya,” katanya kepada Reuters.

Kehadiran museum yang mencolok di kota tersebut telah menjadi bahan perdebatan di Oslo selama bertahun-tahun.

Fasad abu-abu logam dari gedung 13 lantai dan menara profil berat yang mencolok di atas gedung opera, perpustakaan umum, dan bangunan tempat tinggal – semuanya dibangun dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari proyek pembaruan perkotaan untuk menggantikan pelabuhan peti kemas yang sibuk.

Sementara koleksi Munch museum yang luas akan menjadi daya tarik utamanya, museum ini juga akan menampung pameran dan kegiatan lainnya, kata kurator seni kontemporer Tominga Hope O’Donnell.

“Ini akan menjadi tempat untuk produksi baru yang mutakhir di mana kami memiliki seni pertunjukan dan di mana Anda dapat datang dan melihat beberapa yang terbaik yang ditawarkan kota ini,” katanya.

Jauh sebelumnya memang Museum Munch ini sudah tersiakan bahwa pada Oktober 2021 museum Munch akan dibuka secara resmi di Oslo Norwegia.

Inilah museum yang diramalkan dapat jadi tidak benar satu destinasi wisata terbesar di kota itu. Dalam laman liverpoolmuseums.org disebutkan bahwa pembukaan museum ini termasuk 18 bulan lebih lama dari rencana sebelumnya. Namun, perihal itu diharapkan bisa menolong mempercepat proses pemulihan pascapandemi Covid-19 di Oslo.

Salah satu karyanya yang mendunia adalah beberapa lukisan The Scream yang sering dijadikan simbol kegelisahan. Ketika Munch meninggal pada th. 1944, semua karyanya diwariskan ke Kota Oslo, beberapa juga dibeli oleh museum seni Louvre .

Menurut laman Museum Munch, warisannya lumayan beragam, termasuk lebih dari 28.000 karya seni, surat, foto, dan barang khusus lainnya. Sekitar 77 th. kemudian, kota tersebut kelanjutannya punya museum yang lumayan besar untuk menyimpan dan memajang semua koleksi pelukis kelahiran th. 1863 itu. “Munch menambahkan hadiah yang sangat berarti untuk Oslo. Kami dapat secepatnya membagikan hadiah ini bersama dengan semua dunia didalam kerangka yang sangat cocok bersama dengan keadilan seni Munch,” kata Pemimpin Dewan Kota Oslo Raymond Johansen.

Sebelumnya, Museum Munch yang lama berlokasi di Tøyen, sebuah daerah pemukiman yang terdapat di pinggiran dan jauh dari museum dan juga atraksi lainnya.

Dalam catatan SENI kami melihat bahwa “The Scream” karya Munch selain jadi paling ikonik banyak sekali seniman di dunia bahkan Indonesia sendiri terinsiprasi karya Munch ini baik menjadi bagian fotage maupun sejumlah media lainnya yang di ekspresikan.  (AME/SN)

Previous articleTUBUH TARI SEBAGAI ARSIP DAN ARTEFAK CULTURAL
Next articleDua Seniman Lukis Indonesia Tampil di Ajang Florence Biennale XIII Italia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here