Home BERITA FILM OFFICIAL SECRETS, Perempuan Pencegah Perang Yang Penuh Kebohongan

FILM OFFICIAL SECRETS, Perempuan Pencegah Perang Yang Penuh Kebohongan

352
0
Katharina Teresa Gun (Kiera Knightley) dalam Film OFFICIAL SECRETS/ist

Teori “Kedaulatan Rakyat” menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi pada sebuah negara ditangan Rakyat. Rakyat yang berdaulat meruntuhkan faham kekuasaan tunggal. Teori ini menjadi faham negara penganut demokrasi. Komitmen utama para pelaksana mandatnya dengan rakyat adalah keterbukaan.

Oficcial Secrets adalah sebuah dokudrama, sebuah true story. Seseorang ysng melawan negara untuk kepentingan rakyat dan kemanusiaan dengan membongkar sebuah ” kebohongan yang dilindungi undang-undang”.

Film Official Secrets adalah film Inggris yang diproduksi tahun 2019 berdasarkan novel The Spy Who Tried to Stop a War oleh Marcia dan Thomas Mitchell.

Disutradarai oleh Gavin Hood, skenario oleh Gregory & Sara Bernstein juga Gavin Hood. Saat tulisan ini dibuat Official Secrets ditayangkan TV kabel/ berlangganan.

Pada awal tahun 2003 seorang penterjemah di GCHQ Khatarine Teresa Gun (Kiera Knightley) tanpa sengaja mendapat sebuah memo tentang operasi bersama Inggris dan Amerika Serikat dalam penyadapan dan memata matai anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB antara lainAngola, Kamerun, Chili, Bulgaria, Pakistan dan Guenia. Tujuannya mengelola mereka untuk dukungan resolusi invasi ke Irak.

Marah terhadap persekongkolan ini Khaterine Gun membocorkan memo ini. Dia menjadi whistleblower peniup peluit yg membuka kasus invasi Irak walaupun perang itu tidak bisa dicegah.

Ben Emmerson dari lembaga advokasi Liberty/ist

GCHQ adalah Goverment Comunication Headquater – Pusat Komunikasi Pemerintah (Inggris). Sebuah badan intelejen inggris yang bertugas dan bertanggung jawab menyediakan sinyal intelejen dan jaminan informasi untuk Pemerintah Inggris dan militer bermarkas di Chetelham. GCHQ beroperasi dibawah arahan resmi dari Joint Inttelegence Comittee, Security Service (M 15 ), Secret Inttelegence Service ( M 16 ) dan Defence Intellegence ( intelejen militer)The British Signal Intelligence dibawah GCHQ dengan bantuan NSA ( National Security Agency ) Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat menyadap komunikasi siapapun yang menggunakan Yahoo webcam.

Th 2014 The Guardian membuka kasus ini. Yahoo memperlihatkan kemarahannya pada kasus ini sebagai pelanggaran privaci terhadap pengguna Yahoo. JTLS ( Joint Technical Lenguage Service ) sebuah departemen kecil badan lintas pemerintah yang bertanggung jawab seputar teknis Bahasa. Tugasnya menafsirkan dan menterjemahkan kode intelejen yang mungkin saja ada diantara lalu lalang komunikasi ( pada th 2013 Edward Snowden mantan kontraktor pertahanan membongkar skandal Tempora, penyadapan data telpon dan daring di Inggris oleh GOHQ/JTLS ).

Bisa jadi terungkapnya skandal skandal Inggris Amerika Serikat berikutnya ini efek domino peluit kasus yang ditiup Katharine Gun. Tujuan luhur Katharine adalah mencegah keterlibatan negaranya dalam rencana invasi Irak. Katharine menyerahkan memo itu ke temannya yang segera diserahkan kepada seorang aktifis anti perang Ivonne Ridley. Setelah memo itu ditolak sebuah media cetak karena diragukan keasliannya Ivonne Ridley menyerahkan memo itu kepada Martin Bright dari The Observer.

Kiri Martin Bright asli – kanan Mark Smith sebagai Martin Bright/ist

Memo yang ditemukan Katharine Gun berasal dari Frank Koza kepala target regional NSA Badan Keamanan Amerika Serikat. Setelah melalui upaya yang gigih koresponden The Observer di Washington DC memastikan bahwa memo itu asli. Penerbitan memo pada tahun 2003 itu memancing perhatian publik dan media. Publikasi yang dihasilkan The Observer tidak mulus beberapa keraguan muncul karena kesalahan ejaan membuat keaslian memo itu diragukan lagi.

Tindakan Katharine mendorong GCHQ membuat investigasi intern. Karena tekanan psikologis dan melindungi sesama rekan mendapat tekanan kecurigaan berkepanjangan Katharine mengaku bahwa dia yang membocorkan memo. Setelah itu kehidupan privat Katharine terintimidasi oleh berbagai tekanan dari aparat. Mencapai puncaknya ketika suami Katharine seorang Muslim yang sedang dalam proses mengurus legalitas kewarga negaraan Inggrisnya terancam di deportasi ke negara asal.

Katharine Gun meminta bantuan jasa pengacara Liberty sebuah kelompok advokasi yang memperjuangkan kebebasan sipil dan hak asazi manusia : Ben Emmerson dan direktur Liberty : Shami Chakrabarti.

Pada tahun 2003 itu juga 19 Maret, Amerika Serikat, Inggris bersama pasukan koalisi melancarkan agresi Militer penuh terhadap Irak.

Seperti kita ketahui agresi militer ini diungkap tidak menemukan apa yg diduga senjata pemusnah masal alasan terbesar pasukan Koalisi melancarkan agresi militer. Perang ini sendiri menghasilkan kekacauan luar biasa a.l : kerusuhan antar kelompok, munculnya kelompok pemberontak dan pembunuh brutal serta korban warga sipil yang luar biasa efek dari perang vertikal konsep Amerika Serikat. Korban baik dari sipil dan militer mencapai lebih dari 6000 jiwa.

Kiera Knightley dan Katharine Gun asli/ist

 

Ralph Fiennes sebagai Ben Emmerson/ist

 Katharine Gun dalam salah satu pembelaan dirinya atas tuduhan penghianatan/ ketidak setiaan terhadap negara menyebut bahwa tindakannya adalah keberfihakan terhadap rakyat Inggris.

Rakyat Inggris tidak selayaknya menjadi bagian dari perang ilegal. Katharine menyebut kemungkinan korban besar diantara pasukan Inggris dan rakyat Irak. Juga terhadap ” kebohongan ( negara kepada rakyat ) yg dilindungi undang undang “.

Tujuan utama agresi Amerika Serikat – Inggris adalah kontrol cadangan minyak dunia dan penguasaan wilayah strategis di timur tengah untuk pangkalan militer. Penguasaan wilayah Irak menguntungkan Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya di timur tengah : Israel.

Perang Irak yang dijanjikan Presiden Bush akan berlangsung singkat namun faktanya berjalan selama 8 tahun. Dalam perang yang paling intens selama 4 tahun pertama korban warga sipil Irak mencapai 50.000 jiwa.

Perang tanpa legetemasi PBB dan melanggar piagam PBB ini bukan hanya menjadi kasus internasional namun juga melahirkan konflik internal di Amerika Serikat dan Inggris yang mirip sebuah persekongkolan ( lihat film Green Zone ).

Tujuan utama agresi Amerika Serikat – Inggris adalah kontrol cadangan minyak dunia dan penguasaan wilayah strategis di timur tengah untuk pangkalan militer. Penguasaan wilayah Irak menguntungkan Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya di timur tengah : Israel.

Pada tahun 2003 itu juga Katharine Gun masuk ke persidangan. Pemerintah Inggris menggugat Katharine Gun karena melanggar Undang Undang Rahasia Negara dan menugaskan Direktur Penuntutan Umum Ken Macdonald memimpin penuntutan. Katharine Gun menolak mengaku bersalah dalam persidangan secara mengejutkan Jaksa Penuntut membatalkan semua dakwaan dan membatalkan tuntutannya.

Dalam film Jaksa Penuntut memutuskan untuk tidak menyampaikan alasan pembatalan namun sikap itu sesungguhnya untuk menghindari Penuntut Umum terpaksa harus mepresentasikan alasan palsu pemerintah Blair untuk keikutsertaan Inggris dalam sebuah perang ilegal agresi militer ke Irak.

Invasi Irak adalah perang brutal, pembunuhan karakter Bangsa Irak dan kejahatan kemanusiaan. Banyak invasi negara superpower ke negara lain melalui berbagai cara. Kegaduhan politik, konflik internal, korupsi terskenario, drug, Islampobhia, adu domba sektarian, pembentukan pemerintahan boneka dll. Pada ahirnya nanti melahirkan tidakan represif, pemasungan hak berpendapat dan pelanggaran hak asazi manusia. Setiap warga negara harus mengevaluasi apakah negaranya memiliki seluruhnya atau sebagian dari karakter itu?

Kepentingan Nasional dan Keamanan Nasional adalah isu paling populer yang digulirkan sebuah negara super power untuk meng-invasi negara negara lain. Biasanya eufamisme dari tujuan tujuan geopolitik terhadap sumber daya alam dan pasar. Namun bagi negara korup “demi Kepentingan Nasional dan demi Keamanan Nasional” juga menjadi isu yang paling efektif untuk tindakan represif dan kebohongan yang dilindungi Undang Undang.
[18:25, 3/19/2021] Hangky: Negara tidak lagi mengemban amanat rakyat namun mengembangkan kepentingan Nasional untuk kepentingan “lain”.

Kebohongan yang dilindungi Undang Undang menjadi alat legetimasi. Sosok seperti Katharine Teresa Gun satu dari mereka yang mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk memberitahu bangsanya. Film Official Secrets membuktikan bahwa film mampu menyampaikan dengan efektif masalah masalah yang menjadi berat kalau kita cerna melalui teks. Official Secrets walaupun sebuah film yang lurus lurus saja namun mampu mendorong kita untuk tahu lebih dalam pesan yg disampaikan.***

HERMAWAN RIANTO, Gambaridoep.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here