Home Bahasa Pop Puisi: Antologi Pink (Part 7)

Pop Puisi: Antologi Pink (Part 7)

561
0
VIRGIN (2006) OIL on Canvas/ist
Karya Taufan S. Chandranegara

Pop Puisi Pink (Part 7)
(Untuk cantikmu di Taman Firdaus)

Biarkan kerling matamu memandang ke-bawah
Kau terlihat lebih cantik, lebih ranum
Segar seperti es potong rasa coklat
Benar begitu kan?

Jangan menggeleng dulu
Rasakan sukmamu sedingin es mambo
Secantik kembang gula warna dadu
Ini, sedikit kecupan timun suri

*

Kalau begitu sekarang rekahkan bibirmu
Bukan seterbuka itu, sedikit saja
Nah, lipstikmu sewarna lazuardi
Sekilas semirip pepaya potong

Benarkan? Kalau tak terlihat
Coba kau pandang bola mataku
Tidak dari situ, agak ke-sini, melirik
Ya, betul begitu, kau melihatnya?

*

Capung-capung beterbangan riuh
Maski tak ada kupu-kupu di antaranya
Tetap indah kan? Rasakan jantungmu
Detaknya bisa kau hitung sekarang

Apa lagi maumu, asal jangan kau pinta
Aku, mati suri sejenak, kalau itu maumu
Ya, sila ambil jantungku satu persatu
Asal jangan kau copot jantungmu

*

Ini situ, tempat kita menulis, ‘kekasih’, di airnya
Sibak satu persatu mata air di dalamnya
Kau akan menemukan rembulan tersimpan
Di balik matahari purba selalu tersenyum

Sudah? Puas. Sebelum berlalu
Apa lagi kau pinta dari peradaban
Ia tak menyimpan cinta, serupa maumu
Seperti punguk tak merindukan apapun

*

Cukupkan pelukan meski tak semanis madu
Rindu tak ada di pelupuk mata atau di ufuk jiwa
Akan meretas ketika kau menoleh ke-horizon
Batas hidup di antara kita.

Jakarta Indonesia, February 1, 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here