Home AGENDA Susentono Nakhoda SOS Babakan Siliwangi Bandung 2020 – 2023

Susentono Nakhoda SOS Babakan Siliwangi Bandung 2020 – 2023

473
0

SENI.CO.ID – Bagi pecinta public green park Forest Walk Babakan Siliwangi Bandung bisa dijadikan sebagai salah satu sarana traveler dan juga destinasi setelah menyelesaikan sejumlah aktivitas.

Pohon pohon yang rindang padat memenuhi kawasan Forest walk yang sejuk ini,
Pada 27 September 2011 event Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment 2011 pernah mendeklarasikan Babakan Siliwangi menjadi hutan dunia. Kota Bandung patut berbangga karena sebuah kota masih langka memiliki hutan kota yang diakui salah satu event oleh lembaga Internasional.

Kesejukan Keindahan kawasan ini sudah begitu banyak di kenal dan dikunjungi wisatawan kota Bandung juga luar kota Bandung bahkan Wisatawan mancanegara.

Kebanggaan dan kenyamanan kawasan ini menjadi sedikit terusik ketika kita melihat suatu lokasi tertentu yang bernama Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi,yang terlihat bangunan fisiknya rapuh dan dikhawatirkan akan runtuh.

Sanggar Olah Seni (SOS) ini, terletak di lokasi yang sangat strategis, dalam Forest Walk Babakan Siliwangi. Sanggar tersebut merupakan ruang kreatif yang selalu bisa dilewati oleh publik. Kegiatan di sanggar tersebut sangat aktif dan produktif. Namun kurangnya penataan tata letak studio, galeri, dan ruang lokakarya, sehingga sangggar tersebut nampak tak terawat dan tak teroganisir dengan baik.

Padahal apabila ditata dengan lebih rapih, sangat berpotensi unuk menjadi sarana art center atau ruang seni di tengah kota.

Ad ahal yang ironis dan menyedihkan, sebagai sarana proses kreatif seniman untuk melahirkan karya-karyanya, sanggar ini tidak di fasiliitasi fisik yang memadai bahkan cenderung terbengkalai.

Susentono Ketua Sanggar Olah Seni Bandung periode 2020 – 2023

Tentang SOS, beberapa puluh tahun ke belakang Sanggar Olah Seni merupakan ruang publik untuk kegiatan kreatifitas Seni, baik Seni Rupa juga berbagai seni Seni Pertunjukan, dan dikenal sebagai sarana Pendidikan Seni yang melahirkan tokoh-tokoh seniman yang diakui masyarakat Indonesia bahkan Internasional.

Pada waktu itu Sanggar Olah Seni di pimpin oleh seorang Seniman rupa bernama R Thony Joesoep. Rd. Tohny Joesoef (1933-2001) adalah seorang seniman juga pendidik. Sebelum menjadi ketua Sanggar Olah Seni, beliau telah mendirikan Sanggar Ligar ’64 sebagai sarana pendidikan seni rupa informal di Bandung. Ditangan Tohny Joesoef , sanggar olah seni bukan hanya sebagai tempat berkreasi dan berapresiasi melainkan juga menjadi tempat dimana masyarakat datang untuk belajar melukis, dan juga belajar pelatihan seni budaya lainnya seperti Teater, tari, Pencak Silat dan lain sebagainya. Sebagai seorang ketua beliau memberikan penekanan kepada siswa dan anggotanya untuk berprestasi serta kepatuhan pada sistem Sanggar dalam melakukan pelatihan kreatifitas keseniannya. Selain ada SOS bersebelahan ada juga sanggar Mitra, ini adalah sanggar Pak Mitra pelukis Bandung juga.

Sepeninggalnya Pak Tonny Yoesoef pada tahun 2001, terjadi suatu perencanaan Pemerintah Kota Bandung, untuk menjadikan kawasan babakan Siliwangi sebagai kawasan komersil, diantaranya Apartemen dan Kondominium, dimana lahan yang akan bongkar termasuk diantara area lokasi Sanggar Olah Seni.

Hal ini membuat pecah konsetrassi para seniman SOS, kreatifitasnya menjadi terganggu dikarenakan harus mempertahankan fasilitas yang sudah puluhan tahun digunakan untuk kegiatan yang sangat berpengaruh untuk perkembangan seni di kota Bandung.

Selama hampir tiga tahun seniman SOS terjadi konflik dengan pemerintah Kota Bandung khususnya dengan anggota DPRD kota Bandung, tawaran dari seniman untuk berdialog dengan anggota DPRD tidak digubris samasekali, padahal media masa serta beberapa LSM (seperti PR, DPKLTS dll) sudah begitu banyak mengangkat persoalan konflik ini.

Maka di bentuklah Komunitas bernama Solidaritas Seniman Siliwangi dengan ketua Cecep Ahmad Hidayat dan sekertaris Syarif Hidayat (putra Pak Tony Joesoef, komunitas ini mendapat dukungan langsung dari beberapa Budayawan dan Seniman seperti Saini KM, Acil Bimbo, Doel Sumbang dll, dan dengan komunitas ini diiajukanlah surat ajuan dialog dengan DPRD dan di terima serta mendapat jawaban, yang ahirnya di gedung DPRD terjadi dialog cukup panas yang melahirkan keputusan bahwa semua rencana pembangunan Kormersil di kawasan Babakan Siliwangi di PENDING sampai saat ini.

Hal lain yang mungkin perlu penulis sampaikan adalah kalau para seniman sedang ngobrol ngaler ngidul, sering terlontar pembcaraan bahwa sarana olah raga dan SABUGA sebagai fasilitas kegiatan komersil yang hadir dengan warna yang tidak harmoni dengan lingkungan alam, seharusnya di kembalikan ke semula, sebagai area sawah dan ladang sehingga terwujud lingkungan alam yang harmonis.

Bisa tidak ya?.

Harusnya Bisa kalau penguasa kota Bandung ini punya prinsip yang ideal.

Begitulah sekilas informasi tentang Dinamika Sanggar Olah Seni yang di dapatkan dari beberapa seniman Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi.

Pada Minggu, 13 September 2020 Sanggar Olah Seni (SOS) ada kenduri penting yanga dihadiri beberapa alumninya yang ternyata mereka telah memilh Susentono sebagai Ketua SOS untuk periode 2020-2023.

Para alumni SOS ini datang dari berbagai daerah seperti dari Tasikmalaya, Jakarta bahkan dari Bangka Belitung mereka berharap banyak agar Ketua terpilih hari ini akan dapat membenahi berbagai hal kekurangan fasilitas sanggar terutama fisik bangunan sanggar yang sudah terlihat rapuh dan menggenaskan.

Memang terkesan berat dengan tuntutan anggota sanggar tersebut, tetapi Susentono sebagai ketua terpilih terihat optimis untuk bisa menjalani kepemimpinannya kedepan.  “Saya akan konsen memprioritaskan kegiatan Pendidikan Seni di SOS, selanjutnya akan mencoba semaksimal mungkin untuk mensejahterakan anggota seniman sanggar Olah Seni dengan berbagai cara, salah satunya akan mencoba bekerja sama dengan berbagai institusi baik pemerintah maupun swasta seperti Perhotelan agar karya karya seniman SOS cepat terjual secara professional,”ujar Tono panggilan akrab seniman lukis ini yakin.

Tono juga menyampaikan akan melakukan pembenahan semaksimal mungkin fisik bangunan Sanggar yang sudah rapuh dan menggenaskan, karena beliau menyadari hal inilah yang sebetulnya yang paling di harapkan oleh para anggotanya.

Sebagai sosok yang pernah menjalani sebagai sekertaris SOS dengan Ketuanya saat itu Syarif Hidayat, Susentono mempunyai cukup pengalaman untuk memahami kondisi rencana kerjanya kedepan agar sanggar ini bisa sesuai dengan harapan semua, baik anggota sanggar khususnya Seniman dan masyarakat Kota Bandung pada umumnya..

Susentono pun menyadari betul potensi anggota SOS dan dia pun berharap agar anggotanya yang sudah mampu dan stabil secara fisik agar ada perhatian khusus pada sanggar, seperti halnya anggota sanggar yang bermukim di Rajapolah Tasikmalaya (Tono) telah mendirikan Yayasan Budaya yang bernama Yayasan Buana wangi, kemapanan Yayasan tersebut tidak melupakan sejarahnya dengan menyumbangkan dana untuk kegiatan sanggar termasuk juga yayasan mitra yang kebetulan berhasil mengembangkan sebagian fasilitas sanggar menjadi produktif dan menghasilkan finansial.

“Insya Allah Yayasan Mitra selalu menyumbangkan dana bantuan kepada SOS dan mudah-mudahan setiap bulannya akan memberikan bantuan minimal buat operasional seperti listrik SOS yang setiap saat perlu backup dari semua pihak,” paparnya

Hari menjelang sore, aroma liwet dan goreng ikan asin khas menu sanggar Olah Seni menyebar seantero hutan kota, semua anggota sanggar yang hadir mulai mencari sumber aroma menu khas tersebut, kerinduan akan kebersamaan di waktu-waktu yang telah lalu hari ini nyaris terwujud sempurna, Walau di tengah Pandemi corona yang mencekam kota, semua semuringah cerah menyambut waktu harapan kedepan dengan ketua barunya Susetono.

Bergerak melangkah dengan karya yang semakin menggigit, BEBASKEUN untuk meraih semua keinginan dan harapan, hindari kesombongan yang sia sia (Sensasional). VIVA SOS!
Bandung 14 September 2020

Ki Sunda (CAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here