Home BERITA Ajip Rosidi dan Eriko Kameyama

Ajip Rosidi dan Eriko Kameyama

441
0
Penulis Aendra bersama Eriko Kameyama saat berjumpa di Tokyo. Eriko pernah mahasiswi Ajip Rosidi/doc AME
SENI.CO.ID – SAAT saya mendapat informasi bahwa Sastrawan Ajip Rosidi meninggal dunia. Dalam hati saya bilanng bahwa satu lagi tokoh bangsa besar pergi dalam dunia kebudayaan.
Tak lama juga saya langsung kontak kawan saya orang Jepang yang kini mengajar di Nara University, Eriko Kameyama Phd. lewat jalur messengernya. Saya Copas saja info BERITA DUKA Dewan Pengurus Yayasan Kebudayaan “Rancagé”
 
Eriko adalah seorang mahasiswi di Jepang yang pernah menjadi murid Ajip Rosidi, Eriko kini sudah menjadi dosen di Nara Universty.
 
Kira-kira 20an tahun lalu saat Eriko ke Indonesia (JKT atau Bandung) ia paling rajin bertemu dengan Kang Ajip baik yang di Jakarta Jl. Rawa Bambu (Pasar Minggu) maupun di Bandung, bahkan ke Magelang. Eriko juga pernah menjadi relawan PMI Dunia untuk Timor Leste dan beberapa program di Indonesia untuk sejumlah penelitian.
 
Suami Eriko adalah seorang sutradara muda film di Jepang yang sedang naik daun  saat diberikan informasi meninggalnya Ajip Rosidi mengatakan, “Saya turut berduka cira atas berpulangnya Bapak Ajip. Semoga almarhum diterima segala amal dan ibadahnya di sisi Allah. Aendra, terima kasih menyampaikan beritanya, juga foto beliau. Saya merasa kehilangan, juga ingat kenang-kenangannya,” ujar Eriko Kameyama pada penulis.
Eriko juga mengatakan bahwa dirinya banyak berutang budi dengan Pak Ajip dan keluarganya baik di Jepang maupun di Indonesia. Jadi saya agak bingung dari mana bisa saya cerita, kenangnya.
 
Ajip Rosidi/ist

“Pak Ajip mengajar banyak mahasiswa selama 23 tahun. Saya sebagai salah satu mahasiswanya belajar bahasa Indonesia dan juga tentang Indonesia melalui beliau. Pada suatu hari dosen kami pernah mengatakan bahwa Ajip sensei (Pak Ajip) itu orang yang seperti memikirkan pada setiap saat Indonesia mesti bagaimana,” ujar Eriko lagi.

 
Masih kata Eriko bahwa dirinya walaupun memilih jurusan bahasa Indonesia, bagi kebanyakan mahasiswa bahasa Indonesia dan Indonesia itu dunia yang belum begitu kenal.
 
“Mungkin karena itu, di luar kuliah di kampus, beliau rela mengundang para mahasiswa semester satu ke rumahnya untuk makan bersama masakan Indonesia. Kami mantan mahasiswa, masih suka ingat dan berbicara jika kami bertemu kembali. sempat bertemu dengan keluarganya pertama kali pada kesempatan itu, dan menikmati mencoba masakan Indonesia yang disediakan oleh keluarganya,” jelas Eriko istri dari Sutradara asal Jepang Koji Fukuda yang membuat film Aceh “Laut” (The Man from the Sea) dimana inspirasinya atas peristiwa Tsunami Aceh.
 
Eriko juga mengaku kalau dirinya sendiri, pernah diberi kesempatan untuk belajar bahasa Sunda di rumahnya bersama dengan Ibu Ajip (almarhuhumah) sebelum berangkat ke Bandung.
 
“Waktu itu, muridnya ada tiga orang, selain saya. Mahasiswa S2 yang mempelajari sejarah Indonesia, mantan mahasiswi yang tetap berminat belajar tentang Indonesia walaupun setelah wisuda, dan seorang ibu-ibu yang mengelola studio kamera dan suka Indonesia. Pelajaran bahasa Sunda pada waktu itu juga sambil makan bersama,” kenang Eriko.
(amk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here