Home BERITA Kolaborasi Gelung Sitisound ISBI Bandung di Tokyo University of The Arts, Jepang

Kolaborasi Gelung Sitisound ISBI Bandung di Tokyo University of The Arts, Jepang

663
0

SENI.CO.ID (SENIINDONESIA) — Karya kolaborasi bertajuk Gelung Sitisound terpilih mewakili Indonesia untuk dipresentasikan di Tokyo Jepang.

Salah satu luaran hasil riset kolaborasi Dosen ISBI Bandung Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Budaya Media dipaparkan di Tokyo University of the Arts, Tokyo Jepang pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2019 lalu.

Dr. Wanda Listiani, Ketua LPPM ISBI Bandung mengatakan bahwa proses pendampingan Desa Wisata yang dilakukan timnya di Desa Sitiwinangun Cirebon menjadi data penelitian yang patut dipublikasikan. Salah satunya adalah Gelung Sitisound yang terinspirasi dari aktivitas para pengrajin gerabah perempuan yang lanjut usia di Desa tersebut.

Forum Temu Internasional setiap dua tahunan yang digagas oleh Creative Research into Sound Arts Practice (CRiSAP), University of the Arts London dan pada tahun 2019 ini berkolaborasi dengan Graduate School of Global Arts (GA), Tokyo University of the Arts dipilih sebagai forum mempublikasikan salah satu hasil riset kolaborasi Dr. Wanda Listiani, Afri Wita, Deni Yana, Yadi Mulyadi, dan Dr. Sri Rustiyanti.

“Karya Gelung Sitisound: Activism and Harmony of Women Ceramic Artisans in Sitiwinangun Tourism Village Cirebon Indonesia terpilih dan satu-satunya dari Indonesia dalam kesempatan Call for Contributions: SGFA – Tokyo bulan Mei 2019 lalu”, ujar Afri Wita.

Usulan tersebut diterima untuk dipresentasikan di SGFA – Tokyo, tepatnya di Chinretsukan Gallery, Tokyo University of the Arts (Tokyo – Japan), jelasnya.

“Mendapat kesempatan untuk presentasi di event ini merupakan peluang yang istimewa bagi kami. Proses seleksinya sangat ketat dan berkompetisi dengan karya seni lainnya dari Eropa dan Asia Pasifik, ”, ujar Dr. Wanda Listiani.

Ditambahkan Afri Wita, “Presentasi di forum internasional ini merupakan kesempatan, grant spesial  dan pengalaman luar biasa bagi kami di tahun 2019 ini”.      

Gelung Sitisound adalah harmoni bunyi yang dihasilkan dan terinspirasi dari gerabah berbentuk Gelung, tatanan rambut perempuan Indonesia. Gelung Sitisound merepresentasikan suara para pengrajin gerabah perempuan di Desa Sitiwinangun.

Secara lebih spesifik menurut Yadi Mulyadi, “Komposisi Gelung Sitisound terinspirasi dari komposisi musik tradisional Rajah. Rajah dimainkan dalam rangka permohonan, doa, minta ijin dan pertolongan kepada Sang Pencipta dan Nenek Moyang untuk keselamatan atau kelancaran sebuah acara. Instrumen musik yang dipakai dalam Rajah adalah Kecapi dengan titilaras Salendro atau Pelog”.

Presentasi Gelung Sitisound di Chinretsukan Gallery, Tokyo University of the Arts diwakili oleh Afri Wita dan Dr. Sri Rustiyanti.

“Konsep Gelung Sitisound dan menyajikan video musik yang telah disiapkan. Alunan musik ini kemudian direspon gerakan tari oleh Dr. Sri Rustiyanti dengan membawa properti Gelung dan Selendang, sebagai bagian identitas perempuan Indonesia. Presentasi disambut antusias oleh peserta dan berbagai komentar yang kami peroleh seperti, “Musiknya membuat saya merinding”, “Presentasi kalian sungguh menarik dan berbeda, menampilkan musik dan meresponnya dengan pertunjukan dalam bentuk gerak”, “Melihat presentasi kalian, saya ingin ke Indonesia”, ujar Dr. Sri Rustiyanti tentang respon yang diperoleh dari para peserta ahli dibidangnya dari berbagai negara.

Lebih lanjut, “Karya kolaborasi ini merupakan pengembangan hasil penelitian tim kami dalam Konsorsium Riset Unggulan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti tahun 2019-2021, semoga menginspirasi peneliti dan dosen di Indonesia untuk menggelar karyanya dan berani berkolaborasi di tingkat Internasional,”tutupnya. |AW/Andi –SENIINDONESIA

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here