Home OPINI KOLOM BandoengMooi Kasih Kado untuk Pemimpin Jangan “Benclang-Benclung”

BandoengMooi Kasih Kado untuk Pemimpin Jangan “Benclang-Benclung”

518
0

Kelompok Bandoengmooi mementaskan longser ““Benclang-Benclung” di Museum Kota Bandung (MKB), Kamis, 26 Sepetember 2019, pukul 19.30 WIB. Pertunjukan salah satu jenis teater rakyat tradisional Sunda itu akan sarat dengan humor yaitu Longser.

Perjalanan kelompok Longser modern ini ulang tahun ke usia 23 tahun dan Kota Bandung 209 tahun, inilah sajian pertunjukan dan Kado untuk Pemimpin Jangan “Benclang-Benclung” yang dalam bahasa Indonesia bicara tidak keruan. Orang sakit suka ngigau, igaunnya tidak jelas.
Umumnya igauan orang sakit biasanya benclang benclung.

Malam itu ada sekitar 150an lebih penonton memadati halaman MKB hampir dari awal sampai akhir pertunjukan para aktor Longser merangkai cerita dan penguasaan bahasa yang spontan, penonton berhadil dikocok perutnya saking kuatnya diksi humor yang disajikan…..edunlah!

Akting longser adalah mengolah imajinasi, dengan nalar yang jernih. respon gerak dan daya tampil brsinergi, sehingga para nayaga ikut perperan banyak. Improvisasi adalah kekuatan para aktor dalam berlaku perannya. Pengolahan itu itu bukan tak mustahil tanpa latihan, maka pemain yang mayoritas adalah anak SMK 10 yang sedang Praktik lapangan di Bandoengmooi ini langsung terlibat. Disinilah merangsang kecerdasan para pemain. Proses menjadi landasan pembangunan karakter setiap peran yang dimainkan.

Lawakan kental setiap adegan demi adegan dalam Longser sangat akrab dengan para apresiator bebas merespon. Malam itu penonton dipastikan terhibur apalagi tampil Junjun yang berperan semakin matang dalam akting. Junjun memiliki karakter komedi yang alami. Mengingatkan saya pada karakter Kang Ibing yang kuat jika sedang berakting.

Sutradara dan penulis naskah Hermana bahwa lakon “Benclang-Benclung” adala satu kritik terhadap seorang pejabat atau pemimpin omongannya tidak bisa dipegang, janjinya tidak jelas realisasinya atau berubah-uban, “Pemimpinan atau pejabat itu tergolang benclang benclung,” jelasnya.

Ditambahkan Mang Hermana bahwa orang “benclang benclung” kalau ditanya A jawabnya B. Paling meyedihkan ketika seorang intelektual ditanya A, karena ingin menjaga kehormatan yang dipertuannya ia jawab D, itulah intelektua yang benclung dan justru tambah merendakan kehormatan dirinya serta yang dipertuannya, paparnya.

Drama ini memang menceritakan: “Orang beclang benclung ngomong karena sakit panas bisa dianggap wajar tapi pejabat benclang benclung, ia meracau karena seperti terserang sakit demam tinggi artina ia tergolang orang sakit jiwanya dan tidak layak jadi pejabat,” bebernya.

Pentas longser itu tampil selama dua jam lebih. Kisah soal pemilihan kepala desa, ceritanya yang merespon banyaknya pemilihan para tokoh pemimpin memilih calonnya dengan instan inilah yang hasilnya “Benclang-Benclung,” tegasnya.

Seni longser bisa menjadi tempat penggodogan awal untuk menuju entertainer yang cakupannya tidak berkembang di daerah semata. Dibekali penguasaan keberaksaraan yang signifikan, Longser dan pelakunnya bisa didorang menjadi seni dan seniman lokal yang mengglobal, sehingga seni Longser menjadi industri kreatif, sumber mata pencaharian yang dapat meningkatkan kelayakan hidup teruma bagi para pelakunya.

Kisahnya mengalir dari proses pengajuan diri para bakal caleg, cara kandidat dan janganlah orang “benclang benclung” dipilihnya.

Pementasan yang disiapkan selama sebulan ini melibatkan Ada 30 pemain yang terlibat, mulai aktor hingga pemain musik dan tari, serta pemain pencak silat.

Menurut Hermana, pertunjukan ini untuk penyadaran ke masyarakat bahwa saat ini memang saat ini banyak orang “benclang benclung” yang ingin jadi pemimpin. Dan ini akan mengakitbatkan rusak tatanan. Orang sakit jiwanya dan tidak layak jadi pejabat karena Benclang Benclung,” ungkapnya.

Inilah pertunjukan yang merupakan sajian kado ulang tahun sekaligus kritikan yang kuat kepada para pemimpin. Sukses buat Bandoengmooi|Rhe

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here