Home AGENDA TOPENG “AR TARI CIKERUHAN” MENGANGKAT WARISAN TRADISI JABAR

TOPENG “AR TARI CIKERUHAN” MENGANGKAT WARISAN TRADISI JABAR

1383
0

SENI.CO.ID – Sarasehan Pameran Seni Rupa Jabar Heritage Expo yang diselenggarakan oleh FSRD ISBI Bandung, tidak seperti hari biasa karena Hotel Savoy Homann Bandung tempat penyelenggaraan kali ini dipenuhi mahasiswa, dosen dan seniman untuk mengikuti acara tersebut.

Acara yang digelar pada Senin 9 September 2019 bekerja sama dengan Harian Umum Pikiran Rakyat, Hotel Savoy Homann, SENI.CO.ID, BDGCONNEX, dan prfmnews.com menampilkan pembicara pada sesi pertama Dekan FSRD Dr. Supriatna, Dr. Wanda Listiani, Agus Cahyana, M. Sn. Sedangkan sesi kedua Dr. Abay D.S, Prof. Anis Sujana, Suharno, M.Sn dan sebagai penanggap Dr. Bambang Suprapto dan Dr. Wildan Hanif dengan moderator Nia Emilda, M.Pd.

Sarasehan adalah sebagai acara puncak dari rangkaian kegitan Pameran Seni Rupa Jabar Heritage Expo yang berlangsung sejak tanggal 28 Agustus – 12 September 2019.

Pembicara sesi I

Salah satu pembicara Dr. Wanda Listiani menyampaikan bahwa dirinya melihat Tari Cikeruhan melalui aplikasi Augmented Reality (AR) pada Topeng Panji. Aplikasi Augmented Reality (AR) merupakan hasil Penelitian Konsorsium Perguruan Tinggi bidang Seni dengan mengangkat tiga fenomena budaya yang ada di Nusantara yaitu Papua, Sunda, dan Aceh.

Pembicara sesi II
Penanggap

Penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti ini dilakukan oleh para peneliti dari ISBI Bandung Dr. Wanda Listiani, M. Ds dan Dr. Sri Rustiyanti, M. Sn; IBG Surya Peradantha, S.Sn., M. Sn dari ISBI Tanah Papua; dan ISBI Aceh oleh Fani Dila Sari, S.Sn., M. Sn. Hasil penelitian ini diujicobakan kepada para peserta sarasehan untuk mengapresiasi Tari Cikeruhan (Sunda) melalui AR PASUA PA.

Kecintaan pada topeng sebagai salah satu upaya menjaga tradisi, karena pendukung topeng pada umumnya seniman yang sudah lanjut usia, jika tidak ada upaya pewarisan, dikhawatirkan topeng dapat punah bersama pendukungnya. Oleh karena itu, peneliti bersinergi dengan Pameran Seni Rupa Jabar Heritage Expo.

Menurut Dr. Wanda Listiani, “Teknologi AR dapat mendekatkan Topeng sebagai warisan budaya kepada kaum milenial dan anak-anak”.

Sedangkan di akhir sarasehan, Dr. Sri Rustiyanti sekaligus Dekan FBM ISBI Bandung menyatakan bahwa, “ Topeng Cirebon merupakan salah satu topeng yang ada di Jawa Barat menjadi salah satu identitas Tari Jawa Barat, selain ada rumpun Tari Rakyat, Tari Wayang, Tari Kreasi, dan Tari Keurseus.

Kelima rumpun Tari Jawa Barat ini semuanya dapat dipelajari di ISBI Bandung yang mempunyai visi dan misi untuk mempertahankan dan melestarikan kesenian tradisi. Semoga masyarakat Jawa Barat semakin bangga dengan tradisi seni budaya yang mereka miliki,”jelasnya.

Sarasehan Pameran Seni Rupa Jabar Heritage Expo ditutup dengan pagelaran creative fashion show para pemenang desain fashion carnival bertajuk Kujang Jawa Barat.

(Sri. R/Bandung)

FOTO-FOTO ANDI SOPIANDI

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here