Home AGENDA Drama, ‘Para Pensiunan 2049’ Belum Matipun Berburu SKKB

Drama, ‘Para Pensiunan 2049’ Belum Matipun Berburu SKKB

193
0

Kondisi Butet Kartaredjasa pasca mengalami serangan jantung akhir Maret lalu tak membuatnya lelah main teater. Aktor kelahiran Yogyakarta memainkan lakon dalam pertunjukan ‘Para Pensiunan 2049’ yang digelar di Ciputra Artpreneur Theatre pada 25-26 April 2019.

Lakon ‘Para Pensiunan 2049’ adalah kisah horor nan jenaka dalam pementasannya. Naskah ditulis oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho. Kali ini sutradara dipegang Djaduk Ferianto dengan para pemain
awak teater Gandrik.

Kisah berawal kematian seorg pensiunan Jendral besar bernama Doorstoot diperankan oleh Butet Kartaredjasa, berhubung dijaman itu setiap kematian, setiap pensiunan harus memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB). Bila tidak memiliki SKKB maka jenazahya tidak dpt dikuburkan dianggap tidak bersih dari segala tindak korupsi.

Disinilah mulai terjadi konflik jenazah Pak Doorstoot terombang ambing tidak bisa dikuburkan. Istri anak menantu berusaha mencari jalan bagaimana untuk bisa mendapatkan SKKB dengan segala cara dikerahkan menyogok instansi berwenang sampe menyuap penjaga kubur.

Berhubung pak Doorstoot tetap dicurigai tidak bersih dari tindak korupsi maka sulit mendapatkan SKKB. Hal ini pun membuat ketar ketir tidak tentang para pensiunan yang belum mati.

Mereka berpikir bagaimana cara untuk bisa meninggal dengan tenang dan mendapatkan SKKB. Karena dimata masyarakat pelaku korupsi adalah sampah sehingga mayat nya layak dibuang begitu saja tidak perlu diurus kalu perlu mayatnya harus bermanfaat seperti sampah yang bisa jadi pupuk ditanah.

Pentas ini dimainkan dengan sangat apik banyak narasi-narasi yang cerdas menyentil dan jenaka membuat penonton tergelak tawa dan bahkan tak luput bertepuk tangan ditengah pementasan.

Di akhir cerita para pensiunan yang belum matipun berburu SKKB. Sahabat baik pak Doorstoot yaitu pak Kerkop diperankan oleh Susilo Nugroho akhirnya berhasil mendapatkan SKKB dan cilaka nya harus segera dikuburkan karena dianggap telah wafat, sementara Kerkop sendiri masih hidup dan ingin menikmati masa pensiun denga tenang.

Lakon ini menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi di republik ini tindakan korupsi masih sulit benar dibersihkan masih banyak terbawa jaman dimasa “Asal bapak senang” (ABS).

Sutradara pementasan ‘Para Pensiunan 2049’, Djaduk Ferianto menuturkan saudara laki-lakinya tetap bermain teater di produksi terbaru Teater Gandrik. 

“Kami latihan dari Oktober tapi bulan Februari naskah dirombak. Jantungnya Butet kena dan sekarang sudah ada 5 ring, tinggal 2 minggu mau pentas, dia tetap ngotot mau main,” tutur Djaduk saat jumpa pers di Ciputra Artpreneur Theatre, Selasa (23/4/2019).  Dan memang Butet tetap main dengan cara dia yang dalam perawaan di atas pentas. serta adanya dokter yang siap siaga.

ZB- SENI.co.id

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here