Home AGENDA Pertunjukan Longser Bandoengmooi di Pendopo DPRD Kota Cimahi

Pertunjukan Longser Bandoengmooi di Pendopo DPRD Kota Cimahi

1326
0
Salah satu adegan Longser Bandungmooi/hmt

SENI – Pertunjukan Seni Longser Bandoengmooi Sabtu, 30 September 2107 di Pendopo DPRD Kota Cimahi

Cimahi sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat adalah salah satu daereh yang mengembangkan teater tradisional bernama Longser. Produk budaya yang pernah mencapai puncak kejayaannya di tahun 70-80an, sekarang ini sekitar 75% (perlu dikaji lebih lanjut) masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya sudah tidak mengenal lagi. Walau ada beberapa komunitas budaya menghidupkan kembali sebagai bagian dari identas budaya lokal, namun yang dilakuknya sering kali tidak bekesinambungan dan menyebabkan seni Longser mati enggan hidup tidak mau, seperti harta karun yang belum ditemukan kembali.

Mengembangkan Longser berarti kita mengembangkan multi talenta di bidang kesenian, karena Longser merupakan teater tradisional yang memuat berbagai jenis kesenian lokal yang tumbuh di masyarakat. Pertunjukan Longser merupakan ramuan dari seni musik tradisional, seni tari tradisional, seni akting, seni lawak, seni suara (bernyanyi), seni tutur (bercerita) dan seni rupa. Sedangkan bagi pembambangunan kepribadian, Longser mampu mendorong seseorang (pelakunya) untuk berani tampil, percaya diri, dan bertutur kata dengan baik di hadapan umum karena dialog yang disampaikan lebih banyak spontanitas.

Lewat cerita yang disampaikan, Seni Longser pun menjadi sarana komunikasi penyampaian informasi penting pada masyarakat, diantanya; 1. Tentang Kesehatan, 2. Tentang Pendidikan, Tentang Lingkungan Hidup, 3. Tentang Sosial dan Politik, 4. Tentang Iptek, 5. Tentang Pemerintahan, 6. Tentang Ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

Pertunjukan Longser  bukan semata menampilkan seni sebagai media huburan, namun dari karya seni yang ditawarkan mempu memberi nilai edukasi yang dapat meningkat kesadaran budaya dan kesadaran lingkungan, dan membangun citra positif bagi perkebangan kota Cimahi. Disisi lain, multi efek dari kegiatan ini memberi diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Cimahi, dan memajukan ekonomi kreatif, baik bagi pelaku seninya maupun pelaku usaha lain.

Dari kegitan ini diharapkan dapat; 1. Tingkatkan produktivitas dan kreativitas seniman di Kota Cimahi, 2. Menjadi ajang promosi potensi seni budaya lokal yang dimiliki, 3. Memberi ruang apresiasia bagi masyarakat di tengah sepinya perhelatan kebudayaan di kota Cimahi.

Tentang pertunjukan

Euis diberitakan hilang setelah mejelang magrib ibunya menyuruh ambil air di sumber mata air dekat aliran sungai. Masyarakat menuding ieus hilang dibawa oleh Siluman Munding Dongkol, mahluk gaib yang mengiasai aliran sungai di wilayahnya.

Isu beredar Euis dijadikan tumbal atau persembahan oleh Nyimas Titi seorang pengusaha, yang dianggap telah bersekutu dengan Siluman Munding Dongkol.

Selain heboh kehilang Euis, masyarakat juga digemparkan oleh langkanya air bersih dan adanya wabah penyakit yang menimpa sebagin besar masyarakat di sekitar bantaran sungai dan sudah banyak yang meninggal. Tudingan sumber penyakit itu pun tertuju pada Siluman Munding dongkol yang sedang minta banyak korban.

Namun diantara masyarakat masih ada yang tidak percaya dengan tahayul atau mitos Siluman Munding Dongkol. Mereka mengatakan bahwa sumber penyakit itu muncul karena disebabkan air yang digunakan masyarakat telah tercemar oleh limbah. Dan sumber mata air yang ada menjadi kekeringan disebabkan oleh hilangnya tempat serapan air karena lahan pertanian dan hutan lindung sudah sangat berkurang karena alih pungsi menjadi pemukiman.

Euis yang hilang akhirnya ditemukan telah menjadi mayat. Dikabarkan Euis meninggal bukan karena dipersembahkan pada Siluman Munding Dongkol, namun jatuh terpeleset dan terbawa arus sungai. Mayatnya ditemukan dikubangan jauh dari tempat jatuhnya.

Pertunjukan longser ini merupakan kritik sosial terhadap maraknya alih fungsi lahan pertanian dan perkebunan atau daerah resapan air bersih, menjadi pemukiman. Alih fungsi ini selain menyebabkan berkurangnya sumber air bersih juga menyebabkan banjir.

Disisi lain kebiasan buruk masyarakat dan perusahaan membuang sampah atau limbah ke sungai menyebabkan air sungai tercemar dan mengacam kelasungan hidup masyarakat di sekitar sungai dan ekosistem.

Sekaligus merayakan hari jadi komunitas seni Bandoengmooi ke 21 tahun, pertunjukan diharapkan tidak sekedar menyuguhkan nilai-nilai etetik, tapi membangun kesadaran bersama menjaga lingkungan hidup dari segala aspek yang merugikan banyak orang atau mahluk hidup lainnya.

Pertunjukan longser in berjudul “Euis dan Siluman Munding Dongkol” Karya/Sutradara Hermana HMT, Penata Musik Selamet Oki, produksi Bandoengmooi digelar Sabtu, 30 September 2017 pukul 19.30 WIB di Pendopo DPRD kota Cimahi, dengan para aktor muda berbakat sepeti Jajang (Hansip), Hafidz (Hansip), Dio (Hansip), Ajeng (Edah), Ahamad Afandi (Pemimpin Demo), Yuda (Lurah), Indah (Jahe), dan lainnya.

Tentang Bandoengmooi

Bandoengmooi merupakan komunitas seni, berdiri tanggal 26 September 1996 atas prakarsa Aendra H. Medita (jurnalis/seniman), Dodi Rosadi (seniman) dan beberapa orang pegiat seni lainnya. Program pertama sekaligus pelucuran komunitas ini, nyakni diselenggarakan pameran lukisan karya Rosid (1996).

Ditengan panasnya suhu politik di Indonesia dan pembungkaman terhadap pers, tahun 1997 Bandoengmooi secara sembunyi-sembunyi gelar Diskusi Kebebasan Pers dengan mengundang pers mahasiswa se Indonesia. Masih 1997 Bandoengmooi pertama kali gelar pertunjukan Teater Monolag Berjudul Terkapar Aktor/karya Hermana HMT dan Brehoh karya Aendra H. Medita.

Dari tahun 1998 sampan sekarang Bandoengmooi lebih dominan gelar pertunjukan, teater baik teater modern maupun teater tradisional (Longser). Walau pentolan-pentolan Bandoengmooi sudah pada sibuk dengan pekerjaanya masing-masing namun tetap menjalin komunikasi dan senantiasa dapar support dari mereka.

Semula nama Bandoengmooi adalah Bandoengmooj. Namun ketika ada kesalahan ketik dalam pembuatan akta notaris tahun 2007 Bandoengmooj menjadi Bandoengmooi, sejak itu sampai sekarang kami gunakan Bandoengmooi karena pada prinsipnya nama itu mengandung pengertian yang sama. Kami mengambil nama itu dari nama majalah tompo dulu bernama Mooi Bandoeng. Supaya tidak persis sama, kami membalikan kata Bandoeng di depan dan kata mooi mengikutinya. Dalam bahasa Belanda mooi artinya indah dan Bandoengmooi  adalah Bandung yang indah.

Dibawah pembinaan Hermana HMT  dan Ketua Selamat Oki Pratomo, dengan anggota aktif sekitar 50 orang dari berbagai kalangan, kini Bandoengmooi kembangkan pelatihan longser, teater modern, seni helaran Bangbarongan, melakukan pemulyaan terhadap air bersih melalui kegitan Upacara Adat Hajat Cai, dan gelar pertunjukan dengan konsisten mengusung tema pemeliharaan lingkungan hidup serta kritik sosial lewat bahasa seni.

 

|RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here