Home AGENDA Bersama Ananda Sukarlan Dua Penyanyi Klasik Muda Indonesia akan Tampil di World...

Bersama Ananda Sukarlan Dua Penyanyi Klasik Muda Indonesia akan Tampil di World Culture Forum II di Bali

2597
0
Widhawan Aryo Pradhita (kiri) dan Mariska Setiawan (kanan) / dok seni
SENI – World Culture Forum (WCF) ke-2 tahun ini akan dilaksanakan di Bali, 10-13 Oktober seperti yang pertama kalinya th 2013 juga. Di bidang musik, Surabaya boleh bangga karena pada konser penutupannya yang tampil adalah dua penyanyi klasik muda yang telah memenangkan Kompetisi Vokal Nasional “Tembang Puitik Ananda Sukarlan”.
Mereka adalah tenor Widhawan Aryo Pradhita dan soprano Mariska Setiawan. Mereka akan tampil bersama Ananda Sukarlan Orchestra dipimpin sang Maestro sendiri di hadapan beberapa kepala negara, menteri dan tokoh terkemuka dari seluruh dunia di Nusa Dua Convention Center.
Akan ada 3 karya orkes Ananda Sukarlan yang ditampilkan di konser di Nusa Dua ini bersama orkesnya. Yang pertama adalah “Selamat Pagi, Indonesia” berdasarkan puisi Sapardi Djoko Damono, sebuah duet untuk soprano, tenor dan orkes. Kemudian “Fantasy on Selendang Sutra” adalah karya untuk piano dan orkes berdurasi 7 menit yang megah, mengambil tema Ismail Marzuki sebagai motifnya. Karya ini telah sukses dipagelarkan oleh Nusantara Symphony Orchestra di acara 10 tahun Indonesia Opera Society (IOS) awal September lalu.
IOS memang meminta Ananda Sukarlan sebuah karya baru untuk mengabadikan momen tsb. Dan di puncak acara konser WCF ini akan ditampilkan “An Ode to The Nation”, sebuah karya yang aslinya diminta mantan Presiden B.J. Habibie untuk mengabadikan cintanya kepada 2 ibu: istrinya alm. Ainun, dan Ibu Pertiwi. Karya ini juga melibatkan paduan suara anak-anak yang akan menampilkan PSA Seraphim pimpinan Andreas Sugeng Budiraharjo, yang kini sudah berusia 13 tahun dan anggotanya adalah anak-anak dari berbagai gereja katolik di Denpasar. Paduan Suara ini telah beberapa kali diminta menyanyi bersama penyanyi di Jakarta untuk stasiun TV lokal maupun nasional.
“An Ode to the Nation” telah ditampilkan untuk B.J. Habibie sendiri yang sangat puas dengan hasilnya, serta memuji soloisnya, Widhawan Aryo Pradhita. Karya ini berdasarkan dua tulisan Habibie, “Manunggal” (ditulis setelah wafatnya alm. istrinya) dan “Padamu Ibu Pertiwi” (baca http://seni.co.id/2016/08/14/wow-habibie-inginkan-opera-ananda-sukarlan/ )
Sebelum pagelaran ini, komponis, pianis dan dirigen Ananda Sukarlan akan menyampaikan pidato singkat mengenai industri musik klasik di Indonesia dan kontribusinya terhadap ekonomi kreatif.
Selama 4 hari Forum besar yang diselenggarakan oleh Kementrian P & K Indonesia dibawah perlindungan UNESCO ini ada juga simposium dengan beberapa pembicara  antara lain adalah Amit Sood, pendiri Google Art Project dan direktur Google Cultural Institute, Walikota Bandung Ridwan Kamil dll. Moderator dari simposium ini adalah Desi Anwar. Forum ini diharapkan untuk mencapai sebuah rencana proyek pengembangan socio-ekonomis berdasarkan keragaman budaya (cultural diversity). |AME/SE

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here