Home AGENDA “Doea Tanda Tjinta” Antara Cinta, Pergolakan Pemikiran dan Gagasan Kemerdekaan

“Doea Tanda Tjinta” Antara Cinta, Pergolakan Pemikiran dan Gagasan Kemerdekaan

1067
0

SENI – Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan Djaduk Ferianto kembali gelar karya ke atas panggung. Kali ini pementasan berjudul Doea Tanda Tjinta. Akan dipentaskan pada 29 dan 30 Juli 2016 pukul 20.00 WIB di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pentas Indonesia Kita ke-20 didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengambil gaya musikal keroncong dan menampilkan lagu-lagu keroncong yang diaransemen dengan gaya terbaru. Pentas kolaborasi seniman ini akan memperkaya musikal keroncong dengan unsur-unsur perpaduan genre musik lainnya, seperti blues, rock sampai musik etnik.

Lakon Doea Tanda Tjinta merupakan cerita berlatar pergerakan kemerdekaan, ketika gagasan tentang Indonesia merdeka menjadi ancaman bagi pemerintahan Hindia Belanda. Bagaimana para pemuda-pelajar pada saat itu mulai menyemai benih pemikiran tentang kemerdekaan, dan bagaimana persoalan-persoalan yang mereka hadapi, akan menjadi tema cerita dalam lakon ini.

Lakon ini adalah kisah seorang pemuda keturunan Belanda yang menjadi mata-mata dan mencoba mempengaruhi para pemuda, membujuk mereka agar terus mendukung pemerintahan Hindia Belanda. Lakon ini juga bercerita tentang kisah cinta seorang anak Nyai, yang berusaha mempertahankan keyakinan dan prinsipnya untuk lebih mendukung pergerakan Indonesia merdeka daripada ia harus menerima warisan papanya yang menetapkan syarat  memilih menjadi warga Hindia Belanda.

Antara cinta dan pergolakan pemikiran serta gagasan tentang kemerdekaan itu, menjadi dua alur yang paralel, saling berkaitan, dan akan menjadi sebuah kejutan di akhir kisah, ketika sebuah jam yang merupakan warisan anak Nyai itu mengungkap kisah sebenarnya.

Jalan cerita Doea Tanda Tjinta diiringi dengan lagu-lagu keroncong yang telah menjadi bagian penting dalam mengiringi proses pembentukan sejarah perjuangan bangsa, lagu-lagu yang legendaris tersebut dibawakan dengan sangat apik oleh para seniman keroncong dan Sinten Remen yang berkolaborasi dan menghasilkan pertunjukan yang menarik. Koreografer B. Kristiono Soewardjo yang sering terlibat dalam berbagai event baik di dalam maupun luar negeri ini juga terlibat secara langsung dalam mengarahkan tarian para pemain.

Pentas didukung oleh Endah Laras, Heny Janawati, Olga Lydia, Merlyn Sopjan, Subardjo HS, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Trio GAM (Gareng, Joned, Wisben) artistik ditangani Ong Hari Wahyu dan Retno Ratih Damayanti.

Informasi dan reservasi tiket Pementasan Doea Tanda Tjinta dapat menghubungi Kayan Production & Communication di 0838 9971 5725 / 0856 9342 7788 / 0813 1163 0001

HTM Doea Tanda Tjinta:
PLATINUM Rp 500.000
VVIP     Rp 300.000
VIP     Rp 200.000
BALKON     Rp 100.000

(rl/seni.co.id/a)

 

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here