Home AGENDA Ananda Sukarlan dan Opera Tumirah

Ananda Sukarlan dan Opera Tumirah

1487
2

SENI.co.id – Opera TUMIRAH, Baru dalam Segalanya      

“Di hidup ini kita harus mencoba sebanyak mungkin hal. Begitu kita berhasil melakukan sesuatu hal, tinggalkanlah hal itu dan cari yang baru”, itulah salah satu semboyan hidup komponis Ananda Sukarlan yang selalu “keluar dari comfort zone”.

Opera “Tumirah”, seperti opera “CLARA” yang meraih penghargaan “Best Indonesian Performing Arts 2014” dari majalah TEMPO, sebetulnya tercipta dari 3 orang yang sama: komponis Ananda Sukarlan, penulis Seno Gumira Ajidarma dan stage director & koreografer Chendra Panatan.

Tapi ini bukanlah “fotokopi” dari Clara. Mereka ingin membuatnya lebih baik dari segala aspek. Ananda sendiri bereksperimen dengan mengambil dan mengolah musik genre lain, seperti rock dan pop, dan cara baru mengeksploitasi suara penyanyinya.

TUMIRAH “menggoyang” dan “mengobrak-abrik” tatanan pemikiran tentang pelacur yang kita pikir kita tahu. Betapa pun pelacur menjual tubuhnya, mereka tidak menjual cinta. Di sini diperlihatkan bahwa mereka pun memiliki cinta yang sejati dan tulus kepada kekasihnya. Untuk “teaser” di Erasmus Huis ini, akan ditampilkan pemeran utamanya, vokalis jazz yang suaranya “dibentuk” oleh Ananda, Artidewi.

Selain itu juga Julius Firdaus, semifinalis Australia’s Got Talent dengan suara countertenor-nya yang unik akan memperkenalkannya ke publik Indonesia untuk pertama kalinya. Juga para penyanyi lain, seperti dua soprano dengan warna suara yg berbeda, Mariska Setiawan dan Evelyn Merrelita, punya keunikan masing-masing.

Dengan orisinalitas konsep dan pemikiran, team produksinya juga menggunakan metode yang baru untuk pembiayaannya, pertama kalinya dalam dunia opera Indonesia, yaitu dengan crowdfunding. Semua orang kini bisa ambil bagian dalam opera ini, yang bisa dilihat di https://wujudkan.com/project/opera-tumirah/view.
Lewat crowdfunding ini, kontributor akan mendapat sejumlah penghargaan, termasuk tiket (jenisnya tergantung besarnya kontribusi). Tapi ini tidak menutup kemungkinan kontributor dari luar kota. Penghargaan lain bisa saja diberikan, dan bisa dibicarakan dengan Ananda dan/atau manajernya, misalnya meminta Ananda menuliskan musik didedikasikan kepada sang kontributor, atau orang yang ditunjuk kontributor tersebut.
Opera TUMIRAH akan diperdanakan secara lengkap di Graha Bhakti Budaya, 18 dan 19 Mei 2016 pukul. 19.30 WIB . Ada konser “teaser” dengan beberapa nomor dari Tumirah tanpa orkes dan dekor (tapi tetap dengan acting yang unik), serta karya-karya Ananda lainnya di Erasmus Huis, pada 9 April pukul 16.00 WIB. Di konser ini tampil Artidewi (sebagai Tumirah) dan Julius Firdaus (sebagai intel) dan tentu saja Ananda Sukarlan, yang selain mengiringi para penyanyi di pianonya juga akan memainkan beberapa nomor Rapsodia Nusantaranya yang selalu memukau dengan virtuositasnya.(rls/AHM/seni.co.id)

Leave a comment

2 COMMENTS

  1. […] Saya sedang mengerjakan satu hal yang baru buat saya: karya untuk narrator dan orkes. Ini berdasarkan cerita rakyat anak-anak Indonesia, yang ditulis ulang oleh Dr. Murti Bunanta. Buku-buku Dr. Murti itu dulu yang saya bawa dari Indonesia untuk anak saya Alicia waktu masih kecil di Spanyol, dan lewat buku-buku itu Alicia mengenal cerita rakyat kita, dan belajar bahasa kita juga. Nanti narratornya akan membaca bukunya, dan saya akan memimpin orkesnya menginterpretasi secara musikal kalimat-kalimat yang dibacakan itu. Saya selalu menyukai hal-hal baru, buat saya kalau kita sudah bisa mengerjakan satu hal, kita mesti move on dan mencoba hal yang lain. Hidup terlalu pendek untuk mengulang hal-hal yang sama dan “menikmati keberhasilan”. Kalau dalam hal yang non-musikal, saya juga sedang mencoba hal yang baru, yaitu crowd-funding untuk opera saya yang akan diperdanakan Mei ini, TUMIRAH. (Ananda Sukarlan dan Opera) […]

  2. […] Saya sedang mengerjakan satu hal yang baru buat saya: karya untuk narrator dan orkes. Ini berdasarkan cerita rakyat anak-anak Indonesia, yang ditulis ulang oleh Dr. Murti Bunanta. Buku-buku Dr. Murti itu dulu yang saya bawa dari Indonesia untuk anak saya Alicia waktu masih kecil di Spanyol, dan lewat buku-buku itu Alicia mengenal cerita rakyat kita, dan belajar bahasa kita juga. Nanti narratornya akan membaca bukunya, dan saya akan memimpin orkesnya menginterpretasi secara musikal kalimat-kalimat yang dibacakan itu. Saya selalu menyukai hal-hal baru, buat saya kalau kita sudah bisa mengerjakan satu hal, kita mesti move on dan mencoba hal yang lain. Hidup terlalu pendek untuk mengulang hal-hal yang sama dan “menikmati keberhasilan”. Kalau dalam hal yang non-musikal, saya juga sedang mencoba hal yang baru, yaitu crowd-funding untuk opera saya yang akan diperdanakan Mei ini, TUMIRAH. (Ananda Sukarlan dan Opera) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here