Home AGENDA Seni Rupa “Ekspresi Merdeka” Reuni Alumni STSI/ISI Surakarta

Seni Rupa “Ekspresi Merdeka” Reuni Alumni STSI/ISI Surakarta

303
0
Lukisan karya Sutarno yang dipamerankan di Reuni STSI/ISI Solo/Ist

SENIINDONESIA –  Dengan tajuk “Ekspresi Merdeka” merupakan sebuah pameran ajang kangen dari  45 perupa alumni STSI/ISI dari angkatan pertama hingga lulusan termuda.

Pameran digelar di Taman Budaya Jawa Tengah, hingga 5 Desember mendatang. “Ekpresi Merdeka” menampilkan karya-karya dua dimensi dan tiga dimensi.

Ketua Pameran ini Agussis mengatakan bahwa inilah pameran dalam menyambung silaturahim dan eksistensi para perupa alumni ISI Solo di seluruh Indonesia.

Sementara itu Gigih Wiyono kurator pameran yang juga perupa mengatakan, kegiatan reuni tersebut merupakan bentuk ekspresi merdeka sebagai penanda atas eksistensi bersama alumni antar angkatan.

Para perupa berekspresi merdeka ini sejalan dengan kata bijak Albert Einstein yang berbunyi “Nalar hanya akan membawa Anda dari A menjadi B, tetapi imajinasi membawa Anda tak terbatas,” ungkap Gigih.

Hadir dalam pameran ini Rektor ISI Surakarta Dr. I Nyoman Sukerna, S. Kar MHum, yang memberikan sambutan bahwa para seniman ini memiliki kebebasan dalam mewujudkan ide gagasannya ke dalam sebuah karya seni. Ungkapan ini juga merupakan metafora yang merepresentasikan spirit para alumni dalam menekuni keahlian penciptaan kekarya masing-masing. “Ini menunjukan kesadaran diri para generasi bangsa bahwa mereka kelak menjadi tumpuan pelestarian dan pengembangan seni sebagai warisan para leluhur,” ungkapnya.

Ditambahkan bahwa jurusan seni rupa STSI Surakarta di dirikan sejak tahun 1988, telah berubah menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta 20 Juli 2006. Melalui proses panjang ruang dan waktu telah melahirkan perupa-perupa profesional yang eksistensinya di akui di tingkat nasional maupun internasional.

“Mereka telah eksis setelah lulus dari kawah candradimuka STSI/ISI. Melalui proses pendidikan teori maupun praktek. Namun pada akhirnya pengembangan diri diluar kampuslah yang menjadikannya matang dan diakui sampai kemanca negara,” ungkapnya.

Iwhan Gimbal salah satu perupa yang juga alumni STSI angkatan ke dua ini juga memamerkan karyanya. Perupa ini memamerkan karya yang identik media cetak. Konsepnya menggunakan media disekitarnya. Karyanya abstrak dan unik karena didukung media yang digunakan.

Beda dengan Sutarno angkatan pertama STSI yang melukis dengan media kanvas. Dengan goresan halus dan detail. Ada profokasi tentang alam yang ia gambarkan burung jalak di sekitar sarang dan ada senapan yang menatap ke sang jalak.

Hasil karya yang lain terpajang dalam pameran ini memberikan pemaknaan tema ini juga menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk para cendikiawan, organisasi, dan insan pelestari serta pemerhati seni, yang telah mendedikasikan diri sehingga eksistensi seni tersebut dapat terwariskan dari generasi ke generasi.

Dari semua karya yang dipamerkan bermacam aliran dan konsep perupa yang berbeda pengunjunglah yang menilai. Dan semua nilai estetis dalam karya pameran ini menjadi cermin kedepan. Selamat.!!! (ata/SN)

Previous articlePERUJA KERAGAMAN KARYA DAN SPIRIT KEMANUSIAAN
Next article50 Tahun Usia Jurnal Prisma, Kerinduan Intelektual dan Pemikiran Arah Bangsa Kedepan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here