Home AGENDA AR Tanjung Pelukis Poster Film, Kini Fokus Melukis Potret Masyarakat Betawi

AR Tanjung Pelukis Poster Film, Kini Fokus Melukis Potret Masyarakat Betawi

270
0
Poster Film "Simanis Jembatan Ancol" hasil lukisan di Lims Studio AR Tanjung pun ikut serta melukis dan memperbanyak poster film ini./ist

Puluhan lukisan karyanya terpajang di studio rumahnya di kawasan Cipayung Depok Jawa Barat. Ia adalah pelukis poster film yang berjaya dimasanya. Kini konsentrasi penuh melukis untuk eksis sebagai pelukis. 

SENI.CO.ID – Lukisan dengan tema masyarakat Betawi membuat ia jatuh cinta penuh dan total ia jalani sebagai pelukis saat ini. Adalah Ahmad Ridwan (AR Tanjung) atau lebih akrabnya disapa Tanjung berjalan awalnya ia adalah pelukis poster film. Sebut film lama Simanis Jembatan ancol itulah yang dibuat Tanjung.

Ahmad Ridwan Tanjung, Foto cgr

Tanjung lahir di Jakarta, 7 Maret 1966 pendidikan SMA, bakat melukisnya yang luar biasa ia lalui dengan otodidak. Namun kini ia memiliki banyak siswa yang belajar melukis di sanggarnya di kawasan Haji Samali Jakarta Selatan. Bagi Tanjung yang kini total    melukis sejak 2013 tak lagi melukis poster film karena dunia digital masuk lebih kuat sehingga melukis poster film tergeser. “Sejak era digital print  para seniman  poster film terpinggirkan. Dan saya juga harus banting setir. Saya memilih jadi pelukis secara khusus ikut pameran dan lainnya, kawan lain ada yang beralih melukis potret dan ada juga yang beralih profesi,” ujar Tanjung saat ditemui di Depok pekan lalu.

Tanjung memang bukan hanya dikenal dalam tahun 2000 namun  juga pernah berpameran dan menadpat sejumlah penghargaan dalam dunia lukis. Sejumlah pameran dimulai sejak 1993, Seni Rupa Kontemporer Pekan Wayang Indonesia VI Gd Manggala Wana Bakti Jakarta 1995, Pameran Lukisan ’95 Passri DKI Balai Budaya “Enam Pelukis Jakarta” Gedung Sasono Utomo TMII, “Tiga Generasi Perupa Indonesia” WTC, Jakarta “Alamku” Kelompok cermin pasar seni jaya Ancol, Jakarta Festival Seni Rupa 200 Pelukis di Museum Seni Rupa dan Keramik Di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta “Basoeki Abdullah Inspiration” Balai Budaya, Jakarta “Empati Palestina” 2010, Koodinator Pelukis-Pelukis Poster Film Rekor Muri Melukis 149 Pahlawan Nasional 2010 Bersama IKPI, Epicentrum, Jakarta Pameran Lukisan Bersama “Warna Budaya” Balai Budaya, Jakarta 2017, Pameran Lukisan Para Guru Se-JABODETABEK Hari Pendidikan Nasional. Ada Sejumlah penghargaan yang sejak 1987, Penghargaan Pemenang Pertama kelompok SMA, pameran dan lomba melukis poster dalam rangka peringatan hari kebangkitan Nasional ke-79 dari Kantor Kepala Wilayah Departemen Penerangan DKI Jakarta dari pusat pelatihan kesenian Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, 1989 1992, Penghargaan sebagai pendukung unit kerja panitia pada Pameran Lukisan ERA ESTETIKA ’92 di gedung BPPT lantai 9 yang dilaksanakan oleh KOPRI UNIT BPP TEKNOLOGI, dan Paguyuban Sanggar Seni Rupa Indonesia (PASSRI) DKI Jakarta Apresiasi Budaya serta HUT Kota Jakarta ke 465 dari ERES’92 (ERA ESTETIKA) 1996, Penghargaan sebagai pada penataran peningkatan mutu guru menggambar dasar DKI Jakarta dari Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) DKI Jakarta 1994, Piagam Penghargaan dari Yayasan Seni Rupa Indonesia, dalam lomba lukis “The Philip Morris Group Of Companies Indonesian Art Awards 1994” 1996, Pelukis “Jalanan” di wilayah DKI Jakarta dari Kantor wilayah DKI Jakarta Departemen Pariwisata, Seni dam Budaya 1999, Penghargaan “JAMBORE SENI RUPA NASIONAL 1999” dari PT Pembangunan Jaya Ancol Pasar Seni 2004, Workshop gambar model di Galeri Nasional Indonesia dalam acara pameran Tunggal 83 Tahun Barli “MELACAK JEJAK” dari BALE SENI BARLI – KOTA BARU PARAHYANGAN 2012, Mendapat Sertifikat penghargaan “Basoeki Abdullah dan Karya Seni Lukisnya” di Museum Basoeki Abdullah, 2012 2013, Juara pertama lomba melukis Museum “Festival Seni Rupa Indonesia” dari Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik 2013 2016, Mendapat Sertifikat penghargaan “MENGUAK KEASLIAN LUKISAN” Museum Basoeki Abdullah 2017, Penghargaan 10 Karya Terbaik Guru Lukis Terbaik Se-JABODETABEK dalam tema Pameran Lukis “Penghormatan Terhadap Ki Hajar Dewantara” oleh Museum Basoeki Abdullah, Jakarta 2017 2017, dan Sebagai peserta dalam kegiatan sosialisasi Museum Kepresidenan RI “Bincang-Bincang di Museum” Bogor dan lainnya.

Sampul Majalah Horison karya sketsa dari AR Tanjung

Jika melihat visual yang dilakukan tanjung kekuat karya Tanjung pada detail pelukis figuratif. Tanjung sebagai pelukis bukan seniman baru kemarin, ia pernah juga memberikan kontribusi kepada Majalah Horison untuk sejumlah sampul  Majalah Sastra lengendaris itu. “Saat itu saya diminta oleh tim redaksi Horison untuk edisi yang menampilkan figur tokoh budayawan dan sastrawan,” kenangnya.

Memang nama Tanjung di dunia seni lukis Indonesia mulai sedikt dikenal sejak sering membuat dukungan sampul majalah.

Lukisan karya Tanjung judul “Kendaraan Rakyat” ukuran 1 m x 2 m oil on canvas/ist

Beberapa lukisan yang menarik perhatian dari Tanjung kini adalah lukisan tema Betawi keseharian ia merekam masayarakt asli Betawi dlam realitasnya. Tanjung menggambarkan sosok-sosok asli kehidupan masyarakat Betawi dengan warna merah, coklat serta kekuatan alami. “Saya ada dilingkungan Betawi dan merasakan itu, meski asli saya keturunan Batak, melihat Budaya yang unik dalam kultur Betawi ini menarik hal percampuran sukunya, ada Arab dan China,” jelasnya.

Tanjung melukis potret masyarakat Betawi yang nyata, kanvas yang digarap dengan tarikan gaya ekspresionis  kuat dalam menarikan warna di atas kanvas. Dia menyebutkan bahwa mendapat inspirasi pada lukisan ketika melihat langsung kehidupan nyata masyarakat Betawi.

“Malam Takbiran Melancong Ke Rumah Calon Mertua (ukuran 70 cm x 90 cm),oil on canvas./ist “Pedagang Kerak Telur”

“Melancong”

“Irama Kroncong Tugu”

“Saya melihat langsung maka dari 99 persen kini hasil karya berupa sosial Betawi bahwa lukisan yang saya garap memberikan pesan saja bahwa ini cara saya menghargai kebudayaan dimana saya tinggal,” ungkapnya.

Jika melihat kebelakan nama Tanjung untuk dunia lukisan poster ia memang sangat dikenal luas maka sejumlah karya poster filmnya ada rencana dipamerkan tahun 2022. “Rencana poster-poster film saya akan dipamerkan dan jika perlu saya akan buat duplikasi asli dari psoter film itu,”jelasnya.

Lukisan poster film ini memang sebuah seni rupa yang menjadi pendukung dunia film. Meski ada yang menyebut senirupa “tukang” karena melukisnya berdasara pesanan gambar untuk film namun peran pendukung merea dalam dunia visual itu tak boleh dilupakan, makanya langkah Tanjung akan melakukan pameran poster ini sangat baik sebagai catatan sejarah. Tanjung juga mengaku bahwa para pelukis poster film ini kini mungkin tinggal 10 orang yang masih ada. Seperti dikisahkan tadi bahwa mereka banyak yang beralih profesi dan mencari jalan hidup lain.

 

“Kini tinggal sekitar 9-10 orang dan saya masih bisa kumpulkan,” ujar Tanjung yang menjelaskan bahwa rencana pamerannya akan digelar pada hari Film Nasional pada Maret 2022.

Baiklah kita tunggu saja pameran karya poster filmya dan juga pameran karya lukis dari AR Tanjung ini yang sedang dipersiapkan dalam tahun 2022 akan datang. Bravo…!!!

(aen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here