Home AGENDA Inilah Peraih Penghargaan Karya Rupa Pelestarian Budaya UOB Painting 2021

Inilah Peraih Penghargaan Karya Rupa Pelestarian Budaya UOB Painting 2021

125
0
Even After Death, The Departed Lives Ibu Meliantha Muliawan 2021 UOB Painting of the Year (Indonesia) Bordir di tyvek/ist
SENIINDONESIA  — KARYA seni yang mengangkat tema pelestarian budaya meraih penghargaan 2021 UOB Painting of the Year.
UOB Indonesia menganugerahi penghargaan the 2021 UOB Painting of the Year (Indonesia) kepada Meliantha Muliawan atas karya seninya yang berjudul “Even After Death, The Departed Lives Life”. Dalam karyanya, perupa berusia 29 tahun dari Pontianak, Kalimantan Barat ini mengingatkan masyarakat Indonesia akan ritual budaya Tionghoa membakar kertas “joss”.
Tradisi yang semakin terlupakan ini menjadi simbol akan bentuk penghormatan kepada para leluhur dan menjadi penanda akan adanya kehidupan dan kematian. Even After Death, The Departed Lives, Meliantha Muliawan 2021 UOB Painting of the Year (Indonesia) Bordir di tyvek Meliantha Muliawan merupakan wanita pertama yang meraih penghargaan UOB Painting of the Year di Indonesia, demikian rilis yang diterima Redaksi 3 November 2021.
Menurutnya, budaya Tionghoa yang diwariskan secara turun temurun kini semakin jarang dipraktikan. Dalam karya seninya, ia menciptakan replika porselen dan menggunakan bahan yang menyerupai kertas, seolah mengembalikan benda-benda yang pernah dimiliki nenek moyangnya sebagai upaya melestarikan tradisi budaya.
“Karya seni saya terinspirasi oleh pecahan porselen Dinasti Ming abad ke-15 yang ditemukan di Laut Jawa dan saya terima dari seorang teman. Saya pribadi mempraktikkan tradisi ‘pembakaran kertas joss’ ini sebagai upaya mengirim barang-barang material kepada kerabat saya yang telah meninggal dunia dengan harapan mereka akan mendapat manfaat dari kehidupan akhirat yang bahagia dan sejahtera. Sebagai perupa profesional, saya berharap dapat memahami dan mengingatkan orang lain mengenai akar sejarah kita. Melalui seni, kita mewariskan tradisi dan membantu melestarikan warisan budaya sebagai upaya kita untuk menghormati leluhur. Adalah sebuah kehormatan bagi saya dapat menerima penghargaan 2021 UOB Painting of the Year (Indonesia) ini. Saya berharap dapat mewakili Indonesia untuk bersaing dalam ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year Award di Singapura bulan depan,” kata Meliantha.
Sebagai pemenang utama kompetisi UOB Painting of the Year (Indonesia) 2021, Meliantha Muliawan memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp250 juta. Karya seninya akan dikompetisikan dengan karya seni para pemenang dari Malaysia, Singapura dan Thailand dalam ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year Award yang akan diumumkan secara daring pada 26 November 2021 di Singapura. Ia juga berkesempatan mengikuti program residensi selama satu bulan di Fukuoka Asian Art Museum di Jepang atau di UOB Art Gallery di Shanghai, Tiongkok.
Karya Meliantha Muliawan ini telah berhasil membuat kagum para juri yang terdiri dari ahli seni dan kurator ternama di Indonesia. Mereka adalah Agung Hujatnikajennong, kurator independen dan dosen Institut Teknologi Bandung, Natasha Sidharta, kolektor seni, dan Mella Jaarsma, perupa kontemporer dan pendiri Institut Seni dan Masyarakat Cemeti.
Dalam komentarnya mengenai karya seni Meliantha Muliawan, Agung Hujatnikajennong mengatakan, “Dengan menggunakan teknik bordirnya pada tyvec, sang perupa telah menunjukkan gerakan konseptualnya yang kuat dalam melestarikan identitas budaya serta praktik tradisional yang kini telah menjadi ritual yang langka. Visualisasinya akan porselen dinasti kuno menjadi penanda akan pentingnya upaya melindungi jati diri kita, nilai-nilai, kepercayaan, serta tradisi yang memungkinkan kita memahami generasi sebelumnya dan sejarah dari mana mereka berasal.”
Sementara dalam kategori Pendatang Baru, Chrisna Fernand yang berusia 28 tahun memenangkan penghargaan 2021 UOB Most Promising Artist of the Year untuk karya seninya yang berjudul Leviathan (Raksasa). Karya seni ini menyoroti urgensi untuk dalam mengadopsi perekonomian rendah karbon melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Pemanfaatan energi di Indonesia telah lama didominasi oleh sumber daya fosil yang menyumbang pemanasan global serta pencemaran air dan udara. Dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan gerakan ramah lingkungan, perupa ini menciptakan sebuah karya seni yang menjadi pengingat bahwa pemerintah dan sektor swasta perlu segera mengambil tindakan untuk merevitalisasi sektor energi dan mencapai manfaat ekonomi dan sosial yang berarti.
Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia mengatakan bahwa sejak tahun 2011, UOB Indonesia secara konsisten memberikan kontribusi bagi masyarakat, serta membuka pikiran dan hati melalui seni, anak-anak dan pendidikan. Melalui ajang UOB Painting of the Year, UOB terus mendorong perupa untuk berbagi ide dan kreativitas mereka melalui seni dan menginspirasi pemikiran kritis di tengah masyarakat.
Kategori Emerging Artist terbuka untuk perupa muda yang tengah menjalani pendidikan seni dan memulai langkah untuk berkarier di bidang seni atau bagi mereka yang melukis sebagai  hobi.
“UOB Painting of the Year ini merupakan ajang yang memberikan lebih banyak peluang bagi perupa nasional di pentas seni regional dan internasional. Selama lebih dari satu dekade, kami telah membina, menemukan dan mendukung perupa dari seluruh Indonesia sehingga mereka dapat menyalurkan pemikiran kreatif mereka dan berbagi pengalaman melalui seni. Kami bangga karena tahun ini kami berhasil mencatatkan rekor kiriman karya seni dari perupa yang berpengalaman dan para pendatang baru dari seluruh Indonesia. Kami juga bangga karena banyak karya seni yang diciptakan anak bangsa yang berbakat telah diakui sebagai pemenang UOB Southeast Asian Painting of the Year.Selamat kepada seluruh pemenang. Semoga mereka dapat terus mengejar mimpi dan menggapai kesuksesan yang lebih besar dalam perjalanan karier seni mereka.”
Sejak wabah pandemi merebak pada tahun 2020, UOB Indonesia telah memfasilitasi pengiriman karya seni secara digital guna memberikan kesempatan bagi peserta di seluruh Tanah Air. Tahun ini, ajang UOB Painting of the Year mengajak perupa Indonesia dan masyarakat luas untuk mengirimkan karya seni mereka secara daring mulai 29 April hingga 7 Agustus 2021.
Lukisan-lukisan yang menjadi pemenang dalam ajang UOB Painting of the Year (Indonesia) 2021 antara lain: Kategori Established Artist: Meliantha Muliawan dengan judul Even After Death, The of the Year Departed Lives meraih hadiah Rp250 juta.  Dian Suci Rahmawati dengan judul What Is Your Gold meraih hadiah Rp100 juta, Prihatmoko Moki dengan judul Primbon Betaljemur Adammakna (Manuscript of Betaljemur Adammakna) meraih hadiah Rp80 juta.
I Made Wahyu Senayadi dengan judul Spirit of Friends meraih  hadiah Rp50 juta. Kategori Emerging Artist: Chrisna Fernand dengan judul karya Leviathan (Raksasa) meraih hadiah Rp30 juta (Promising Artist of the Year),  Karina Budiati Yuwono  dengan judul karya Penyeduh Kopi  (Coffee Brewing Woman) dengan hadiah Rp25 Juta, Irene Febry dengan karya berjudul Imaji Dunia Fana (Imagination of the Mortal World) dengan hadiah Rp15 juta dan Abdul Muis dengan karya berjudul Mencari Sebuah Jawaban (Demi Masa) (Searching for Answers (For the Sake of Time) dengan hadiah Rp10 juta
UOB dan Seni menyatakan diri bahwa Di UOB, kami percaya bahwa seni dapat menembus batas-batas bahasa, budaya, geografi, dan waktu. Seni memberi rasa identitas dan perspektif, gambaran mengenai masa sekarang serta menciptakan masa depan untuk dapat kita bayangkan.
Dengan seni, kita dapat menjalin hubungan dengan sesama. Seni juga dapat menjadi pemersatu manusia. Bertolak dari hal tersebut dan dengan kehadiran kami di kawasan yang sudah lama, kami terus mendukung seni di Asia Tenggara selama lebih dari empat dekade.
Dengan dipacu semangat untuk mendorong perupa berbakat dalam kegiatan kreatif, UOB memulai ajang Painting of the Year di Singapura pada tahun 1982 dan memperkenalkannya di Indonesia pada tahun 2011 Kini, ajang seni tahunan tersebut merupakan yang terlama diselenggarakan di Singapura. |AEN/S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here