Home AGENDA Mayek Prayitno Akan Gelar Pameran Tunggal “Urban Insomnia” di Rolling Door Art...

Mayek Prayitno Akan Gelar Pameran Tunggal “Urban Insomnia” di Rolling Door Art Gallery

267
0
SENI.CO.ID – PAMERAN Seni Rupa Mayek Prayitno akan digelar mulai 11 November sampai 30 November 2021, pembukaan akan dilkaukan pada 11 November 2021 pukul 15.00 WIB, bertempat di Rolling Door Art Gallery, Jl. Durian Raya 47B, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Inilah sebuah Proyek Schizophrenia Fase lll yang merupakan bagian dari rangkaian gagasan yang dikembangkan oleh Mayek Prayitno sejak tugas akhirnya di Jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Dengan judul Schizophrenia sebagai metafora dalam karya seni grafis, dengan melihat subyek diri, lingkungan sosial dan lainnya sebagai sesuatu yang terpecah-pecah. Dalam beberapa tahun kemudian di tahun 2014, pameran tunggal Schizofrenia fase II diberi tajuk Ego Maniak, yang menilik egoisitas manusia Urban.
Saat ini pameran Schizophrenia fase III ini bertema URBAN INSOMNIA yang digagas selama masa pandemi covid 19 sebagai refleksi ketika sebagian dari kita mengalami masa kesulitan tidur malam, banyak faktor bisa memicu terjadinya kondisi nokturnal ini.
Di malam-malam yang sulit dipahami terkadang muncul sesuatu yang tak diduga, tak pernah kita undang. Ide delutif itu melesat begitu saja. Ini dialami hampir semua orang, masyarakat urban yang mengidap insomnia. Syaraf memiliki jam biologisnya sendiri dan mendorong neuron bekerja lebih dari biasanya, menghasilkan imaji-imaji.
Urban Insomnia
Dalam konsep karyanya Mayek mengungkapkan bahwa sebagian dari kita mengalami masa kesulitan tidur malam, banyak faktor bisa memicu terjadinya kondisi nokturnal ini. Di malam-malam yang sulit kita pahami terkadang muncul sesuatu yang tak kita duga, tak pernah kita undang. Ide delutif itu melesat begitu saja. Ini dialami hampir semua orang, masyarakat urban yang mengidap insomnia. Syaraf memiliki jam biologisnya sendiri dan mendorong neuron bekerja lebih dari biasanya, menghasilkan imaji-imaji.

Gambaran imaji itu berkembang pada drawing visual secara spontan yang saya maksudkan terhadap kehidupan dan pikiran manusia modern yang memuai, dibebani rasionalitas, mitos, religiusitas dan hasrat sebagai pekerja harian. Pada watak umumnya ia ambigu dan skizofrenik, seketika juga kadang menunjukkan paradok-paradok. Pada perkembangan budaya cangkokan tekno-industrial, ia laiknya tubuh tanpa organ, tubuh menjadi mesin penghasil yang dikembangbiakkan.

Pameran tunggal Mayek Prayitno dikuratori oleh Hendra Ishander seorang arkeolog dan juga peneliti sedang co kurator Rengga Satria seorang jurnalis.
Pameran ini akan diresmikan dan dibuka oleh Lenny Weichert, seniman dan pemilik Kersan Art Studio Yogyakarta.
Kita akan melihat gambaran imaji karya Mayek berkembang pada 40 lembar visual drawing berjudul Insomnia Effect berukuran 15x21cm, 6 panel lukisan berukuran 40x60cm berjudul “Tubuh Tanpa Organ”, 1 lukisan dengan judul publik invasion berukuran 120x130cm dan 1 instalasi bermedia campuran berjudul “Krisis Manusia Modern”, secara spontan saya maksudkan terhadap kehidupan dan pikiran manusia modern yang memuai, dibebani rasionalitas, mitos, religiusitas dan hasrat sebagai pekerja harian. Pada watak umumnya ia ambigu dan skizofrenik, seketika juga kadang menunjukkan paradok-paradok.
“Pada perkembangan budaya cangkokan tekno-industrial, ia laiknya tubuh tanpa organ, tubuh menjadi mesin reproduksi yang dikembangbiakkan,” ungkap Mayek menjelaskan karyanya. (aen/sn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here