Home AGENDA Selamat Jalan Dua Seniman Atasi dan Pedje…..

Selamat Jalan Dua Seniman Atasi dan Pedje…..

336
0
Tulisan Pedja di MAJALAH Seni/ist

SAYA hari ini mendapat duka dua kawan seniman meninggal. Atasi Amin penyair Bandung yang puisinya dimuat di edisi Majalah SENI bulan Juni lalu. Dan Pedje penulis Esai Majalah SENI terakhir Pedje (Purwadi Djunaedi) menulis perjalanan Kebaya.

Dua kawan ini secara pribadi saya punya hubungan baik dan keduanya adalah orang santun dan tenang. Saya kehilangan keduanya.

Atasi meninggal pada Ahad 25 Juli 2021 siang pukul 12.50 di RS Santosa. Kabar dari Yasmin, putrinya datang dari sahabat saya Andi, Matdon, Hermana. Kami (Atasi, Andi, Hermana, saya dan Ada Kawan Sukma) pernah sama sama membangun sebuah media TV Digital online JABARSATU.TV jauh sebelum usaha bersama saya dekat juga dengan ayahnya sang Maestro Pelukis Jeihan. Atasi adalah Putra tertua dari pelukis Jeihan. Dan sore Ahad ini juga Atasi dimakamkan di belakang studio Jeihan pun Pelukis Jeihan juga beristirahat selamanya disana. Selamat jalan Kang Atasi Amin karya puisi terakhir di Majalah SENI edisi Juni 2021 Puisi-puisi ada 14 karya tentang perjalana dan kisah-kisahnya yang indah..

Puisi-puisi Atasi yang dimuat di Majalah SENI/ist

Dialog saya pada 18 Juni 2021 saya WA  Atasi dan Atasi membalas dengan menelpon langsung dan akhirnya panjang kita diskusi Kang Atasi terakhir kasih masukan buat  MAJALAH SENI tiap edisi ada bonus poster karya Seniman. Saya jawab Insya Allah siap. Saat saya bilang ini ada honor puisi yang dimuat kang. Semua yang menulis ada honornya di Majalah SENI kang. Tapi Atasi bilang tak usah buat pengembangan Majalah SENI, termasuk ia adalah salah satu pelanggan setia yang sudah membayar Langganan perenam bulan Majalah SENI.

Kabar duka juga pada hari ini juga kawan Pedje ini adlaah senior saya. Ia adalah jebolan FIB UI jurusan Sastra UI. Saya mengenal Pedje lebih jauh bukan sekadar saat di Majalah D&R namun selanjutnya bergulir dalam dunia media. Kami sama-sama pernah satu kantor bersama Muhammad Jusuf (Alm.) senior saya juga di kantor sebuah media online di kawasan Tebet saya itu saya pernah memimpin satu media online. Saya lepas dari media online Tebet, Pedje masih disana. Sejak itu saya sering diskusi banyak hal soal sastra teater dan hal lainnya. Bahkan sempat mambuat garap teater. Pedje aktivis teater di Jakarta Barat. Pedje juga editor handal, sejumlah buku pernah dia pegang sebagai editor. Seiring waktu Kantor di Tebet bubar. Saya sudah berkantor di Kawasan Blok M Sungai Sambas urusi majalah bidang Energi. Ada pengembangan media di kantor saya Pedje kembali gabung dengan say kembali dan berkantor bersama di kawasan Blok M sungai Sambas. Pedje pegang satu media online bidang politik dan umum. Tulisannya sangat baik dan menukik tajam analisa. Harus diakui Pedje adalah gila kerja sampai-sampai akhirnya ia kerja larut malam dan terkadang ia harus menginap di kantor. Dan itu hal biasa, di kantor media ini banyak jurnalis dan redaktur tidur di kantor. Kantor jadi hidup dan hangat. Saya pun demikian saat deadline Majalah Energi harus segera terbit. Kami juga mengalami krisis kantor di kawasan Blok M bubar.  Pedje kerja di media Sulindo kantornya dikawsan Ampera Jakarta Selatan. Tapi sebagai penulis ia sering membantu saya dan membuat tulisan esai di Majalah SENI.

Hari ini Malam pukul 20.00 dapat kabar Pedje berpulang meninggal di RSUD Cengkareng Jakarta Barat. Ada dialog saya terakhir dengan Pedje bahwa dia mulai membaik saat ada di rumah sakit. Bahkan sempat kirim foto. 15 Juli 2021 sempat ada dialog lewat WA saya sampaikan cepat sehat dan kuat lagi ya Dje dan saya sempat kirim Madu, Habbatusauda dan Minyak Zaitun. “Kirim ke RS, Kang. RSUD Cengkareng, Jl Kamal raya, Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng Timur, untuk pasien Purwadi Djunaedi di ruang Cherry lantai 6KL ada boleh jg, Kang” itu jawaban dia pada saya 15 Juli pagi setelah saya minta alamatnya.

Hanya Madu dan Olive Oil (Minyak Zaitun) aja yang boleh diterima. Petugas lewat Gojek  siang itu menghubi saya, katanya habbatusauda tak boleh. “Habbatusauda diambil bagian farmasi,”. Pukul 13:53, Pedje membalas WA saya,”Minyak zaitun & madu sudah diterima. Hatur nuhun,” kata Pedje. Saya jawab semoga cepat pulih. Dialog itu kenangan saya dengan pedje.

Kaget dapat kabar bahwa ia pergi dan saya tak bisa berkata apa-apa. Keduanya adalah oarang baik dan keduanya menulis di Majalah SENI.

Atasi dan Pedje sudah berjalan lebih dulu. Kelak saya dan semua akan menyusul menunggu waktu. Selamat jalan kawan. Insya Allah saya percaya Allah akan menempatkan kalian dalam tempat yang baik di sisiNYA. (Ame)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here