Home BERITA RACHMAN SABUR: TUBUH, PANGGUNG & KEHIDUPAN

RACHMAN SABUR: TUBUH, PANGGUNG & KEHIDUPAN

1262
2

TAHUN ini genap majalah SENI edisi cetak pas setahun terbit. Sebenarnya kalau edisi online seni.co.id sudah masuk tahun ke 5. Majalah SENI ini memutuskan terbit dalam edisi cetak secara berkala karena memang dirasa perlu apalagi –bagi yang suka akan analisa dan ulasan lebih dalam tentang hal ihwal dunia seni budaya.

Kami di redaksi merasa itu satu langkah yang dalam masa pandemi ini,
kami bersyukur bisa terus hadir di hadapan pembaca. Redaksi MAJALAH SENI
dalam pernyataan resmi disini sampaikan kalau majalahnya ini akan terus hadir
dengan setia. Kehadiran ini pun karena yang menjadi pelanggan sudah mulai
tumbuh terus. Artinya pembaca SENI makin tinggi. “Kami akan hadir terus dan
akan setia dan konsisten untuk para pembaca setia. Sampai tahun-tahun akan
datang,” kata Aendra Medita Pemimpin Redaksi Majalah SENI.

Majalah SENI tergabung dengan kelompok media Meprindo Media
Group (MMG) pertama kali terbit pada Februari 2020 hadir ke publik. Pada
awalnya kami meyakini bahwa pembaca di media ini jika dalam edisi cetak
atau majalah mungkin hanya akan dijangkau di tanah air saja, namun kami
akhirnya juga membuat edisi digital (pdf) yang akhirnya bisa tersebar ke
seluruh dunia.

Sampai dengan akhir 2020, kami memang masih terus diminta oleh
beberapa pembaca yang baru dan meminta edisi pdf. Majalah SENI kami
memang saat ini sudah banyak juga yang meminta kerjasama baik dari
menjadi media partner, sponsorship dan bahkan belakangan ada juga yang
ingin menjadi media merger. Hal terakhir tentang merger ini belum kami
putuskan karena Majalah SENI lahir dari sebuah kekuatan bersama di TIM
inti yang peduli akan seni budaya tinggi.

Di tangan Anda saat ini Majalah SENI misalnya sejumlah liputan yang
memang kami jalani dengan khusus, misalnya kami datang ke Bandung
untuk bersilaturahmi wawancara panjang dengan seorang Doktor Seni
Rachman Sabur dalam dunia teater khusus tentang Teater Tubuh. Ke kota
Tasikmalaya bertemu dan wawancara dengan pelukis Iwan Koeswanna yang
konsisten dengan kesenimanannya yang istiqomah. Kami memang harus
turun ke narasumber untuk kami menulisnya dengan intim dan akrab maka
hasil dan sambutannya pun kami syukuri semua.

Memutuskan menjadi Majalah SENI edisi cetak adalah kebijakan yang
diambil cukup lama, ditengah media cetak sedang banyak yang gulung tikar.
Tapi ini membuat hadir dalam sebagai bukti sebagai media perjuangan
adalah rasanya tak perlu menyerah. Dan kami berharap pada satu tahun
Majalah SENI edisi cetak ini untuk membangun rasa ruang besar pada tahun
pertama bagi kami adalah menjawab rasa cemas bahwa setahun belumlah
apa-apa bagi kami. Dan kami perlu dukungan Anda semua. Tabik!  (RED)

MAJALAH SENI ED6 (2)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here