Home AGENDA Pustaka Langit ‘Soempah Pemoeda’

Pustaka Langit ‘Soempah Pemoeda’

428
0

Oleh: Taufan S Chandranegara, praktisi seni.

Sejarah “Soempah Pemoeda” baru saja lewat beberapa waktu bersama malaikat semesta, menuju tempat terindah di surga. Sejarah pergerakan menuju Indonesia Merdeka 1928, waktu sehening-keharuan, kebanggaan, khusyuk.

Ada, perasaan ketidaksempurnaan di hati, ketika sejarah itu lewat, apakah kini mampu sehebat sejarah itu. Harapan, menjadi buah pelajaran. Semoga, terbaik dari kini, untuk masa datang, kitab pelajaran sejarah keindahan iman-sinaran cahaya, melebihi bintang kejora di pustaka langit. Terima kasih pahlawan.

*

Lantas apa ya, berikutnya, seterusnya, langkah dari cita-cita kultur modern, peradaban daring maya-dunia, oh, dunia-maya, apakah di sana, ada, auto-edukatif paripurna, ucapan akal budi, terbuka, mengayomi hakikat hidup negeri indah ini?

Harapan, makna “Soempah Pemoeda”, semoga, menjadi energi kerja kreatif, mencapai tujuan cita-cita, sederhana saja, senantiasa meningkatkan sarana-prasarana pendidikan terus menerus menuju wilayah perbatasan negeri cantik nian ini, lebih intensif tepat guna, percepatan secepat-cepatnya, segala agenda utama, peduli pendidikan generasi-guna semangat belajar persaudaraan sekandung-sebangsa, hingga tak terbatas, ke langit manapun.

Semoga ketegasan pemberantasan-mafia narkoba, mafia korupsi, semakin mumpuni. Semoga pula sangsi tegas semakin mantap, untuk siapapun ‘tanpa kecuali’, apabila secara illegal-melanggar zona aman wilayah darat, laut maupun udara, negeri nan elok ini.

Seiring pula, semoga, para penggiat pertanian, para pengolah lahan-negeri ini, terus meningkatkan ketahanan pangan, maupun industri rumahan, sebuah upaya hijau lestari, menggalang produktifitas, ranah kesuburan pertumbuhan sumber daya, di tanah negeri sendiri, sebuah harapan.

Doa ikhlas dari rakyat untuk negerinya, semoga membuahkan kultur-pencerahan daya guna, sekaligus tepat guna-rancang bangun kesejahteraan ekonomi kerakyatan, sembari terus meningkatkan etos kerja mandiri, bersama keahlian multi-keilmuan anak negeri ‘mengibarkan bendera kebangsaan’, menjulang langit nasionalisme sejati, fitrah ilahi.

*

‘Soempah Pemoeda’, suri tauladan kepribadian-komitmen kebangsaan berbudi sepanjang masa. Marilah saudaraku, bergandengan tangan-bersatu kita teguh, menyimak syair lagu heroik tokoh musisi lagendaris, Gombloh.

Kebyar Kebyar
Gombloh

Indonesia
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatmu
Indonesia
Debar jantungku, getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganmu
Kebyar-kebyar pelangi jingga

Indonesia
Nada laguku, simfoni perteguh
Selaras dengan simfonimu
Kebyar-kebyar pelanggi jingga

Biarpun bumi berguncang
Kau tetap Indonesiaku
Andaikan matahari terbit dari barat
Kau pun Indonesiaku
Tak sebilah pedang yang tajam
Dapat palingkan daku darimu

Kusingsingkan lengan
Rawe-rawe rantas
Malang-malang tuntas
Denganmu

Indonesia
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatku
Indonesia
Debar jantungku, getar nadiku
Berbaur dalam angan-anganku
Kebyar-kebyar pelangi jingga

Indonesia
Merah darahku, putih tulangku
Bersatu dalam semangatku
Indonesia
Debar jantungku, getar nadiku

(Hak Cipta Gombloh)

*

Sebuah syair cemerlang penuh iman kebangsaan nan tulus. Salam Indonesia Keren, negeri para sahabat.

Jakarta Indonesia, October 31, 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here