Home AGENDA Ketika Ketua KPK Firli Bahuri Baca Puisi “Membangun Martabat Bangsa” Pada Peluncuran...

Ketika Ketua KPK Firli Bahuri Baca Puisi “Membangun Martabat Bangsa” Pada Peluncuran Puisi Dirut RRI M Rohanudin

591
0
Ketua KPK Firly Firli Bahuri saat membacakan puisi di Auditorium Abdurachman Saleh RRI Jakarta/FOTO AM

SENI.CO.ID – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membaca puisi pada Malam Apresiasi Puisi dengan tema Indonesia Merdeka Virus Covid dan Korupsi. Acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) di Kantor Pusat Auditorium RRI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (17/8/2020) malam.

Firli membacakan puisi berjudul “Membangun Martabat Bangsa”. Puisi ini merupakan pesan kebangsaan yang kuat dan sarat dengan peringatan agar masyarakat menjauh dari perilaku buruk bernama korupsi.

Ketua KPK Firly Firli Bahuri saat membacakan puisi di Auditorium Abdurachman Saleh RRI Jakarta/FOTO AM

Malam itu selain Firli, Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin juga membaca puisinya bersama penari kontemporer Lena Guslina Ada juga Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, penyair Acep Zamzam Noor, Sutardji Calzoum, D Zawawi Imron, pembaca puisi Peri Sandi, penampilan pantomime Septian Dwicahyo, dan musik dari Dwiki Dharmawan, Ita Purnama Sari, dan Gamelan Sunda RRI.

Dirut RRI M Rohanudin membaca puisi berjudul “Kemerdekaan, Corona, dan Korupsi” penari kontemporer Lena yang memainkan peran dan ekspresi topeng-topeng di tengah keganasan budaya korupsi dan keganasan Covid-19. Visual yang dijadikan latar membawa sajian ini mendukung kekuatan./AM

Yang menarik malam itu penari Lena pun diakhir geraknya me,baca puisi. Ia tampil dengan dua topeng yang olah dengan gaya khas topeng Cirebonan. Bersama M Rohanudin membaca puisi berjudul “Kemerdekaan, Corona, dan Korupsi” penari kontemporer Lena yang memainkan peran dan ekspresi topeng-topeng di tengah keganasan budaya korupsi dan keganasan Covid-19. Visual yang dijadikan latar membawa sajian ini mendukung kekuatan.

Pada ulang tahun 75 tahun Indonesia ini, RRI dan KPK mengajak masyarakat untuk mencintai Indonesia dengan melawan korupsi. Acara ini juga menampilkan sejumlah tokoh dan testimonial dari para cucu dan anak, seperti kisah Agus Salim, Jendral Hoegeng, Bung Hatta, Panglima Besar Jenderal Soedirman dan sejumlah tokoh. Malam apresisasi puisi RRI ini memang patut menjadi apresiasi.

“Keganasan ini tetap harus disikapi dengan arif dan bijaksana oleh penentu kebijakan, selama masih konsisten memberi pelayanan kepada masyarakat yang sedang dalam ketakutan akibat serangan pandemi Covid-19,” ujar Rohanudin dalam penyataannya.

Dan malam itu M Rohanudin meluncurkan buku Sehimpuan Puisi berjudul “BICARA YANG BAIK-BAIK” penerbit Buku Obor.

Rohanudin mengatakan, bangsa Indonesia harus berterima kasih terhadap perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu penyair Acep Zamam Noor menulis dalam epilog bukunya “Puisi-puisi M Rohanudin yang terkumpul dalam Bicaralah Yang Baik-baik. Diakui bahwa hadirnya nilai kesederhanaan dan kejujuran dalam antologi puisi ini telah menyentuh perasaan saya sebagai pembaca,” jelas Acep di akhirnya epilognya.

Akhirnya malam apresisai puisi di Gedung Abduraman Saleh RRI Medan Merdeka Barat itu bisa dikatakan sebagai ruang sastra baru yang tak menutup kemungknan RRI akan jadi leader dalam dunia kesusastraan kedepan. Bahkan para penyair bisa membuka cakrawala puisinya di udara lewar penyiaran yang sudah tak diragukan lagi.  Selamat..!                   | AENDRA MEDITA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here