Home AGENDA PEMANFAATAN HASIL RISET KRUPT RISTEK BRIN DAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR MASA PANDEMI

PEMANFAATAN HASIL RISET KRUPT RISTEK BRIN DAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR MASA PANDEMI

396
0

SENI.CO.ID – Kebijakan Kurikulum Darurat di Masa Pandemi menjadi momentum untuk memanfaatkan hasil penelitian pengembangan Konsorsium Riset Unggulan Perguruan Tinggi (KRUPT) Perguruan Tinggi Seni di Indonesia.

Tim Peneliti yang terdiri dari Dr. Wanda Listiani, M.Ds (ISBI Bandung), Dr. Sri Rustiyanti, M.Sn (ISBI Bandung), Fani Dila Sari, M.Sn (ISBI Aceh), IBG. Surya Peradantha (ISBI Tanah Papua) melakukan ujicoba karya markerless AR Realtime Synchronization dalam pembelajaran seni budaya di masa Pandemi dan mendukung kebijakan Kemendibud tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penelitian KRUPT yang didanai RistekBRIN ini telah memasuki tahun kedua.

“Pemanfaatan hasil penelitian KRUPT Konsorsium Seni sebagai komitmen dalam upaya pencapaian Indonesia Maju dan mendukung kebijakan merdeka belajar kampus merdeka”, ungkap Ketua Peneliti sekaligus Koordinator Konsorsium Seni dan Ketua LPPM ISBI Bandung, Dr. Wanda Listiani. Hal ini ditegaskan juga oleh Dr. Sri Rustiyanti sebagai anggota peneliti sekaligus Dekan Fakultas Budaya dan Media ISBI Bandung, “Hasil Penelitian ini sangat bermanfaat sekali terutama di masa Pandemi bagi mahasiswa kami maupun mahasiswa Perguruan Tinggi seni lainnya untuk mendukung proses pembelajaran khususnya praktik seni pertunjukan”.

Lanjut, Dr. Sri di sela kesibukan penerimaan mahasiswa baru menjelaskan, “Ujicoba hasil riset ini sebagai action tim konsorsium untuk mensosialisasikan hasil riset, program pemerintah, pelaksanaan Tri Dharma PT sehingga dari action ini akan memperoleh makna”. Pernyataan senada juga diungkapkan oleh dosen muda dan seniman berprestasi dari ISBI Tanah Papua, IBG. Surya Peradantha, M.Hum dan ISBI Tanah Aceh, Fani Dila Sari, M.Sn.

Penggunaan hasil penelitian KRUPT Konsorsium Seni menjadi strategi untuk penguatan cara berpikir analisis, pengembangan kapasitas dan pengayaan pengalaman mahasiswa seni budaya yang ditunjang oleh fleksibilitas kurikulum dan otonomi kebijakan khususnya hilirisasi hasil riset di perguruan tinggi seni.

Program ujicoba hasil riset yang dilaksanakan oleh tim peneliti dengan diketuai Dr. Wanda Listiani ini diharapkan memberikan pemahaman dan pengalaman lebih baik tentang budaya tradisi, apresiasi karya seni budaya, gaya hidup masyarakat dan pengetahuan lokal yang berbeda melalui teknologi Augmented Reality dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Keterlibatan teknologi AI dalam pendidikan seni budaya serta pemanfaatan hasil penelitian AR PASUA PA memberikan dimensi fleksibilitas kurikulum, komitmen institusional dan ketahanan seni budaya untuk menghadapi perkembangan teknologi digital era industri 4.0 selama pandemi covid-19.***(Asep M/Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here