Home OPINI Berkarya Tanpa Batas, Berdaya Berbudaya

Berkarya Tanpa Batas, Berdaya Berbudaya

740
0
Jugun Ianfu atawa Tembang Panineungan karya/Sutradara Hermana HMT. Foto Doc. Bandoengmooi

SENI.CO.ID – Semakin banyaknya jumlah orang yang terinfeksi Covid 19 membuat pemerintah menerapkan berbagai himbauan untuk menjaga jarak antara masyarakat alias social distancing. Mulai dari imbauan bekerja di rumah bagi pekerja dan karyawan yang memungkinkan, meliburkan sekolah hingga membatasi kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Tidak terkecuali pada pelaku budaya di Indonesia, pedemi Covid 19 juga membuat aktifitas kebudayaan banyak yang terhenti apalagi kegiatan budaya seperti seni pertunjukan yang senatiasa berhubungan dengan banyak orang. Hingga roda perekonomian mereka turut rontok.

Melihat kenyataan seperti itu Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) tidak bisa berpangkutangan begitu saja. DKKC ingin seniman dan budayawan Kota Cimahi terselamatkan dari dampak Covid 19 yang berkepanjangan. Maka dalam hal ini pengurus DKKC berusaha mendata seniman dan bedayawan yang merasa terkena dampak.

Mulai minggu pertama April 2020 DKKC menjaring lewat pengisian data di form google dan lewat Whatsapp (WA), hingga Senin, 6 April 2020 terjaring sekitar 67 orang seniman dan budayawan Kota Cimahi. Namun ada beberapa orang tidak bisa DKKC masukan datanya karena tidak melengkapi Nomor KTP, domisili dan data rengkap dalam satu keluarga kirim dua (dipilih salah satunya).

Sebanyak 67 yang didata DKKC selanjutnya sampaikan ke Wali Kota Cimahi, Dinas Sosial, dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Cimahi melulai form yang telah disediakan dan mengirim data pisiknya. Mereka juga didorong untuk mengisi form google yang disediakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan menyertakan foto kegitan yang pernah dilakukan atau karya yang pernah dibuat.

Mengenai ini DKKC berharap adanya perhatian dan kepedulian serius dari para pemangku kebijakan terutama dari pemerintah Kota Cimahi dan pihak lain untuk membantu menyelesaikan permasalahan bersama ini, serta menghimbau pada seniman dan budayawan yang punya rezki berlebih, mari kita berbagi kepada sahabat yang benar-benar terkena dampak.

Namun bencana Covid 19 tidak perlu diratapi berkepanjangan dengan tidak melakukan apa-apa disaat pelaku budaya tinggal di rumah. Pelaku budaya sebagai manusia kreatif tentu harus mampu mencari jalan keluar dari segala kebuntuannya, sehingga dapat berkaya tanpa batas.

DKKC dalam waktu dekat ini mencoba menawarkan program pada pemeritah kota, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak swasta atau para donator sebagai upaya lain diluar bantuan sosial (seperti kartu prakerja atau jenis lainnya). Yakni mencoba melakukan hal baru yang tidak terbiasa dilakukan dalam kegiatan kebudayaan selama ini.

Diantaranya DKKC membuat festival tutorial pelatihan seni dengan metode tidak tatap muka secara langsung seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Tapi lewat media sosial FB, WA, Youtobe dan jaringan internet dengan proses direkam lewat perlengkapan  sederhana (Handphone) atau kamere video digital lainnya yang hanya melibatkan personil tambahan 1 atau dua orang, bahkan bisa dilakukan seorang diri.

Selain membuat tutorial pelatihan seni, juga membuat Festival pertunjukan seni karya baru yang dilakukan di rumah dengan durasi pendek serta direkam video dan diunggal di media social/jaringan internet.

Pertunjukan seni di rumah dalam bentuk festival tentu akan banyak melibatkan seniman atau budayawan yang sama-sama ingin mengepresikan hasil kreasinya melalui media baru, sehingga karyanya dapat diapresiasi oleh semua lapisan masyarakat yang lebih luas.

Sedangkan bagi para perupa kami berencana selenggarakan Festival Drawing. Proses mereka juga didokumentasikan dengan durasi pendek dalam bentuk video dan bersama karyanya diunggah ke media sosial.

DKKC juga meminta, dalam program ini sineas/videomaker dan animator di Kota Cimahi bisa turut membantu sahabat-sahabat seniman dan budayaan dengan memberikan tutorial singkat tentang pengaplikasian media baru tersebut. Bahkan terlibat langsung dalam pembuatan kontennya, karena ada seniman atau budayawan yang tidak paham mengunakan perangkat yang serba digital dan tidak memiliki perlengkapannya.

Kegiatan ini diharapkan bisa berlasung pada bulam Mei sampai dengan Juli 2020 dengan judul “Berkarya Tanpa Batas, Berdaya Berbudaya”. Somoga yang sedang dipersipakan ini menjadi salah satu solisi atau pendidikan pada pelaku budaya untuk tidak berdiam diri dan menunggu keajaiban datang menyelesaikan masalah, khususnya masalah ekonomi agar bisa melanjutkan kelangsungan hidup. Caranya tidak memberi ikan, tapi memberi kail untuk pancing ikan, sehingga kita tetap berkarya, berdaya dan berbudaya.

Sebagai penutup, mencuplik pemikiran Nietzsche; Seseorang yang betul-betul tersesat di tengah hutan, namun berusaha keluar dengan kekuatan luar biasa ke arah manapun, kadang akan menemukan jalan baru yang tidak diketahui sebelumnya, begitulah cara kemunculan seorang jenius.*** Hermana HMT – Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here