CLASSROOM-PROJECT VOL 1: TRACE AND AURA, “KEKUATAN BARU SENI”

CLASSROOM-PROJECT VOL 1: TRACE AND AURA, “KEKUATAN BARU SENI”

472
0
SHARE
Galeri Stampord Bandung /Foto Andi

SENI.CO.ID – STAMPFORD SCHOOL Bandung,  Classroom Project bertujuan untuk membangun potensi peristiwa interaksi –interelasi dalam konteks seni rupa. Dapat pula dimaknai sebagai suatu optimisme terhadap daya-daya kreatif yang ada dalam bentuk relasi dengan dunia pendidikan atau sebaliknya.

Keterbukaan dalam pertukaran gagasan, nilai, dan pengalaman pada khalayak akademik, seni maupun masyarakat yang plural diharapkan terjadi di ruang pendidikan seperti sekolah.

Menggagas program pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya seniman muda Bandung dengan model kurasi, format dan sub tema pameran bisa plural dengan kesertaan sejumlah karya yang dikemas dalam format pameran bersama.

Penyelenggaraannya pada satu waktu dan satu area sekolah, maka seolah pameran merupakan satu kesatuan peristiwa presentasi kultural yang merupakan benturan dari representasi artistik-estetik an sich atau aspek perkembangan seni yang bermuatan puitis (the poetics of exhibiting) serta muatan politis (the politics of exhibiting) dengan gagasan ruang yang bukan lagi galeri atau ruang ‘alternatif’, melainkan gedung sekolah dengan public culture yang spesifik.

Classroom Project Vol. 1 : TRACE AND AURA  Setidaknya ada dua peristiwa yang melepaskan ‘seni’ dari ikatan fungsinya terhadap dunia, pertama – gagasan tentang seniman sebagai ‘sang jenius’ yang ditemukan oleh seni modern awal – dengan segala macam aparatus ekspresinya yang khusus, sebuah tikungan dari ‘manusia pada yang non-manusia’ menjadi ‘manusia untuk manusia’.

Kedua adalah ‘modernisme akhir’ saat mulai ditemukannya alat-alat reproduksi seperti : kamera (fotografi dan film) dan radio, yang ditanggapi oleh Walter Benjamin – sebagai ‘ancaman’ terhadap ‘bubuh-khas’ si jenius-seniman, namun-pun dianggapnya ‘menyelamatkan’ karena telah berhasil  dalam sejarah – pertama kali-nya ‘meliberalisasi’ seni dari ketergantungannya terhadap ritual-ritus, dan daripadanya-lah bermakna sebagai ‘nilai pameran’.

Namun-yang luput dari amatan Benjamin – dirinya yang hanya hidup dimana penemuan kamera dan radio – masih sebatas perpanjangan fungsi atas realitas, tak hidup di zaman ketika fotografi dan film menjadi juga bagian dari cara-berhayat dan bertanya atas ‘realitas’ itu sendiri, ‘fine art photography’ – ‘video art’ – ‘experimental cinema’, sebagian dari ‘cara hayat’ dari alat yang bernama kamera, hingga gagasan sinyal-gelombang dari radio yang menjadi stimulan intervensi dari praktik ‘seni internet’ – ‘gif art’ dan ‘hacktivism art’.

Acara Pameran dibuka 16 Agustus 2018, pukul 08:30 WIB, Film Screening, Pada  28 Agustus 2018  pada pukul 14:00-15:30 WIB, Exhibition Talk 28 Agusus 2018     16:00-17:30. Acara berlangsung di STAMPFORD SCHOOL, JL.CITRA GREEN, CIUMBULEUIT, BANDUNG.

Berikut adlaah Seniman yang terlibat : Agung Eko Sutrisno, Alfiah Rahdini, Aliansyah Caniago, Alycia Caitlin Kurniawan, Andang Iskandar, Arum Tresnaningtyas, Asep Wahyu (PGPB ) Azizi Al Majid, Bachrul R Bagja, Dea Widya, Delphi Suhariyanto, Dian Pratiwiw, Eri Taopik, Erni S (PGPB), Erwin Windu Pranata, Fajar Abadi, Guntur Timur, Heni Mardiana (PGPB), Ine Kaniawati (PGPB), Jasa Sembiring (PGPB), Jessica Hendrawan, Putri Kusratno Aket M.Rico, Wicaksono, M.Muhtar, Meicy Sitorus, Mufti Priyanka, Muhammad Akbar, Natasha Sebastian, Radni Thiemann Beelt, Recycle Experience, Ridwan Badar, Rudi Kurnia, Santiago Erazo, Setia Pratama, Sigit Ramadhan, Susi Sahriati (PGPB), Syaky Ariandono, Tina Beni Nuraziza, Urri Khairra, Vincent Rumahloine, Wina Marta Revina, Yoppy Y (PGPB), Zaena Abidin, Zikry Rediansyah pameran dikuratori oleh  Galih Jatu Kurnia dan Riyadhus Shalihin.

sf5Melihat karya M. Muhtar menarik “Menu kita hari ini” Adalah bentuk ungkapan visual. Sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap sang pencipta dan pemberi rezeki. Atas segala bentuk kenikmatan yang tiada terkira disetiap helaan napas kehidupan.

sf4Sedang pada karya “Perjuangan”  Jasa Sembiring menjelaskan karya
Seni lukis adalah bahasa visual yang selalu membawa dan menyampaikan pesan kepada publik. Selaku guru yang seniman selalu berupaya menebar dan membangun semangat juang dan kerja keras bagi setiap orang. Karya ini bermaksud menyampaikan pesan yg memangun semangat juang untuk berprestasi. Pantang menyerah. Kerja keras. Biar raketku patah. Senar putus tidak menghentikan semangat juang …terus berjuang…sampai tetes darah terakhir. Raket patah dan senar putus adalah saksi perjuangan itu.

sf3Pada karya Yoppy Yohana. “Isola Barokah” Acrylic dan powder teh di atas kanvas 80 x 60 cm 2018. Deskripsi Isola masih tetap dalam ingatan saya. Jejak Herritage bentuk simetris ini menjadi saksi saya dan kawan-kawan ketika menuntut ilmu di Bumi Siliwangi (UPI). Semua mengakui keindahan gedung ini walaupun hanya diberi sentuhan cat putih dan abu-abu, tetap mempesona. Justru dari warna yang sederhana pada gedung ini telah memberi warna kehidupan kepada semua orang. Jejak gedung Isola juga pernah jadi saksi perjuangan bangsa Indonesia, dan sempat hancur oleh ledakan bom dan senjata. Namun barokah tetap menyertai bangsa Indonesia, gedung ini tetap berdiri dan terawat.

sf2 sf1Pada karya Heni Mardiana Lukisannya menggambarkan sosok perempuan yang dilukis menggunakan gradasi warna. Perbedaan warna dari yang cerah melambangkan kehidupan yang penuh keceriaan, kegembiraan dan warna berikutnya dengan romantika kehidupan yang pahit getir hingga tragis.

Sosok perempuan digambarkan sesuai kodratnya ada janin dan fenomena perempuan yang diaggap sosok lemah sasaran empuk Traffiking

Tangan digambarkan dengan jari yang tidak utuh karena cita-cita yang tidak sampai.
Kaki dilukis sebelah menggambarkan pijakan/ sandaran hidup yang rapuh.

Pada pameran yang galerinya sangat baik ini pada keseluruhan mengambarkan kekuatan estetis yang masing-masing seniman memiliki cirikhasnya. Selamat!

Reportase dan Foto Andy Sopiandi/SENI editor AM

 

 

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY