Teater Abnon Jakarta Berguru ke Broadway New York

Teater Abnon Jakarta Berguru ke Broadway New York

119
0
SHARE
Broadway Showcase dihadapan para pemeran dan casting director pertunjukkan Broadway (courtesy foto:@haristjio)

“Awalnya sempat nervous ya, karena kita dilatih langsung oleh para profesional pemain teater musikal Broadway, juga casting director dan music director. Kemampuan mereka benar-benar advance banget,” ujar Non Bia, panggilan akrab Nabila Katyana, None Jakarta Utara 2015 yang tampak sedikit kelelahan di taman Herald Square, Manhattan, New York. Bersama dengan Non Ufa (Ufa Sofura), Bang Audi (Audi Pratama) dan Bang Aldy (Rinaldy Zulkarnain), Non Bia baru saja selesei berlatih di studio Pearl yang terletak beberapa blok dari Herald Square.

Tampil di depan para seniman Broadway, empat anggota Teater Abnon Jakarta ini memainkan sebagian pementasan teater dari skenario panggung dan lagu Broadway seperti Kinky Boots dan lagu Show People. Mereka tampil dengan konsep musikal Broadway yang menggabungkan antara teater, tari dan lagu. Selama sepuluh hari, mereka mengikuti pelatihan intensif yang sangat ketat setiap hari. Keluar dari studio latihan, mereka masih harus latihan sendiri untuk menghapalkan naskah, lagu dan lirik Broadway berdurasi tiga puluh menit, seluruhnya dalam bahasa Inggris.

Awalnya, keempat alumni Abang & None Jakarta ini lolos audisi dalam program #abnontobroadway yang digagas oleh Ikatan Abang None Jakarta (IANTA), organisasi yang bertujuan melestarikan budaya asli Jakarta yaitu budaya seni Betawi. IANTA bekerjasama dengan Oudpro for Passport to Broadway yang diprakarsai oleh founder Oudpro, Novie Hernawaty, membuka kesempatan bagi para alumni Abnon yang tergabung dalam Kelompok Teater Abnon Jakarta untuk ikut audisi. Teater ini pernah sukses mementaskan pertunjukkan Babe Muka Kampung Rejeki Kota dan Enam Sketsa Jakarta.

“Passport to Broadway adalah sebuah program pengembangan self esteem, kepribadian dan kepemimpinan dengan menggunakan teater Broadway sebagai media untuk proses pengembangan pribadi mereka,” jelas Novie Hernawaty yang turut mendampingi pelatihan ini. Program ini didukung oleh Pemda DKI, Depdikbud, Bekraf, dan Departemen Pariwisata serta Galeri Indonesia Kaya. “Dengan mengikuti workshop teater musikal ini, para Abnon akan belajar disiplin dan karakter bukan hanya untuk seni peran tapi juga seni tari dan penghayatan sambil menghapal skenario dan lirik lagu,” tambah Novie.

Sesi diskusi setelah workshop. (courtesy foto: @haristjio)
Sesi diskusi setelah workshop. (courtesy foto: @haristjio)

Bagi Non Ufa (Ufa Sofura) yang juga koreografer Teater Abnon, pengalaman belajar teater di Broadway ini mempunyai tantangan tersendiri. Finalis None Jakarta Utara 2013 yang juga penari dan guru tari profesional ini, mulai bergelut di dunia tari sejak usia 17 tahun. “Disini saya belajar bagaimana cara menghafal skenario, lirik lagu, akting dan karakter lebih mendalam. Tidak banyak waktu istirahat, balik ke hotel kita harus belajar lagi sendiri. Harus hapal semua lirik. Belajar disiplin untuk latihan di studio maupun diluar studio,” kata Non Ufa yang ingin mengaplikasikan pelatihan ini di Indonesia.

Sementara Abang Jakarta Kepulauan Seribu 2017, Bang Aldy (Rinaldy Zulkarnain) juga merasakan pengalaman yang sama dengan Non Ufa.

“Kita belajar tentang akting dan manajemen panggung. Sekarang kita terpacu untuk membuat teater yang mempunyai level yang sama dengan Broadway,” kata Bang Aldy yang pernah ikut berperan dalam film The Gift, besutan Sutradara Hanung Bramantyo.

“Kita juga belajar untuk bekerja dengan cepat dan under pressure, sangat disiplin. Semua naskah dalam bahasa Inggris jadi harus belajar sendiri,” tambah Bang Audi (Audi Pratama) yang mempunyai profesi sebagai pengajar bahasa Perancis. Audi mengikuti Abang None Jakarta Utara tahun 2014 dan tampil dalam seluruh pertunjukkan Teater Abnon. Diantara para Abnon, tampak juga penyanyi dan aktris Lala Karmela yang ikut berlatih di Broadway.

Selain workshop, berbagai kegiatan dirancang untuk menambah wawasan seni teater selama mereka berada di New York, seperti melakukan studi langsung di belakang panggung Broadway dan penghayatan seni di taman publik Central Park dan Chinatown. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menonton langsung pertunjukkan Broadway, Kinky Boots dan Frozen.

Teater Abnon dan Tim Organizer didepan Brooklyn Bridge (courtesy foto: @haristjio)
Teater Abnon dan Tim Organizer didepan Brooklyn Bridge (courtesy foto: @haristjio)

Amy Weinstein, Direktur Artistik dan CEO dari Students Live Broadway Education Program yang merancang kurikulum pelatihan, sempat meragukan akan kemampuan dan talenta para Abnon dari Jakarta. “Mereka sangat baik dan sopan. Saya sempat ragu karena budaya disini berbeda dengan di Indonesia, lebih terbuka dan ekspresif. Tapi mereka dapat beradaptasi dengan bagus, sangat profesional,” kata Amy yang ingin memberikan kesempatan lebih banyak kepada anak-anak muda untuk belajar tentang seni drama musikal Amerika.

“Setelah dari New York, para peserta ini diharapkan untuk dapat membagi pengalamannya di Broadway selama 10 hari ini kepada komunitas-komunitas lain yang tergabung dalam program Ruang Kreatif di Galeri Indonesia Kaya,” kata Program Director Djarum Foundation, Renitasari, yang mendukung program Teater Abnon ke Broadway. “Kedepannya kita juga akan mengundang tim Passport To Broadway ke Indonesia untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para artis seni pertunjukkan Indonesia,” tambah Renitasari yang khusus datang ke New York untuk program ini. [nr/voaindonesia]

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY