“Psychopart” Pameran Tunggal Rio Angsina di Sanggar Olah Seni Bandung

“Psychopart” Pameran Tunggal Rio Angsina di Sanggar Olah Seni Bandung

202
0
SHARE

SENI.CO.ID – Pelukis Rio Angsina Pameran Tunggal di Sanggar Olah Seni (SOS) Babakan Siliwangi Bandung.

Bertema “Psychopart” pameran ini dalam rangka BDG CONNEX dalam Bandung Art Month. Psychopart adalah tema plesetan dari psychopath yang diambil oleh Rio Angsina dalam Pameran Tunggalnya berlangsung 15 Juli -15 Agustus 2018.

Sekalipun Psychopart ada kedekatan secara morfem dan fonem dengan Psychopath tetapi tidak bisa diartikan sama dan sebangun, walaupun memang dalam pendekatannya ia lebih menitikberatkan pada persoalan-persoalan subyektif kejiwaannya sebagai objek-objek di dalam karya-karya lukisannya.

Psychopart yang dikerjakan oleh seniman ini sama sekali tidak berbahaya seperti psychopath dengan gejala kelainan jiwa dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Psychopart tidak sama dengan psychopath yang dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial.

Psychopart berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit dan art yang berarti seni. Psychopart tak sama dengan skizofrenia karena seniman Rio Angsina sadar sepenuhnya atas perbuatannya.

Kejujuran yang dituangkan pada karya-karya yang dominan dengan wajah-wajahnya pribadi ditambah dengan pengembaraan petualangan jiwanya untuk selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan antara sakit atau tidak dirinya di dalam persoalan kejiwaan antara gelisah, cemas, khawatir, bahagia atau sakit.

Kebahagiaan seniman dalam hal ini adalah bisa memvisualisasikan imajinasinya apakah bisa menjadi terapi bagi dirinyai pribadi atas angan-angan yang tidak terealisir, atau ada masalah hasrat yang terpendam, cinta dan syahwat sekalipun tidak frontal dan bisa dikatakan romantis.

Persoalan-persoalan kejiwaan ini pulalah yang justru menjadi dorongan kreatifnya untuk berkarya dan mencoba menyederhanakannya ke dalam ungkapan visual. Ada ketakutan, ada kegelisahan yang mencekam yang melahirkan dorongan-dorongan kejiwaannya untuk berkarya sekalipun selalu persoalan-persoalan norma dan formal menjadi sesuatu yang kontradiktif bagi dirinya.

Rio Angsina sadar bahwa karya-karya yang menceritakan tentang persoalan-persoalan kejiwaannya secara pribadi ini bisa jadi tidak banyak diminati oleh publik, maka untuk survive mencari nafkah dan menyambung kehidupannya acapkali ia seperti umumnya para pelukis lainnya ia melukis potret dan menggambar karikatur.

Karya-karya Rio Angsina ini sekalipun dalam bentuknya terlihat horor mencekam tapi pada kenyataan yang sebenarnya menyimpan sense of humour yang tinggi. Rio Angsina secara karakter kepribadian kalau dianalogikan kepada tokoh pelawak di group lawak Srimulat itu seperti Paul.

Mungkin tidak terdapat kerusakan otak pada Rio Angsina, tetapi terdapat anomali dalam cara ia memproses informasi, melalui pengenalan dan pendalaman terhadap gambar-gambar yang berkesan menyeramkan. Tampaknya Rio Angsina memvisualisasikan materi emosional di area tersebut.

Selain ada anomali pada kepribadiaannya, faktor bawaan dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter dari karya-karya lukisnya. Stres atau tekanan hidup yang besar bisa pula merubah perilaku menjadi brutal dalam berkarya sebagai pemicu proses kreatif yang tidak masuk akal. Rio Angsina menganggap dirinya sendiri adalah sosok laki-laki lemah dan sangat tidak suka dengan segala bentuk-bentuk kekerasan.

Pelukisa kalahiran Jakarta, 6 Juni 1962 ini adlaah jebolan SMA Negeri 70, Jakarta, ia belajar melukis secara otodidak dan bimbingan dari para pelukis senior diantaranya adalah Marsono, Atno Setiawan, Moko dan Rd. Tohny Joesoef. Karena kebetulan tempat tinggalnya itu berdekatan dengan Galeri milik pelukis ternama Jeihan Sukmantoro, menjadi ajang tempat permainannya sehari-hari dan secara tidak langsung belajar dari karya-karya lukis tersebut. Rio adlaah orang yang bahagia dengan hidupnya sebagai pelukis yang bisa melukiskan apa saja yang menjadi kegelisahan-kegelisahan batinnya. Baik disadari ataupun tidak disadari, sesungguhnya ia banyak bekerja di alam bawah sadar. |Nurdwi/SN

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY