Home Bahasa Tjutju Widjaya Pelukis Kaligrafi China: “Satu hari guru adalah guru seumur hidup”

Tjutju Widjaya Pelukis Kaligrafi China: “Satu hari guru adalah guru seumur hidup”

285
0

SENI.CO.ID – Kali ini SENI.CO.ID menemui pelukis kaligarafi China ia adalah Tjutju Widjaya dikenal sebagai pelukis realis. Ditengah kesibukannya ia menyempatkan bertemu dan berbagai cerita.

Tjutju adalah  pelukis yang gigih. Baginya tidak ada kata terlambat untuk belajar dalam dunia pendidikan. Ia juga punya kepedulian terhadap pendidikan anak.

Tjutju Widjaya dikenal sebagai Seniman Kaligrafi China, belakangan ia juga mengembangkan Catur Xiang-qi atau disebut catur gajah.

Saat ia berusia 67 (tahun 2008) ia lulus Program Studi Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Maranatha Bandung. Pada usia 69 (tahun 2010) ia lulus Magister Program Studi Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB lulus dengan predikat cum laude. Saat ini ia lagi menempuh Program Doktor di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

“Sosok yang bersemangat untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru, sehingga ia menjadi inspirasi buat yang muda-muda,” ungkap Agus Cahyana salah satu dosen dari Tjutju Widjaya.

Dari kesibukannya melukis dan kuliah Tjutju Widjaya  memiliki banyak aktifitas lain dalam dunia sosial, terutama pendidikan anak-anak dengan mengembangkan Catur Xiang-qi atau disebut catur gajah di Pondok Pesantren Darul Inayah, Kampung Cipeusing, Desa Kertawangi Kec. Cisarua, Kab. Bandung Barat, bersama Asep Sodikin Ismail.

Selama 6 tahun ini, dari anak asuhnya 5 sekarang sudah berjumlah lebih dari 600 anak asuh dan telah menghasilkan 40 siswa masuk perguruan tinggi.

“Dengan Catur Xiang-qi bisa mencerdaskan otak, jiwa pemimpin, kemampuan untuk analisa, mudah belajar bahasa dan membuka wawasan,” ujar Tjutju Widjaya kepada Seni saat ditemui di rumahnya.

Dalam sebuah tulisan Boss Jawa Pos pernah menulis: “Tidak perlu jauh-jauh ke Henan, wilayah tengah Tiongkok. Untuk tahu segala seluk beluk Catur China. Yang disebut Xiang-qi. Atau dalam bahasa Hokkian disebut chhiu-ki. Cukuplah datang ke Bandung. Warga suku Tionghoa yang sudah Sunda ini. Yang dimaksud Dahlan adalah Tjutju Widjaya.

Tapi tidak ada salahnya ke Henan. Mampir ke museum di kota terbesar di sana: Zhengzhou. Kalau Anda pecinta Xiang-qi harus datang ke sana. Di museum itulah tersimpan Xiang-qi tertua yang pernah dikenal dunia.

Museum itu sendiri sudah pantas dimasukkan museum: dibangun tahun 1927. Di dalam museum itulah tersimpan satu benda kecil. Disebut: “kereta” (车). Kuno sekali. Tertua di dunia.
“Kereta” adalah nama salah satu tokoh dalam Xiang-qi. Dalam struktur jabatan di ciang-qi kereta adalah buah catur yang terkuat. Yang terhebat. Lebih kuat dari kuda. Lebih kuat dari gajah. Apalagi dibanding prajurit biasa.

Kehebatan kereta itu tak lain karena geraknya yang bebas. Bisa ke depan, ke belakang, ke samping dan menyerong. Hambatannya pun sangat minim. Tapi penjelasan ini tidak perlu panjang.

Saya setuju xiang-qi lebih rumit. Artinya bisa membuat pemainnya lebih cerdas. Lebih taktis. Dan lebih kreatif.  Lihatlah sendiri: nama-nama tokohnya saja tidak sama. Biar pun fungsinya sama. Di tim merah merah kereta itu namanya ju. Di tim hitam namanya che.

Tulisan mandarinnya mirip tapi tidak sama. Huruf yang bunyinya ju ada tongkat di depannya. Dengan demikian seorang pecatur xiang-qi harus menghafal lebih banyak nama. Apalagi ketika huruf mandarin belum disederhanakan.

thu2“Sepengetahuan saya Tjutju Widjajalah orang nomor satu yang terus berjuang untuk xiang-qi di Indonesia” ujar Dahlan.

Tjutju Widjaya yang berminat melukis tahun 2004 ini pernah masuk Indonesia Art Now, seni rupa kontemporer, penggabungan free hand dan komputer. Dan bisa dikatakan bahwa Credonya yang kuat adalah, “Satu hari guru adalah guru seumur hidup,” ungkap Tjutju.

Berikut adalah karya-karya Tjutju Widjaja yang berhasil di dokumentasikan oleh SENI.CO.ID :

thu5 thu4 thu3 thu2 thuTentang Tjutju Widjaya:

Pameran Tunggal

2017 : “Parrhesia” Pullman Jakarta Central Park
2016:“Hear No Evil, See No Evil”, Cemara 6 Galeri – Museum, Jakarta – Indonesia
2014:“Nuansa Anak Bangsa”, Sun City Grand Ballroom, Jakarta – Indonesia
2010:“Correlation”, Hotel Anggrek, Bandung – Indonesia
“Hope”, RS Immanuel, Bandung – Indonesia

Pameran bersama

2018 : “ Sang Subjek “ di Bali ( komunitas 22 ibu )
Pameran bersama di kampus Maranatha Bandung
Pameran bersama di City link Bandung
2017 : “Power of silence” Equilibrium Art Gallery ( komunitas 22 Ibu )
2016:“ARTefak Laut Kidul”, Papuri Saung Sunda, Bandung – Indonesia
:Pameran Pelukis Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung – Indonesia
:Asia Invitation Artist in Asia International Friendship Exhibition “Cross Asia Cross Identity”, Eco Gallery Shinjuku, Tokyo – Jepang
:Pameran Bersama IWPI Jakarta “Peduli Sesama XVI”, Jakarta – Indonesia
:Seni Rupa & Imaji Bahari “Nautika Rasa”, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta – Indonesia

2015:“Face 2015”, Eco Gallery, Tokyo – Jepang

2014 :“Asia Invitation Art Exhibition”, Seoul – Korea Selatan
:Pameran Kaligrafi Chinese, Jakarta – Indonesia
:Pameran 21 (Sisi Lain Pendidik Wanita), Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung – Indonesia

2013 : Pameran Bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama X”, Bandung – Indonesia
: BILARTERAL “Nuansa Nusantara” Indonesia – Tiongkok, Galeri Maranatha, Bandung – Indonesia

2012 : “Piece of Life”, Gedung IWPI, Bandung – Indonesia
: The Exhibition of International Women’s Painting & Calligraphy
: “Milangkala Raga Karya”, Bale Seni Barli, Bandung – Indonesia

2010 : “Art for Aids”, Gedung Indonesia Menggugat, Bandung – Indonesia, Bentara Budaya, Jakarta – Indonesia
: Pameran Kaligrafi Chinese, Korea Selatan

2009:“Dunia Harmonis”, Guilin dan Nan Ning, Guangxi – China
:“A Tribute to Michael Jackson: Beat It”, Galeri Kita, Bandung – Indonesia
: Pameran bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama IX”, Gedung IWPI, Bandung – Indonesia
:“Woman’s Hidden Talent”, Japan Foundation, Jakarta – Indonesia
:“Peduli Korban Gempa”, Tojoyo Cafe, Bandung – Indonesia

2008:“The Asian Water Colour Confederation”, Neka Art Museum, Bali – Indonesia
: Pameran bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama VIII”, Gedung IWPI, Bandung – Indonesia
: “Give Rein To Freedom”, Museum Barli, Bandung – Indonesia
:Open House FSRD UK Maranatha 2008, Univ. Maranatha, Bandung – Indonesia

2007:Pameran Seni Rupa FSRD UK Maranatha Bandung dengan Fine Arts of Guangxi China, Galeri Nasional, Jakarta – Indonesia
:”BILARTERAL” FSRD UK Maranatha dengan Fine Arts of Guangxi China, Bandung – Indonesia
:Pameran bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama VII”, Gedung IWPI, Bandung – Indonesia
:“Tribute to Barli”, 100 plus Pelukis Indonesia, Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan, Bandung – Indonesia
:Pameran 30 Karya Terbaik Kompetisi Seni Lukis Jawa Barat, Galeri Kita, Bandung – Indonesia
:”Every Woman Can Be A Mother”, Hotel Topas, Bandung – Indonesia
:“Tali Persahabatan Indonesia-Japan”, Japan Foundation, Jakarta – Indonesia
:Open House FSRD UK Maranatha 2007, Univ.Maranatha, Bandung – Indonesia

2006 : Pameran Bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama VI”, Hotel Grand Preanger, Bandung – Indonesia
:“Xplore[n]Xtion”, Gedung Univ. Maranatha, Bandung – Indonesia
:“Kita Bersatu dalam Warna”, Hotel Papandayan, Bandung – Indonesia
:Pameran Chinnese Painting, Gedung Cahaya Harapan, Bandung – Indonesia
:Open House FSRD UK Maranatha 2006, Univ.Maranatha, Bandung – Indonesia

2005: Pameran bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama V”, Galeri Barli, Bandung – Indonesia
:“Wastu dan Warna”, Galeri Soemardja ITB, Bandung – Indonesia
:Open House FSRD UK Maranatha 2005, Univ. Maranatha, Bandung – Indonesia
:Pameran Chinnese Painting, Gedung Cahaya Harapan, Bandung – Indonesia

2004:Pameran bersama IWPI Jawa Barat “Peduli Sesama IV”, hotel Grand Preanger, Bandung – Indonesia
:Pameran Chinnese Painting, Gedung Cahaya Harapan, Bandung – Indonesia

Prestasi

2015:Gold Medal, Kompetisi Internasional Kaligrafi China “Liu Yi Bei”, Beijing – China

2013:Gold Medal, Kompetisi Internasional Kaligrafi China “Liu Yi Bei”, Beijing – China

2011 :Juara II, kompetisi Chinese Kaligrafi Internasionak EXPO, Shanghai – China

2010 : Juara Harapan, kompetisi Chinese Kaligrafi Internasional EXPO, Shanghai – China

2007:30 Karya Terbaik, Kompetisi Seni Lukis Jawa Barat.

– Teks dan Foto-foto Andi Sopiandi/SN 

 

 

Leave a comment

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here