Pameran Tunggal “Magma.Sagara” Nurdwi di Sanggar Olah Seni Bandung

Pameran Tunggal “Magma.Sagara” Nurdwi di Sanggar Olah Seni Bandung

Bandung Art Month

380
0
SHARE

SENI.CO.ID – Alam dalam eksplorasi seni pada Pameran Tunggal yang berjudul “magma.sagara” oleh ‘n u r d w i” dapat mengambil bentuk tanpa akhir, karena alam memberi

kita banyak sekali fenomena yang mengilhami. “Alam, dalam arti luas setara dengan dunia alam, dunia materi, atau alam semesta fisik, dan juga kehidupan secara umum.”
Alam itu memberi kita banyak hal untuk dikerjakan! Alam ada di sekitar kita dan jauh di dalam diri kita. Kita tidak bisa dipisahkan dari alam, tubuh, kehidupan, dan pikiran kita
bergantung pada tanah, air, udara yang kita hirup dan makanan yang kita makan. Bumi menopang kekuatan hidup kita. Tanpa bumi – tanpa alam -apa jadinya kita.

Karya seni berdasarkan alam ini dapat mengambil banyak bentuk dan melayani banyak tujuan. Karena “alam” adalah topik yang sangat besar yang mencakup banyak hal, dalam hal ini saya hanya mengeksplorasi materi alam yang diambil dari kawah gunung berapi yaitu berupa lumpur vulkanik yang telah diproses sedemikian rupa untuk menjadi material produk lulur untuk Kesehatan dan kecantikan.

Dari diskusi panjang lebar tentang tema, judul dan materi dengan Rizki Ahmad Zaelani seorang Kurator kenamaan, maka diputuskan judul magma.sagara yang artinya lautan magma. Sagara diambil dari bahasa Sunda yang artinya Laut atau Telaga. Magma merupakan batu-batuan cair yang terletak di dalam kamar magma di bawah permukaan bumi.

Magma di bumi merupakan larutan denganberbagai unsur-unsur di dalamnya yang kompleks dan asal semua batuan beku. Magma berada dalam tekanan tinggi dan kadang kala memancar keluar melalui pembukaan gunung berapi dalam bentuk aliran lava meleleh berupa lumpur atau letusan gunung berapi.

Ketika saya berkarya saya benar-benar memiliki seluruh gagasan untuk bekerja darinya.
Karya ini berupa dokumentasi foto dan instalasi dari karya yang sebenarnya di ruang dan
waktu yang lain, yang menggambarkan jembatan transenden antara pemikiran konseptual dan kesadaran pribadi. Karya ini juga menggambarkan ikatan bersama-sama kehidupan duniawi, universal sehingga menggabungkan sesuatu yang kecil dan dapat dikenali dengan konsep-konsep yang besar dan abstrak dan tidak berwujud bagi kesadaran kita sebagai manusia.

Alam dalam seni dapat mengambil banyak bentuk visual. Seni dapat meniru alam, dengan mencari objek yang direplikasi secara visual karena mereka benar-benar muncul dalam kehidupan nyata. Karya saya ini muncul dari studi, observasi, dan kontemplasi dari fenomena alam dan bentuk-bentuk alami.

Ada banyak cara berbeda untuk mendekati subjek alam dalam seni. Seni dapat membuka mata kita terhadap kerumitan dan keindahan alam. Itu hanya bisa menjadi gambaran yang indah yang menghargai alam itu apa adanya, atau bisa menjadi bagian yang menantang mengekspresikan hubungan manusia yang kompleks dengan alam. Seni memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan dan mendidik pemirsa tentang masalah ini, menyebarkan topik penting tersebut. Saya merasakan kebutuhan naluriah untuk mengurus hal-hal yang saya rasa terhubung. Seni dapat membantu memperbaharui, atau memicu lagi, hubungan mesra kita dengan alam. Membuat kita berpikir lebih mendalam tentang dampak yang ditimbulkan oleh gaya hidup kita di planet ini.

Di masa-masa global yang hiperreal dan instan ini, mudah melupakan, dan bahkan menolak, bahwa kita rentan terhadap kekuatan alam. Seni dapat membantu kita lebih sadar akan hubungan sejati kita dengan alam, karena pada kenyataannya, sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, menggunakan seni untuk terhubung dengan Alam!
Biarkanlah pikiranmu seluas langit. Diamlah. Menghargai. Mengamati. Balurlah lumpur vulkanik di muka dan badan kemudian lihat apa yang muncul, rasakan dan alami sendiri. Mengalami! Meminjam kata-kata Rousseau seorang filsuf Perancis yang menyatakan, “kemajuan ilmu pengetahuan dan kesenian hanya menghasilkan ketidaksungguhan, kemunafikan, kecongkakan dan kesombongan untuk umat manusia yang semula kodratnya baik, bila ia ingin selamat hanya ada satu jalan “Back to Nature”. | nurdwi 

SOLO EXHIBITION
“magma.sagara” by ‘n u r d w i’ 
15 Juli – 15 Agustus 2018 Sanggar Olah Seni 
Bandung Art Month 
www.bdgconnex.net

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY