“Behind The Actors” Tampil di Pegasus Family International Puppet Festival

“Behind The Actors” Tampil di Pegasus Family International Puppet Festival

364
0
SHARE
Poster Langit Safir tahun 2016 /dokAsbud

Teater “Behind The Actors” jelang pentas di Swedia. Kleompok ini akan tampil di Festival International Puppet di Swedia. Pada pekan ini SENI.CO.ID menampilkan pengantar kelompok Teater “Behind The Actors” jelang pentas di Swedia selamat membaca.     

-pengantar redaksi

SENI.CO.ID – “Behind The Actors” adalah salah satu kelompok teater di Bandung yang didirikan pada 20 September 2004 oleh seniman Asep Budiman dan Hendra Permana.

Pada tahun ini “Behind The Actors” akan kembali tampil di Swedia Pegasus Family International Festival. Tahun 2015 kelompok teater Bandung ini juga sempat tampil di ajang serupa.

Pada tahun ini “Behind The Actors” akan tampil pada 12-16 Juli 2018 yang bertempat di Kavlinge Swedia dengan lakon “Langit Safir”

Kisah “Langit Safir adalah sebuah cerita yang menggambarkan sebuah visual artistik dari kelahiran seekor Singa, yang sudah lama diharapkan oleh semua Binatang yang suatu hari akan menjadi seorang pemimpin di Hutan.

Kehadiran Singa Kecil itu merupakan simbol dari lahirnya sebuah kehidupan baru. Kehadiran seorang pemimpin yang adil memang sangat diharapkan oleh semua mahluk yang ada di dunia ini. Inilah gambaran cerita yang akan divisualisasikan lewat aktor-aktor teater dan dalang.

Pemaknaan Langit Safir ini adalah sebuah harapan, keindahan, kesejukan, kenyamanan, keadilan, penghijauan alam raya yang saat ini semua orang mendambakannya. Air, Tanah, Udara, Angin, dan Api merupakan bagian simbolik dari kesetubuhan alam dan isinya yang merindukan keseimbangan antara ketidakadilan dan keadilan, ketidakjujuran dan kejujuran, kejahatan dan kebaikan.

Semua ini ada di setiap hati manusia yang ada di bumi ini. Mampukah kita menjaganya?

Sebuah pertanyaan yang harus kita pelihara dan dirawat secara menyeluruh untuk menghasilkan yang bermanfaat bagi semua orang. Kata lain gambaran visual yang akan menjadi dasar pertunjukan ini, adalah bagaimana manusia bisa merasakan dan memahami arti kebinatangan yang sesungguhnya.

Kehidupan akan terus berulang-ulang hingga akhirnya menemui titik kematian. Kematian itu akan terus menemui yang hidup di setiap detiknya. Begitu juga alam akan terus menerus akan menemui kelahirannya itu sendiri. Itu lingkaran kehidupan yang dialami oleh semua mahluk yang ada di bumi ini.

“Pertunjukan “Langit Safir” adalah usaha untuk pencarian idiom dan bahasa pengucapan yang baru dan segar. Sehingga menghadirkan pengalaman spiritual yang aktual. Pertunjukan ini terinspirasi oleh pertunjukan teater besar yang glamoristik “The Lion King”. Dalam realitas pentas “Langit Safir” kita akan melihat bagaimana teater di Indonesia mampu mengrekonstruksi realita menjadi sebuah tontonan kritis bagi penonton di Swedia,” ujar Asep Budiman pada SENI.co.id, 3o Juni 2018.

Adalah sebuah proses kreatif yang mengandalkan interaksi antar unsur kehidupan dengan muatan-muatan keterampilan individu dalam berekspresi.

Artistik yang ditawarkan dalam pertunjukan ini sebuah artistik natural, karena pertunjukan ini dilakukan di sebuah taman atau outdoor. Maknanya bagaimana karya teater belajar untuk menerima, menghayati apa yang ada kemudian memanfaatkannya, mengoptimalkannya untuk mencapai yang dikehendaki.

“Karya ini bisa mengguncangkan batin, sehingga tercipta pengalaman yang lebih spiritual. Dengan kata lain, bahwa penciptaan teater adalah sebuah proses kreatif yang bisa menumbuhkan pengalaman spiritual ketika berhadapan langsung dengan pentas yang lebih aktual. Hal lain, bahwa kita mengajak semua bangsa untuk tukar pengalaman yang bisa menumbuhkan pengertian nilai dan makna artistik,”urai Asbud panggilan akrab sang seniman ini.

“Behind The Actors” adalah kelompok yang menyimpan kualitas eksplorasi yang luar biasa. Karena, pergumulan kreatif “Behind The Actors” sebagai kelompok, tidak bisa dipisahkan dari sejarah keaktoran keduanya. “Behind The Actors” ada hasrat kuat menyajikan garapan yang menawarkan kekayaan dan kebaruan bahasa ungkap visual dengan menggali khazanah lokalitas Nusantara.

Membuat teaternya selalu hidup dalam konteks, menarik dan jadi tontonan yang tetap berwajah pribumi. Teater modern yang memiliki spirit ke-Indonesiaan. Pengalaman Pertunjukan di Mancanegara: Tahun 2010, tampil di Second International Marionette Festival Hanoi, Vietnam. Tahun 2011, di 12th International Blacksea Theatre Festival, Trabzon Turki; 7th Little Ladies Little Gentlemen International Children’s Theatre Festival-Ankara Turkey; 14th Istanbul International Puppet Festival, Istanbul Turki. Juga di Tong Tong Festival, Malieveld, Den Hague – Belanda. Tahun 2013, tampil di The Yunlin International Festival of Puppetry, Taiwan. Tahun 2014, di International Puppet Festival Istanbul, Turki. Tahun 2015 dan 2018, di International Puppet Festival Kavlinge, Swedia. Tahun 2017 tampil di Rusia

Drama “Langit Safir akan disutradarai Asep Budiman, Program Manager / Aktor Hendra Permana, Dalang oleh Dede Chandra Sumirat, Pemusik oleh Syarif Maulana dan Atjep Hidayat dan Dokumentasi / Stage Manager dipegang oleh Herfan Rusando. BRAVO!!! |AHM/SN

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY