Didukung Kementerian Pariwisata RI, Al-Izhar Tampil di Ajang Festival Budaya Antarbangsa di...

Didukung Kementerian Pariwisata RI, Al-Izhar Tampil di Ajang Festival Budaya Antarbangsa di Inggris

231
0
SHARE
Pelepasan delegasi Misi Budaya Al-Izhar oleh Bapak Guntur Sakti dari Kementerian Pariwisata didampingi Ibu Suhardhani Bustanil Arifin Pembina Al-Izhar Pondok Labu, Ibu Arnie Arifin Direktur Utama Perguruan Al-Izhar Pondok Labu dan Ibu Adi D. Adinugroho Direktur Pendidikan/dok

SENI.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberi dukungan kepada tim misi budaya Sekolah Al-Izhar Pondok Labu Jakarta yang mewakili Indonesia di ajang festival budaya antarbangsa Llangollen International Musical Eisteddfod di Wales, Inggris pada 3 – 8 Juli 2018 mendatang. Ajang festival budaya bergengsi ini diikuti lebih dari 5.000 penyanyi, penari dan pemusik dari sekitar 50 negara.

Kepala Biro Komunikasi Publik, Guntur Sakti memberikan apresiasi kepada tim misi budaya SMA Al-Izhar yang mewakili Indonesia untuk menampilkan tarian daerah di festival bertaraf internasional ini.

“Keikutsertaan SMA Al-Izhar dalam ajang ini merupakan tahun ke-2. Bila di tahun pertama, tahun lalu mendapat juara 2 dalam kategori dancing in the street, semoga tahun kedua ini menjadi juara pertama pada beberapa kategori yang diikuti,” kata Guntur Sakti saat memberikan sambutan dalam acara ‘Gelar Pamit’ misi budaya Sekolah Al-Izhar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Sabtu (23/6/2018).

Kepala Biro Komunikasi Publik Guntur Sakti mengatakan, kegiatan kepariwisataan mempunyai misi antara lain meningkatkan persabahatan antar bangsa serta sebagai sarana untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya (culture)  sebagai aset dan daya tarik wisatawan untuk datang ke Indonesia. “Dalam portofilio pariwisata kita, unsur budaya  (culture) menempati porsi terbesar 60%, dan alam (nature) 35%, dan buatan  (manmade) 5%. Keunggulan daya tarik budaya mendorong wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia yang tahun ini mentargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019,” kata Guntur Sakti.

Tim misi budaya SMA Al-Izhar di ajang Llangollen International Musical Eisteddfod terdiri 31 orang yakni; 24 murid, 4 pelatih, 1 art director, 1 guru, dan 1 officer mereka akan tampil dalam 3 kategori kompetisi yang diikuti yaitu; traditional dance, choreographed folk dance, dan cultural  showcase dengan membawakan 4 tarian daerah; Tari Kipah, Tari Nagekeo Bangkit, Tari Muda Mudi Papua, dan Tari Belibis.

Dalam persiapan akhir, 4 tari daerah yang dibawakan oleh murid SMA Al-Izhar di bawah bimbingan sanggar tari Gema Citra Nusantara (GCN), ini ditampilkan di hadapan para penonton acara ‘Gelar Pamit’ yang dihadiri para orang tua siswa serta Direktur Utama Perguruan Al-Izhar Pondok Labu, Arniyani Arifin.

Delegasi Misi budaya Al-Izhar menampilkan Tari Muda - Mudi Papua/dok
Delegasi Misi budaya Al-Izhar menampilkan Tari Muda – Mudi Papua/dok

Sekolah Al Izhar Pondok Labu didirikan oleh H. Bustanil Arifin, S.H.  pada 11 Maret 1987.  Arniyani Arifin, selaku Direktur Utama Perguruan Al-Izhar Pondok Labu mengatakan, “Tim Misi Budaya merupakan cerminan visi Al-Izhar.  Pemimpin Muslim yang berwawasan luas, dalam pemahaman kami, akan sangat membutuhkan akar kuat. Misi Budaya merupakan bagian penguatan akar yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan utuh. Pemahaman visi sangat penting untuk setiap seluruh pemangku kepentingan pendidikan di lingkungan Al-Izhar. Keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler tari dan penguasaan alat  musik daerah merupakan  kesempatan penghayatan budaya. Upaya kami akan lebih efektif saat orangtua dan guru tari memahami kaitan antara misi budaya, penguatan akar dan visi Al Izhar. Kami merasa terhormat, karena 2 tahun ini Misi Budaya Al-Izhar didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata.”

alizhar2Ajang festival budaya antarbangsa Llangollen International Musical Eisteddfod merupakan event tahunan berupa festival musik dan tari yang berlangsung setiap bulan Juli di Llangollen, North Wales.

“Panitia festival mengundang penyanyi dan penari dari seluruh dunia untuk ikut mengambil bagian dari 20 lebih jenis yang kompetisikan.  Pada tahun ini festival tersebut diikuti 5.000 lebih  penyanyi, penari, dan pemusik dari sekitar 50 negara untuk melakukan pertunjukan di depan lebih dari 50.000 orang penonton berlangsung selama 6 hari.  Visi dan misi  Llangollen International Musical Eisteddfod adalah mempertemukan seluruh negara demi untuk kedamaian,” tandasnya. Sukses! | AHM/SN

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY